RARAS WURI MISWANDARU`S BLOG
Walau Aku dibenci karena kegiatan dakwah dan pendidikan yang Kujalankan, Insya allah akan tetap berjalan.
PENDIDIKAN DINIYAH NON FORMAL
Pendidikan Diniyah Non Formal (SHIDIQIIN WARA`) pertama didirikan oleh Kyai Muhammad Syechan Tahun 1975 diteruskan oleh Suharto AMd dan dilanjutkan Oleh Raras Wuri Miswandaru, SPdI.
PENDIDIKAN DINIYAH FORMAL
Pendidikan Diniyah Formal Merupakan Pelopor pertama dan Satu-satunya di Indonesia yang dilaksanakan di Emper Masjid belum punya gedung sendiri.
Rabu, 18 Desember 2024
Rabu, 27 Maret 2024
Selasa, 26 Maret 2024
Pengobatan Untuk Kehamilan-Karomah Maunah
Pengobatan Untuk Kehamilan-Karomah Maunah
engobatan Untuk Mendapatkan Anak-Karomah Maunah
14.Layanan kami lainnya di bit.ly/karomahmaunah1-71
Bloggersejati
FP; Raras Wuri Miiswandaru
Gerakan Swara Purwojati
Ketentuan:
Mengikuti Aturan pengobatan yang sesuai ajaran Islam (Bekam, Refleksi, Herbal. Rukyah, Dll)
Biaya pengobatan adalah yang terpenting pengadaan air rukyah (iswara = 3 kekuatan Cara Rabany)
BIAYA PENGOBATAN SELURUHNYA DI BAYAR SETELAH ADA HASIL YANG DIKUATKAN DENGAN HASIL PEMERIKSAAN TENAGA KESEHATAN
Rabany
Pengobatan Karomah maunah oleh Master Raras Wuri
Pengobatan Karomah maunah oleh Master Raras Wuri
FP; Raras Wuri Miswandaru
Ketentuan:
Mengikuti Aturan pengobatan yang sesuai ajaran Islam (Bekam, Refleksi, Herbal. Rukyah, Dll)
Biaya pengobatan adalah yang terpenting pengadaan air rukyah
Kamis, 20 Juli 2023
Istilah-Istilah Penting dalam Pendidikan Madrasah
Berikut adalah istilah-istilah Penting dalam Pendidikan
Madrasah
Madrasah adalah satuan Pendidikan formal dalam binaan
Menteri Agama yang menyelenggarakan
pendidikan umum dan kejuruan dengan kekhasan
agama Islam yang mencakup Raudlatul Athfal, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, dan
Madrasah Aliyah Kejuruan.
Raudlatul Athfal adalah yang selanjutnya disingkat RA adalah
salah satu bentuk satuan pendidikan
formal dalam binaan Menteri Agama yang
menyelenggarakan pendidikan anak usia dini dengan kekhasan agama Islam pada jenjang pendidikan anak usia dini.
Madrasah Ibtidaiyah yang selanjutnya disingkat MI adalah
salah satu bentuk satuan pendidikan
formal dalam binaan Menteri Agama yang
menyelenggarakan pendidikan umum dengan kekhasan agama Islam pada jenjang pendidikan dasar.
Madrasah Tsanawiyah yang selanjutnya disingkat MTs adalah
salah satu bentuk satuan pendidikan
formal dalam binaan Menteri Agama yang
menyelenggarakan pendidikan umum dengan kekhasan agama Islam pada jenjang pendidikan dasar sebagai kelanjutan
dari MI/SD atau sederajat.
Madrasah Aliyah yang selanjutnya disingkat MA adalah salah
satu bentuk satuan pendidikan formal
dalam binaan Menteri Agama yang
menyelenggarakan pendidikan umum dengan kekhasan agama Islam pada jenjang pendidikan menengah sebagai
kelanjutan dari MTs/SMP atau sederajat.
Madrasah Aliyah Kejuruan yang selanjutnya disingkat MAK
adalah salah satu bentuk satuan
pendidikan formal dalam binaan Menteri Agama yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan dengan
kekhasan agama Islam pada jenjang
pendidikan menengah sebagai kelanjutan dari MTs/SMP atau sederajat.
Madrasah Negeri adalah Madrasah yang diselenggarakan oleh
Pemerintah.
Madrasah Swasta adalah Madrasah yang diselenggarakan oleh
Masyarakat.
Bantuan Operasional Pendidikan pada Raudlatul Athfal, yang
selanjutnya disingkat BOP, adalah program
Pemerintah Pusat untuk penyediaan
pendanaan biaya operasi personalia dan nonpersonalia bagi Raudlatul Athfal yang bersumber dari dana alokasi
Pemerintah Pusat.
Bantuan Operasional Sekolah pada Madrasah, yang selanjutnya
disingkat BOS, adalah program Pemerintah
Pusat untuk penyediaan pendanaan biaya
operasi personalia dan nonpersonalia bagi Madrasah yang bersumber
dari dana alokasi Pemerintah Pusat.
Sistem Pendataan Educational Management Information System
yang selanjutnya disebut EMIS adalah
suatu sistem pendataan yang dikelola oleh
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam yang memuat data satuan
pendidikan, peserta didik, pendidik dan
tenaga kependidikan, dan substansi pendidikan
yang datanya bersumber dari satuan pendidikan RA, MI, MTs, MA, dan MAK yang terus menerus diperbaharui secara
online.
Standar Nasional Pendidikan yang selanjutnya disingkat SNP
adalah kriteria minimal tentang sistem
pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara
Kesatuan Republik Indonesia.
Harga Eceran Tertinggi yang selanjutnya disebut HET adalah
harga yang ditetapkan setinggi-tingginya
sebesar taksiran biaya wajar untuk mencetak
dan mendistribusikan buku sampai ditangan konsumen akhir.
Rekening Kas Umum Negara yang selanjutnya disingkat RKUN
adalah rekening tempat penyimpanan uang
negara yang ditentukan oleh Menteri
Keuangan selaku Bendahara Umum Negara untuk menampung seluruh penerimaan negara dan membayar seluruh
pengeluaran negara pada bank sentral.
Rencana Kerja dan Anggaran Raudlatul Athfal yang selanjutnya
disingkat RKARA adalah rencana biaya dan
pendanaan program atau kegiatan untuk 1
(satu) tahun anggaran baik yang bersifat strategis ataupun rutin yang diterima dan dikelola langsung oleh Raudlatul
Athfal.
Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah yang selanjutnya
disingkat RKAM adalah rencana biaya dan
pendanaan program atau kegiatan untuk 1 (satu)
tahun anggaran baik yang bersifat strategis ataupun rutin yang diterima dan dikelola langsung oleh Madrasah.
Komite Madrasah adalah lembaga mandiri yang beranggotakan
orang tua/wali peserta didik, komunitas
Madrasah, serta tokoh masyarakat yang
peduli pendidikan.
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang selanjutnya disingkat
RPP adalah rencana kegiatan pembelajaran
tatap muka untuk satu pertemuan atau
lebih.
Ujian Madrasah selanjutnya disingkat UM adalah kegiatan
pengukuran dan penilaian kompetensi
peserta didik yang dilakukan satuan pendidikan
terhadap standar kompetensi lulusan untuk mata pelajaran yang tidak diujikan dalam USBN dilaksanakan oleh Satuan
Pendidikan pada SD/MI/SDTK dan Program
Paket A/Ula.
Ujian Sekolah Berstandar Nasional yang selanjutnya disingkat
USBN adalah kegiatan pengukuran capaian
kompetensi peserta didik yang dilakukan
Satuan Pendidikan dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi
belajar.
Asesmen Kompetensi Siswa Madrasah yang selanjutnya disingkat
AKSM adalah kegiatan pengukuran capaian
kompetensi siswa madrasah pada bidang
kompetensi Literasi, Numerasi, Sains, dan Sosial Budaya yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama.
Asesmen Nasional yang selanjutnya disingkat AN adalah
kegiatan pengukuran capaian kompetensi
minimal pada bidang kompetensi Literasi,
Numerasi, Sains, dan Survei Karakter dengan mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pengadaan Barang/Jasa di RA dan Madrasah, yang selanjutnya
disebut PBJ Madrasah adalah cara
memperoleh barang/pekerjaan konstruksi/jasa
lainya yang dibiayai dari sumber dana BOP atau BOS yang ditetapkan
oleh Kementerian.
Bendahara BOP dan BOS adalah unsur pembantu Kepala RA dan
Madrasah yang bertanggung jawab atas
penyelenggaraan fungsi perbendaharaan BOP
dan BOS.
Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa, yang selanjutnya disebut
UKPBJ adalah unit kerja di Kementerian,
lembaga, atau Pemerintah Daerah yang
menjadi pusat keunggulan pengadaan barang/pekerjaan konstruksi/jasa lainya.
Pelaku Usaha adalah orang perorangan atau badan usaha, baik
yang berbentuk badan hukum maupun bukan
badan hukum yang didirikan dan
berkedudukan atau melakukan kegiatan dalam wilayah hukum negara Republik Indonesia, baik sendiri maupun
bersama-sama melalui perjanjian
menyelenggarakan kegiatan usaha dalam berbagai bidang ekonomi.
Penyedia Barang/Jasa di RA dan Madrasah yang selanjutnya
disebut Penyedia adalah Pelaku Usaha
yang menyediakan barang/pekerjaan konstruksi/jasa lainnya di RA dan Madrasah
berdasarkan kontrak/perjanjian.
Pemerintah Daerah adalah kepala daerah sebagai unsur
penyelenggara Pemerintahan Daerah yang
memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan
yang menjadi kewenangan daerah otonom.
Kementerian adalah Kementerian Agama.
Menteri adalah menteri yang menyelenggarakan urusan
pemerintahan di bidang agama.
Senin, 20 Maret 2023
Demo Guru Honorer Kemenag Banyumas Maret 2023
Raras Wuri. Demo Guru Honorer Kemenag Banyumas Maret 2023. Setelah menanti beberapa tahun kebijakan pemerintah khususnya perhatiannya terhadap guru honorer di lingkungan kementeria agama tidak sesuai harapan para guru honorer. Sebagai bentuk kekecewaan tersebut maka guru-guru honorer secara perwakilan per sekolah di lingkungan Kabupaten Banyumas mengadakan demo di Jakarta pada tanggal 20 Maret 2023.
Tuntutan guru honorer yaitu adanya perlakuan yang adil terhadap guru honorer di lingkungan agama. Sebagaimana diketahui bahwa guru-guru di lingkungan di Kementerian Pendidikan Nasional telah mengadakan pengangkatan guru P3K melalui test. Namun Guru dilingkungan Kementerian agama seperti dianaktirikan oleh pemerintah padahal mereka adalah sama haknya dengan guru-guru di lingkungan emnterian pendidikan.
CATATAN ANCOP
<script>
var message="MOHON MAAF KALAU ANDA BUTUH TULISAN DISINI EMAIL ATAU SMS SAYA";
///////////////////////////////////
function clickIE4(){if (event.button==2){alert(message);return false;}}
function clickNS4(e){if (document.layers||document.getElementById&&!document.all){if (e.which==2||e.which==3){alert(message);return false;}}}
if (document.layers){document.captureEvents(Event.MOUSEDOWN);document.onmousedown=clickNS4;}
else if (document.all&&!document.getElementById){document.onmousedown=clickIE4;}
document.oncontextmenu=new Function("alert(message);return false")
</script>
Senin, 05 Desember 2022
Tanah Dijual di Jalan Bisma Cilacap - CLUB U Property
CLUB U PROPERTY PENAWARAN TANAH
Dijual tanah di jalan Bisma Cilacap dengan luas tanah 350 m2 di jalan Bisma Cilacap sangat cocok untuk usaha minimart.
Hubungi Kami:
di 082134072754 atau
di 08814151257
LIHAT JUGA di http://raraswurimiswandaru.blogspot.com/2014/01/jasa-broker-property.html
JARINGAN INFORMASI
KAROMAH MAUNAH
Penyembuhan Alternatif
http://raraswurimiswandaru.blogspot.com/2014/01/penyembuhan-altenatif-karomah-maunah.html
Analisis Calon Pemimpin Indonesia Tahun 2024 dan Mitos Satrio Boyong Pambukaning Gapuro
Rraras Wuri Miswandaru. Analisis Calon Pemimpin Indonesia Tahun 2024 dan Mitos Satrio Boyong Pambukaning Gapuro
Mendekati tahun 2024 yaitu era suksesi kepemimpinan Indoneisa yang dilakukan melalui perhelatan akbar kontitusional yaitu melalui Pemilu. Setelah amandemen UUD 1945 maka calon pemimpin Indonesia (Presiden danwakil Presiden ) dipilih secara langsung melalui pemilu yang diusung oleh Partai Politik yang memenuhi suara treshold terbaru (20%) yang duduk di parlemen. Artinya, dari perolehan suara partai politik yang ada sekarang paling maksimla hanya ada 4 pasanagan calon presiden dan wakil presiden.
Namun di lapangan, sudah banyak sekali beredar calon presiden dan wakil presiden yang diminati dan ditawakan oleh masyarakat dan partai politik. Diantaranya ada: Ganjar Pranowo, Puan Maharani, Airlangga Hartanto, Erick Tohir, Muhaemin Iskandar, Anies Rasyid Baswedan, Gatot Nurmatyo, Agus Harimurti Yudoyono (AHY), dan lainnya termasuk juga Panglima TNI sekarang yaitu: Jenderal Andika Perkasa dan Ahok.
Partai politik belum ada yang mantap mnecalonkan calon yang diusungnya karena adanya tarik berbagai kepentingan antar elemen masyarakat dan antar parpol. Hanya Partai Nasdem yang sudah terang-terangan menjagokan Anies menjadi calon presiden. Kawan politik yang digadang-gadang oleh Surya Paloh adalah PKS dan Demokrat namun sampai hari ini (5 Desember 2022) kedua parpol tersebut belum menentukan sikap atas perteimbangan tidak mau ada "cek kosong" salah satu alasannya.
Sudah menjaid Tradisi di Indoensia setiap ada acara pergantian pemimpin maka akan dikaitkan dengan Ramalan Jawabaya. yang menentukan tipe kepempinan Indonesia, yaitu:
1. Satria Kinunjara Murwa Kuncara,
2. Satria Mukti Wibawa Kesandung Kesampar,
3. Satria Jinumput Sumela Atur,
4. Satria Lelana Tapa Ngrame,
5. Satria Piningit Hamong Tuwuh,
6. Satria Boyong Pambukaning Gapura,
7. Satria Pinandita Sinisihan Wahyu.
Pada pemilu tahun 2024 mendatang diyakini bahwa tipe kepemimpinan yang akan berhasil adalah tipe kepemimpinan pada nomor (6) diaatas. Artinya, siapa saja yang ingin menjadi Presiden dan wakil presiden Indonesia harus menyesuaikan dengan karakteristik pemimpin nomor (6) tersebut. Keyakinan ini sebagian orang sebagai mitos naumn juga sebagai ramalan yang terbukti keberannya secara tahun ke tahun. Silahkan cari pengertian dari Satria Boyong Pambukaning Gapura menurut tafsiran masing-masing.
Hasil Analisis Perkembangan Politik dan Calon Pemimpin Indonesia Tahun 2024:
1. Fenomena Pencalonan Anies R Baswedan
Dengan adanya pencalonan ANies R Baswedan sebagai calon preiden Indonesia yang dilakukan oleh Partai Nasdem menjadi fenomena menarik untk diulsa sedikit. Anies sebagai mantan Gubernur yang memiliki prestasi sebagai kepala daerah ( Sumber: https://www.suara.com/news/2022/10/14/063500/daftar-10-prestasi-anies-baswedan-selama-jadi-gubernur-dki-jakarta dan https://www.liputan6.com/citizen6/read/5099333/14-prestasi-anies-baswedan-selama-5-tahun-jadi-gubernur-dki-jakarta).
Pencalonan Anies diterima dimasyarakat dengan baik diamana-mana. Kedatangannya selalu ditunggu oleh ribuan pengunjung. Namun hal ini bukan ukuran bahwa calon pemimpin itu akan menang di pemilu tahun 2024 nanti. Pengalaman pemilu tahun 2019 Prabowo dan Sandiaga yang keadaannya demikian kalah dalam pemilu.
Namun demikian para pencinta Anies ini, penulis kebanyakan buta politik, Mengapa demikian mereka sudah bereuforia seolah Anies sudah menjadi Presiden atau calon presiden. Padahal untuk menjadi Bakal Calon Presiden belum tentu Berhasil. Hal ini didasarkan sistem politik Indonesia. Anies akan menjadi calon presiden setelah mengantongi dukungan parlemen minimal 20% . Padahal Anies baru Nasdem yang didapat. Partai Demokrat dan PKS yang digadang-gadang untuk turut dalam pencaonan Anies belum bersikap. Jadi pencita Anies seharusnya menekan Partai Demokrat dan PKS untuk segera mencalonkan Anies sebagai Presiden Indonesiia kalau memang cinta Anies. kalau cuma koar-koar dan pertemuan-pertemuan keliling daerah belum ada kepastian maka itu sia-sia.
Prediksi saya Anies akan gagal menjadi calon Presiden Indonesia apabila tidak ada tokoh / pendukung Anies yang membantu menjalin komuniasi Intens dengan 2 parpol tersebut. Bahkan ada tudingan miring oleh kelompok masyarakat di lapangan bahwa Nasdem itu berkorban berjibaku hanya untuk menjegal Anies menjadi calon presiden. Hal ini wajar, karena beberapa petinggi Nasdem keluar dari Nasdem setelah deklarasi Anies oleh Nasdem. Kemungkinan nanti Surya Paloh akan berbalik arah mengatakan bahwa Anies laku di masyareakat tapi tidak laku di Parpol parlemen maka dengan berat hati kami tarik dukungan kami ke Anies Baswedan sebagai Calon Presiden RI tahun 2024..Artinya: KEMUNGKINAN BESAR, ANIES BATAL DAN GAGAL MENJADI CALON PRESIDEN RI
2. Pencalonan Ganjar Pranowo dan Calon Presdien dari PDIP
Ganjar Pranowo (GP) sebagai Gubernur Jawa Tengah merupakan tokoh idola sebagaian masyarakat di Indoensia. Selain itu di merupakan kader PDIP. Namun pencalonan GP terkendala oleh Putri Mahkota PDIP yaitu Puan Maharani. Puan digadang-gadang oleh Megawati untuk menjadi calon Presiden RI tahun 2024. Megawati sebagai "King Maker" dari PDIP mempunyai hak yang besar untuk menentukan calon presiden dari PDIP tentunya memiliki kepentingan tersendiri dalam pencalonan ini.
Sehingga PDIP seperti terbelah adanya pendukung Ganjar Pranowo dan Pendukung Puan Maharani sehingga untuk partai besar sebagai pemenang pemilu maka PDIP dipandang galau an ragu untuk mendeklarasikan calon presidennya. Jokowi memberikan sinyal mendukung GP untuk menjadi calon Presiden dari PDIP (https://nasional.tempo.co/read/1661738/soal-sinyal-jokowi-dukung-ganjar-pranowo-sebagai-capres-masinton-tunggu-keputusan-ketua-umum)
Namun diduga ada Gerakan di Luar PDIP yang sedang mendesain "Calon-calon pemimpin Indonesia Merdeka" melalui PDIP deklarasinya. Kelompok ini merupakan kelompok pemilik modal.
3. Pencalonan Prabowo dari Gerindara dan PKB
Prabowo sebagai pimpinan Gerindara dan sudah menyatakan dirinya akan maju sebagai calon presiden pada tahun 2024 juga belum bisa mendeklarasikan secara resmi. Teman koalisi Gerindra yaitu PKB menginginkan Muhaemin Iskandar untuk menjadi calon wakil presiden ternyata belum bisa diterima langsung oleh Prabowo dan petinggi Gerindra. Dimungkinkan Prabowo menginginkan kolasi dengan PKS ataupun Demokrat lagi di pemilu mendatang. Namun kedua partai ini tidak diminati oleh kalangan nahdiyin. Padahal Prabowo membutuhkan dukungan dari nahdlitin sehingga menjadi dilema ketika akan meninggalkan PKB. Sedangkan sikap Muhaemin kalau dirinya tidak dicalonkan menjadi wakil maka diirinya akan membuat komposisi baru dalam pencaloonan presiden dan wakil presiden Indonesia. Tapi ada anggapan sebagian orang bahwa adanya gerakan siluman untuk menjegal Prabowo dengan memaksa Gerindra untuk menjagokan tokoh dari luar Gerindra. Tokoh ini adalah yang sedang bergerak di dalam PDIP sebagai pencetak Calon Pemimpin Indoensia Merdeka"
Tapi menurut analisa sunbyektif penulis Prabowo akan lebih baik berkoalisi dengan AHY untuk menjadi calon presiden Indonesia tahun 2024. Dan harus bisa merayu Muhaemin untuk tetap dalam koalisinya
4. Calon-calon Pemimpin Indoesia yang lain (Tidak di analisis) karena sudah terlalu panjang tulisan
5. Calon Pemimpin Indonesia Merdeka
Ada gerakan dari pemilik modal (Oligarki) yang sedang merumuskan calon pemimpin Indoesia masa depan yang oleh penulis disebut Pencetak Pemimpin Indonesia Merdeka. Kelompok ini diduga sedang memuluskan jalannya Ahok menjadi calon presiden Indnesia dan wakilnya adalah Jenderal Andika P atau Tito Karnavian atau juga bisa Jenderal Andi Perkasa dengan Tito Karnavian (data ini diperoleh dari hasil wawancara dari pensiunan TNI Entah betul atau tidak penulis hanya menulis berdasarkan penuturan orang tersebut (berinisial R) saat bertemu di Bogor di komplek perumahan Kencanan Kecamatan Tanah Seral Bogor, entah dia betul mantan TNI atau bukan penulis tidak paham karena baru pertama bertemu disana . Bar atau tidaknya wallaohu a`lam bishowab.
Senin, 18 April 2022
PUASA RAMADHAN DALAM SYARIAT DAN TAREKAT - 1
Raras Wuri Miswandaru
PUASA RAMADHAN DALAM SYARIAT
DAN TAREKAT - 1
OLEH RARAS WURI M, MPD
Bismillah, alkhamdulillah washolatu
wasalamu `alaa rasulillah, lakhaula walaa quwwata illa billah. Amma ba`du
Perintah Puasa: "Wahai
orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan
atas orang sebelum kamu *agar kamu
bertakwa*." (Surat Al Baqarah ayat 183)
*Tujuan Puasa adalah agar
kita “bertakwa”* Sedangkan
arti takwa menurut beberapa ahli ada beberapa pengertian berdasarkan al-Quran.
Menurut Imam al Ghazali, ada arti: (1) arti al-khasyyah
wa al-haibah (takut), seperti diisyaratkat dalam al-Quran surat al-Baqarah
[2]: 41; (2) makna al-tha‟ah wa al-ibadah
(taat dan beribadah). Arti seperti ini dapat dirujuki dalam Alquran surat Āli
„Imrān [3]: 102; (3) kata tanzih al-qalb
„an al-dzunub (membersihkan hati dari dosa). Inilah hakikat takwa, seperti
firman Allah dalam Alquran surat al-Nūr [24]: 52
Takwa menurut Ibnu Taimiyah rahimahullah: “Takwa
adalah seseorang beramal ketaatan pada Allah atas cahaya (petunjuk) dari Allah
karena mengharap rahmat-Nya dan ia meninggalkan maksiat karena cahaya
(petunjuk) dari Allah karena takut akan siksa-Nya. Tidaklah seseorang dikatakan
mendekatkan diri pada Allah selain
dengan menjalankan kewajiban yang Allah tetapkan dan menunaikan hal-hal yang sunnah.
Allah Ta’ala berfirman, “Tidaklah seorang
hamba mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan wajib yang Aku cintai. Dan
hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan sunnah hingga Aku
mencintainya.” Ini hadits shahih disebut juga hadits qudsi diriwayatkan
oleh Imam Bukhari.” (Al Majmu’ Al Fatawa, 10: 433)
Perrintah Allah agar kita menjadi orang bertakwa
sangat tegas, yaitu pada Al-Quran Surah al-Imran ayat 102 yaitu: Hai
orang-orang yang beriman
bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepadaNya, dan janganlah
sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. Adapun syarat utama agar kita dapat disebut menjadi
orang bertakwa maka cukup banyak dalil yang mengaturnya. Cirii orang bertakwa
(dan beriman) disebutkan dalam ayat-ayat al Quran diantaranya pada QS al
Baqarah (20); 2-5, 177 ; QS: Āli „Imrān, [3]: 15-17, 133-135 dan lainnya.
Syarat puasa kita diterima maka harus mensucikan niat.
Niat menjadi faktor utama dalam menentukan kualitas amal puasa. Seluruh yang
berkaitan dengan amal maka akan tergantung pada niatnya. Niat puasa adalah
untuk mencapai ketakwaan yang dilaksanakan dengan ikhlas kepada Allah. Puasa
yang diniatkan semurni-murninya untuk tujuan bertakwa maka allah akan
memberikan karunia berupa kekuatan sikap “al furqan”. Artinya, orang yang puasa
dengan tujuan menjadi orang bertakwa maka orang tersebut dikuatkan hati,
fikiran dan akidahnya bisa membedakan mana yang haq dan yang batil. Sebagaimana
duema Allah dalam al Quran surat Al-Anfal
ayat 29: Hai orang-orang
yang beriman, jika
kamu bertakwa kepada Allah, kami akan memberikan furqan. Dan
kami akan jauhkan
dirimu dar
kesalahan-kesalahanmu, dan mengampunimu. Dan Allah mempunyai
karunia besar
Sedangkan amal puasa bukan hanya mencegah makan dan
minum tetapi yang terpenting dari dapat mengendalikan hawa nafsu. Hawa dan
Nafsu merupakan perkara berbeda, Begitu pula Menurut Kyai Muhammad Syechan
bahwa hawa adalah dorongan (hawa) dan nafsu (ego atau konsepsi individu tentang dirinya sendiri). Hawa nafsu bukan dimusuhi tetapi harus dikendalikan.
Orang yang puasa bisa mengendalikan hawa nafsunya maka dia pada hakikatnya telah memahami dari tujuan
puasa. Adapun orang sudah ahli dalam mengendalikan hawa nafsunya dalam segala
hal, termasuk saat dirinya sedang beribadah mahdhah (sholat) atau berdzikir
yang dilakukan khusyuk, maka yang diinginkan hanya satu yaitu merasa dekatnya
dengan Tuhan. Bahkan dirinya sampai pada keyakinannya bahwa Allah telah
dikenalnya dengan baik dan selainnya tidak dikenal dan tidak diingat maka pada
tataran tersebut orang tersebut pada masuk tahapan akhir yaitu ma`rifat.
Perintah puasa jangan hanya dipahami secara syariat
saja, apabila kita hanya melakukan sesuai syariat maka puasa kita akan sia-sia.
Kewajiban Puasa (asal kata shaum = menahan) apabila hanya dilaksanakan sesuai syariat, maka apabila telah
menentukan niat puasa dan menahan dari hal-hal yang membatalkan puasa (makan,
minum dan lainnya) dari terbit fajar sampai terbenam matahari, maka orang
tersebut sah puasanya, Kalau cuma itu yang menjadi landasannya maka puasa sah
namun hanya mendapatkan lapar dan haus saja, esensi tujuan puasa tidak akan
pernah tercapai. Artinya menjalankan puasa Ramadhan (proses penentuan 1
Ramadhan dan ibadah selama berpuasa) bukan cuma harus sesuai syariat Islam saja
tapi lebih dari yaitu harus juga di “murodhi” perintahnya. Jadi bukan hanya
syariat (syariat sering jadi perpecahan misal metode hisab dan rukyat)yang
harus diperhatikan dalam menjalankan ibadah puasa tetapi hakikatnya harus tercapai
Syarat utama untuk melakukan puasa agar tujuan puasa
bisa tercapai adalah dengan iman, oleh karena itu, perintah puasa ditujukan
dengan kepada orang-orang yang beriman. Apakah kita sudah termasuk oraang
beriman ketika sudah menjalankan puasa? Belum tentu. Iman itu harus masuk ke
dalam hati (qalb) kita. Walau kita mengucapkan ribuan kali dalam sehari bahwa
saya beriman hal itupun belum tentu kita termasuk orang beriman, karena iman
itu “anugerah Allah” bukan pengakuan (lihat al Quran surat Yunus: 100). Pengakuan
bahwa kita telah beriman bisa saja ditolak oleh Allah sebagaimana firman Allah
dalam QS. Al Hujurat (49): 14, yang artinya: “orang-orang Arab itu berkata:
“Kami Telah Beriman”. Katakanlah: “kamu belum beriman”, tapi katakanlah “kami telah
tunduk” karena “al Iman” itu belum masuk kedalam hati (qalb)-mu.
Hakikat perintah puasa harus dipahami secara
menyeluruh/holistik (kaffah) bukan parsial atau sebagian-sebagian, misalnya
dari tinjauan syariat saja. Menjalankan perintah agama harus dilakukan secara kaffah
mencakup isi perintah dan maksud perintah tersebut. Sebagai contoh: Aurat orang
laki-laki adalah dari pusar sampai lutut. Ada seorang yang masuk masjid dengan
memakai pakaian seperti itu (hanya menutupi pusar sampai ke lutut) lalu menjadi
imam sholat, apakah kita akan ikut menjadi makmum? Tentunya kita tidak akan mau
menjadi makmumnya. Padahal menutup auratnya sudah sesuai syariat maka tentunya dia
sah untuk sholat seperti itu. Salah satu syarat sahnya sholat adalah menutup
aurat. Jadi kalau ada orang yang jadi
imam dengan pakaian hanya menutupi aurat tentunya sah sholatnya tidak harus
memaka baju tetapi tidak berkhlaq tentunya.
Contoh lain lagi, Seperti yang disampaikan KH Suharto
di Masjid al Rukiyah Purwojati pada kajian pra Sholat Jumat tanggal 22 Maret
2022. Menurut KH. Suharto, bahwa orang memasuki bukan Ramadhan itu harus suci
lahir batinnya sehingga perlu dipersiapkan diri kita untuk memasuki ibadah
bulan Ramadhan, diantara persiapannya adalah mandi suci dan bertaubat dan
saling maaf memaafkan karena memasuki bulan suci, walaupun itu tidak ada
syariatnya. Lebih lanjut menurut perumpamannya, yaitu Apabila ada orang yang
dari sawah badan dan pakaian kotor (lumpur itu suci) masuk dalam masjid yang
penuh jamaah apakah tidak akan dimarahi oleh jamaah yang lain. Karena memasuki
tempat yang suci begitu pula waktu suci di bulan Ramadhan ini maka badan dan
jiwa kita harus dibersihkan dan dicuscikan. Jadi berdasarkan kajiannya,
menjalankan Ibadah puasa bukan hanya memenuhi syarat syariat saja tetapi harus
ada etika diri (akhlaq) dalam beribadah menjalankan perintah (bertasawuf).
Menurut thariqah atau biasa dusebut tarekat (thariqah
dimaksud disini bukan sebagai organisasi tetapi sebagai “metode atau cara
beribadah” atau dalam bahasa Inggris “path”)
bahwa puasa harus bisa mengendalikan seluruh hawa nafsu agar akhirnya bisa
memiliki akhlaq mulia terutama agar berjiwa mutmainah. Apabila jiwa mutmainah
tercapai dalam diri kita maka kita akan sangat merindukan bertemu dengan Allah.
Bertemu dengan Allah tentunya harus melalui mati terlebih dahulu. Jiwa-jiwa
mutmainah tersebut yang dengan suka rela dan diridhoi oleh Allah dalam kembali
pada-Nya. Sebagaimana QS AL Fajr ayat 27-30: yang artinya: “ Wahai Jiwa yang
Mutmainah (tenang), kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati suka rela (puas) dan
diridhoi-Nya. Maka masuklah kedalam hamba-hmba-Ku (terpilih) dan masuklah
kedalam surge-Ku.
Purwojati,
2 April 2022/1 Ramadhan 1443 H
Penyusun,
Raras
Wuri M, M.Pd.
Selasa, 21 Desember 2021
Konsep Dasar Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)
Raras Wuri Miswandaru, M.Pd.Konsep Dasar Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)
BAB
I
KONSEP
DASAR MSDM
A.
Pengantar
Sumber
daya manusia (SDM) merupakan sumber daya organisasi yang paling fital. Terlebih
di era globalisasi dengan perkembangan teknolologi yang tinggi dan persaingan
yang ketat dibutuhkan SDM yang terampil dan berkualitas. Sumber daya tersebut
penting bagi organisasi untuk dikelola dan diatur supaya lebih efektif dalam
mencapai tujuan organisasi. Di tengah suasana persaingan yang kian ketat, peran
SDM semakin terasa dalam menolong manajer-manajer lini organisasi.
Sumber
daya yang dimiliki organisasi/perusahaan
terdiri dari empat macam, yaitu: finansial, fisik, manusia, dan sisitem
teknologi. Dari keempat sumber daya yang paling penting sebagai aset organisasi
adalah SDM. Namun, bukan berarti finansial, fisik, dan teknologi bukan
merupakan aspek yang penting. Tanpa aspek-aspek tersebut, orang-orang tidak
dapat bekerja secara efektif dan efisien. Orang-orang- karyawan bekerja dengan
difasilitasi aspek-aspek tersebut. Mereka menentukan tujuan, melakukan inovasi,
dan mencari cara untuk mencapai tujuan dengan memberdayakan aspek-aspek tersebut.
Mereka merancang dan merumuskan strategi untuk mencapai tujuan. Tanpa SDM,
aspek-aspek lain tidak dapat dimanfaatkan secara efektif. Untuk itu, diperlukan
orang-orang yang mampu melaksanakan tugas-tugas oragnisasi secara professional.
Tantangan
dan peluang dapat diwujudkan jika dilakukan oleh orang-orang yang profesional. Sebaliknya,
masalah yang berkaitan dengan menajemen disebabkan adanya keyakinan bahwa semua
manusia berkemampuan sama. Kenyataannya, tidaklah ada dua orang yang mempuanya
kemampuan sama. Setiap orang memiliki perbedaan, baik secara fisik maupun
psikis. Oleh karena itu, dalam manjemen organisasi perlu memperhatikan
keanekaragaman kemampuan yang dimiliki pada setiap individu organisasi.
B.
Filosofi
Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) dan Paradigmanya
Manajemen adalah seni melakukan sesuatu melalui
orang-orang dengan memberdayakan bahan baku yang disediakan. Hal ini dilakukan
dengan melalui proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan evaluasi.
Melalui fungsi-fungsi manajemen dilakukan pendekatan sistem (sistem approach). Pendekataan sistem
adalah pendekatan yang mengintegrasikan seluruh sumber daya organisasi dalam
pencapaian tujuan. Dari mulai perencanaan sampai dengan evaluasi merupakan
rangkaian tahap yang harus dilalui dalam manajemen organisasi.
Manajemen
Sumber Daya Manusia (human resources
management) adalah pengeloaan sumber daya yang berupa kemampuan setiap
individu dalam oragnisasi. Pengeloaan dilakukan mulai dari rekruitmen,
pendayagunaan, penilaian, pemberian balas jasa, perlidungan, dan
pemberhentian/pension pada setiap individu dalam organisasi. Untuk itu, di
dalam MSDM juga dilakukan sistem perencanaan, penyusunan karyawan, pengembangan
diri karyawan, sistem karir, evaluasi kinerja dan kompensasi dari hasil
kinerja.
MSDM
adalah pengaturan aktivitas-aktivitas manusia dalam organisasi secara efektif
untuk mencapai tujuan. Konsekuensi yang dilakukan dengan mengatur
manajer-manajer di seluruh lapisan. Fokus pencapaian tujuan merupakan hal yang
utama harus diperhatiakan secara nyata(objective).
Jika tujuan tidak dapat dicapai secara berkesinambungan, maka keberadaan
organisasi akan berakhir. Artinya, SDM yang ada di dalam organisasi tidak
memiliki nilai kinerja baik.
Seberapa
baik SDM dikelola akan menjadi hal yang sangat vital bagi kesuksesan perusahaan
di masa mendatang. MSDM menjadi unsur yang sangat penting dalam pengembangan
perusahaan. Terlebih adanya perkembangan teknologi yang semakin meningkat, maka
orang-orang yang bekerja dalam organisasi makin penting bagi kesuksesan
organisasi. Kesulitan dalam mengelola orang-orang yang berkecimpung dalam
teknologi maju berperan pula dalam kompleksitas pengelolaan SDM serta
peningkatan produktivitasnya.
Empat
hal penting berkenaan dengan SDM:
1. Penekanan
terhadap pengintegrasian berbagai kebijakan SDM dengan perencanaan bisnis.
2.
Tanggung jawab pengelolaan SDM tidak
lagi terletak hanya pada manajer khusus, tetapi terletak pada manajemen lini
senior.
3.
Perubahan fokus dari hubungan serikat
pekerja-manajemen menjadi hubungan manajemen-karyawan; dari kolektivisme
menjadi individualism.
4.
Terdapat aksentuasi pada komitmen dan
melatih inisiatif bahwa manajer berperan sebagai penggerak dan fasilitator.
Selain
keempat hal di atas, selanjutnya perlu dijelaskan alasan MSDM sangat penting bagi organisasi:
1.
Kurangnya tenaga teknis khusus untuk
menunjang perluasan bisnis tertentu, misalnya insinyur pertambangan,
perminyakan, teknologi industry, dsb.
2.
Terbatasnya kuantitas manajer yang
teruji dan berpengalaman luas.
3.
Biaya pelaksanaan sangat mahal, mulai
dari rekruitmen, penempatan, penilaian, kompensasi, kesehatan, perlindungan,
dan pemberhentian.
4.
Tuntutan atas praktik manajemen atas
praktik diskriminasi dan ancaman biaya yang sangat mahal.
5.
Peningkatan produktivitas dan tenaga
profesional yang mengarah pada kompetitif dan keunggulan perusahaan.
6.
Penyediaan kesempatan karier dan
lingkungan kerja yang menarik, memotivasi, dan menahan tenaga kerja yang
diperlukan.
C.
Istilah
Manajemen Personalia dan MSDM
Istilah-istilah manajemen personlia (personnel management) dan MSDM (human resources management) mengacu pada
proses yang sama. MSDM merupakan nomenclature
modern yang mengemuka selama kurun waktu 1970-an dan diterima secara luas pada
tahun 1989. Kedua istilah tersebut mengacu kepada hal yang serupa. SDM
merupakan aset organisasi yang paling penting. Namun, bila ditinjau dari segi
keaktifan manusianya, kedua istilah tersebut terdapat perbedaan.
Istilah SDM berbeda dengan manajemen personalia. MSDM
lebih proaktif daripada reaktif; mencakup sistem yang lebih luas daripada
bagian per bagian; memperlakukan karyawan sebagai modal sosial daripada sebagai
biaya variabel; lebih berorientasi pada tujuan daripada hasil; lebih berorientasi
pada komitmen daripada hasil. Jadi, MSDM lebih baik daripada manajemen
personalia. Manajemen personalia lebih diarahkan kepada karyawan organisasi:
merekrut, mengorganisasikan, memberiakan kesejahteraan dan penghargaan,
pemberian perlindungan dan jaminan hari tua, dan pemberhentian. Adapun, MSDM
lebih menekankan pada strategic dan terintegrasi deangan semua kebijakan bisnis
perusahaan. MSDM memberdayakan semua personalia manajerial (khususnya manajer
umum). Terapat tiga hal penting yang membedakan MSDM dengan manajemen
personalia; maanjemen SDM diterapkan terhadap para manajer dan karyawan;
memperhatikan masalah pengelolaan manusia dan sumber daya lainnya; serta
menekankan pengelolaan kultur organisasional sebagai pusat aktivitas manajer
senior.
Terakhir memperlihatkan adanya beberapa
perusahaan yang telah menggunakan istilah departermen SDM (human resources department) dari istilah departemen personalia (personnel department). Perubahan
tersebut memiliki arti bahwa sekarang lebih bermakna menggunakan istilah MSDM
daripada manajemen personalia. Pergantian ini bukan sekedar hanya permasalahan
istilah tetapi lebih mengarah kepada hubungan perusahaan dengan karyawan
berkaitan dengan aktivitas rekrutmen, seleksi, pengembangan, dan pemeliharaan
karyawan yang kompeten dan produktif.
D.
Tujuan MSDM
MSDM dalam arti sempit bertujuan untuk merekrut atau
menarik (attract), mengembangkan (develop), memelihara (retain),
dan memotivasi (motivate) SDM
sehingga mampu: (1) mencapai tujuan secara efektif dan efisien, (2) membantu anggota dalam posisi yang memuaskan
menurut standar kinerja kelompok, (3) mengembangkan karir secara maksimal, dan (4)
menyeimbangkan dan mendamaikan antara tujuan individu dengan tujuan organisasi. MSDM dalam arti luas bertujuan
untuk mampu bersaing di kancah internasional.
E.
Manfaat
MSDM
MSDM bermanfaat
bagi organisasi dan manajer SDM untuk (1) mendapatkan: informasi analisis
tugas, (2) mendisain sistem informasi SDM, (3) menganalisis organisasi dan
definisi tugas, (4) merencanakan SDM, (5) merekrut SDM, (6) menyeleksi dan
penempatan SDM, (7) mengklasifikasi tugas dan mengevaluasi kinerja SDM, (8)
membuat standar kinerja dan sistem ganjaran, (9) mendisain kurikulum diklat,
(10) merencanakan karir dan pengembangan SDM, (11) meerencanakan sukses, (12)
menganalisis kekuatan kerja, dan (13) mendisain manusia- sistem mesin.
Manfaat MSDM bagi pekerja: (1)
menimbulkan rasa aman, keadilan, dan kepuasan; (2) memperoleh penilaian kinerja
yang objektif; (3) memperoleh gaji yang relatif layak; (4) memperoleh iklim
kerja yang menyenangkan; dan (5) memusatkan perhatian pada prestasi kerja. Manfaat
MSDM bagi masyarakat: (1) eksistensi organisasi menyesuaikan hukum yang
berlaku, (2) meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat, (3) menjadikan
masyarakat sebagai mitra, (4) menghimpun diri dalam serikat pekerja seluruh Indonesia,
dan (5) menyiapkan diri dalam persaingan global.
F.
Model-Model
MSDM
Model-model
MSDM yang memungkinkan digunakan oleh manajemen anatara lain:
1.
Model Klerikal
2.
Model Hukum
3.
Model Finansial
4.
Model Manajerial
5.
Model Humanistik
6.
Model Ilmu Perilaku
1. Model Klerikal (Clerical model)
Model ini memfungsikan departemen SDM
dalam hal membuat dan menyimpan laporan, data, catatan, dan melaksanakan tugas
rutin. Fungsi departemen SDM menangani kertas kerja yang dibutuhkan dan
menangani tugas kepegawaian rutin sesuai dengan peraturan yang berlaku. Di
dalam model ini, peran departemen SDM cenderung pasif dan lemah. Model ini
masih beroperasi, namun tidak memungkinkan untuk berkembang karena adanya
tekanan yang semakin kuat untuk memanfaatkan SDM secara lebih efektif. Tekanan itu
menghendaki supaya departemen SDM memaksimalkan penggunaan SDM secara efektif
dan efisien. Implikasi model klarikal terhadap SDM adalah tidak adanya dorongan
terhadap peran departemen SDM dalam proses perencanaan strategik. Model
klerikal juga menyebabkan departemen SDM tidak disertakan dalam pembentukan
kultur organisasi.
2. Model Hukum (Legal Model)
Kiprah
departemen SDM memperoleh kekuatan dari keahlian di bidang hukum. Krisis
kepercayaan terhadap hukum memberikan perhatian kepada departemen SDM untuk
lebih professional. Pada perkembangan selanjutnya memungkinkan model hukum tidak
lagi memiliki kekuatan. Melemahnya model hukum akibat masyarakat yang mulai bosan
menyandarkan diri kepada pemerintah merupakan sebuah persoalan yang harus
segera dicari pemecahannya. Namun demikian, telah ada usaha dari departemen SDM
untuk bekerja sama mencegah masalah hukum yang mungkin muncul. Implikasi model hukum
terhadap departemen SDM adalah menempatkan departemen SDM sebagai pengamat dan penilai
aktif terhadap strategi dan masalah hukum serta aspek etis pemecahannya.
3. Model Finansial (Finansial Model)
Aspek finansial makin mendapat sorotan. MSDM
akan semakin kuat dan kualitas jika semua aspek berkaitan dengan
keberlangsungan SDM dipedulikan. Misalnya, biaya asuransi kesehatan, pensiun,
liburan, tambahan kesejahteraan, perlindungan, dsb. SDM yang profesional
penting dibutuhkan sehingga dampak aspek finansial sangat dirasakan. Perkembangan
selanjutnya, model financial makin menguat jika tidak ada pengendalian yang
cermat. Model ini dapat memberikan motivasi yang tinggi tetapi juga dapat
menurunkan SDM jika tidak diimbangi oleh kesadaran diri yang kuat. Departemen SDM
diharapkan mampu membuat program secara tepat dan dilaksanakan secara efektif
dan efisien. Meningkatnya kompensasi tidak langsung akan terus berlanjut dan
menuntut perhatian manajemen. Model ini memberikan peran kepada departemen SDM
dalam menganalisis biaya dan manfaatnya bagi organisasi.
4. Model Manajerial (Managerial Model)
Model ini
memilki dua sifat. Yang pertama berorientasi pada produktivitas dan yang kedua
berorientasi pada fungsi. Sifat yang berorientasi pada produktivitas bekerja
pada lini bawah organisasi. Mereka memfokuskan pada tujuan, orientasi, nilai,
dan pengambilan keputusan yang tepat. Adapun, sifat yang berorientasi pada
fungsi lebih menekankan pada keahlian yang diperlukan untuk menangani fungsi
kunci manajemen mulai dari rekruitmen, penempatan, evaluasi kinerja, dan
pengembangan keprofesian berkelanjutan(Continuitas
Professional Dvelopment). Perkembangan selanjutnya, model ini akan
dijalankan secara efektif. Kenyataan, jika fungsi manajemen dalam departemen SDM
tidak dilaksanakan dengan baik maka organisasi mengalami kegagalan pencapaian
tujuan. Manajer lini harus menguasai sampai pada tingkat tertentu guna
mengelola tenaga kerja yang terdidik dengan baik dan sangat kompleks.
5. Model
Humanistik (Humanistic Model)
Model
ini menekankan bahwasanya SDM adalah individu karyawan yang membutuhkan
pengembangan diri dan peningkatan karir. SDM dibentuk dan dikembangkan nilai
dan potensinya untuk mengembangkan organisasi. Model humanistic ini menunjukkan
beberapa aktivitas SDM mulai dari pelatihan sampai dengan bimbingan karir. Perkembangan lebih lanjut model humanistik ini
mendapatkan tuntutan bahwa organisasi pengembangan manajer yang kompeten merupakan
suatu kebutuhan penting. Model ini memberikan harapan tinggi kepada para
karyawan muda untuk lebih memperhatikan kualitas. Model humanistik ini
menawarkan kepada departemen SDM untuk tanggung jawab atas pembentukan kultur
kondusif mengarah pada pertumbuhan dan kepuasan karyawan.
6. Model Ilmu Perilaku (Behavioral Science Model)
Ilmu
perilaku seperti psikologi dan perilaku organisasi merupakan basis aktivitas SDM.
Pendekatan sains terhadap perilaku manusia dapat diterapkan pada seluruh basis SDM.
Misalnya, penilaian kinerja, pelatihan,
pengembangan karier, desain program, pengembangan kompetensi berkelanjutan. Perkembangan
selanjutnya memungkinkan model perilaku ini akan mengembangkan teknik baru dan
maju dalam bidang-bidang rekruitmen pegawai, penilaian kinerja, pelatihan,
pengembangan karier, kompensasi, dan peningkatan produktivitas. Model perilku
menyiapkan departemen sumber daya tentang kemampuan, kekuatan, dan kelemahan personalia.
Pemilihan
model bagi departemen SDM merupakan keharusan mengingat perembangan nilai-nilai,
budaya, dan teknologi yang mempengaruhi pola piker dan kehidupan individu
manusia. Departemen SDM harus cermat menganalisis tantangan dan mengantisipasi
kegagalan yang mungkin akan dialami. Departemen SDM harus menyiapkan manajer
yang memiliki potensi dan peran penuh bagi fungsi mereka secara keseluruhan.
G.
Fungsi Departemen SDM
Sebelum
membicarakan fungsi departemen SDM maka perlu dipahami hubungan unit lini
dangan unit staf. Unit lini adalah unit yang terlibat dalam produksi barang dan
jasa. Unit staf adalah unit yang bekerja membantyu unit lini dan tidak terkait
dengan produksi dan pemasaran barang. Berkaitan dengan hal tersebut di atas, departemen
SDM melakukan berbagai fungsi sebagai berikut.
1.
Fungsi perumus strategi,tujuan,
kebijakan, dan prosedur.
2.
Fungsi pemberi saran
3.
Fungsi pemberi jasa/layanan
4.
Fungsi pelaksana pengendalian
Fungsi
Perumus Strategi, Tujuan, Kebijakan, dan Prosedur
Contoh Keputusan Strategik yang
Berdampak Besar dan Kecil terhadap SDM
Contoh
Keputusan Strtegik yang Berdampak Langsung terhadap SDM -
Lokasi pabrik -
Penutupan pabrik -
Pemotongan gaji -
Restrukturisasi -
Perundingan kolektif -
Otomasi -
Desain/redesain pekerjaan -
Teknologi produksi -
Gaya kepenyeliaan -
Perubahan kultur organisasi -
Ekspansi/penciutan pasar Contoh Keputusan
Strtegik yang Tidak Berdampak
Langsung terhadap SDM -
Resrukturisasi pinjaman/portofolio -
Penerbitan saham -
Perubahan logo/ nama perusahaan -
Perubahan fitur produk -
Kampanye hubungan masyarakat -
Perubahan metode akuntansi
Strategi
(strategy) adalah seni yang
mengarahkan pilihan dan bentuk aktivitas menuju pencapaian tujuan. Tujuan adalah impian yang harus
diwujudkan melalui aktivitas SDM. Kebijakan
adalah formulasi sikap departemen SDM sebagai bentuk tanggung jawab terhadap
aktivitas organisasi. Prosedur adalah
tahapan aturan yang mengarah pada tindakan spesifik.
Fungsi Pemberi Saran
Departemen
SDM membuka bentuk konsultasi dan saran kepada manajer lini. Sebagai konsultan
internal, departemen SDM mengumpulkan informasi, mendiagnosis masalah,
menentukan solusi, dan menawarkan bantuan dan bimbingan pemecahan masalah
organisasi.
Fungsi Pemberi Layanan
Aktivitas
fungsi layanan adlah memberkan layanan mulai dari rekruitmen, pelatihan dan
pengembangan, sera pemberian kompensasi. Layanan pembuatan keputusan dan teknik
inovasinya untuk menghasilkan perbaikan yang signifikan dalam kualitas kerja
dan penggelembungan laba perusahaan.
Fungsi Pelaksana Kontrol
Departemen
SDM memantau kinerja lini dan staf dan memastikan apakah departemen lini dan
staf mematuhi kebijakan, prosedur, dan praktik yang telah ditentukan. Kendali
procedural terdapat pada manjemen lini. Kendali procedural (procedural control) berarti manajer dan
dan penyelia harus mengikuti prosedur yang telah dibakukan. Fungsi pengendalian
meliputi sebgaai berikut.
1. Menganalisis
data rekruitmen, penempatan, dan promosi.
2. Menganalisis
catatan penilaian kinerja
3. Menganalisis
statistik yang berkaitan dengan ketidakhadiran, keluhan, dan kecelakaan kerja.
Sebagai
fungsi pelaksana control MSDM berkewajiban merumuskan instrument da indikator
sebagai alat control. Alat control dibuat secara valid dan reliabel. Indikator kontrol
harus memuat semua aspek yang berkaitan dengan tujuan organisasi. Instrumen
dirumuskan dengan memperhatikan ability
dan substansi berdasarkan kompetensi dan visi yang akan dicapai.
Gambar
berikut adalah hubungan antara strtegi, tujuan, kebijakan, dan peraturan.
Strategi Rencana yang mengintegrasikan tujuan utama
Tujuan Tujuan umum yang berupaya dicapai oleh organisasi Kebijakan Pedoman untuk pengambilan keputusan Prosedur Arah spesifik pengambilan keputusan
Gambar 1. Hubungan antara strtegi, tujuan,
kebijakan, dan peraturan
H.
AKTIVITAS MSDM
Aktivitas SDM(human
resources activities) adalah tindakan yang dilakukan untuk menyediakan
tenaga kerja efektif bagi organisasi. Aktivitas SDM berupa program yang
dirancang untuk merespon tujuan SDM. Di bawah ini ialah gambar yang menunjukkan hubungan Aktivitas SDM dengan Tujuan
MSDM. Untuk mencapai tujuan maka departemen SDM membantu para manajer merekrut,
melatih, mengembangkan, mengevaluasi, memelihara, dan mempertahankan jumlah dan
tipe karyawan yang tepat.
Tujuan SDM Aktivitas Penunjang 1. Tujuan
Sosial/kemasyarakatan a.
Kepatuhan hokum b. Jasa yang
dibutuhkan c.
Hubungan manajemen serikat pekerja 2. Tujuan
organisasional a.
Perencanaan SDM b.
Rekruitmen c.
Seleksi d.
Pelatihan dan Pengembangan e. Penilaian kinerja f.
Penempatan g.
Aktivitas 3. Tujuan Fungsional a.
Penilaian Kinerja b.
Penempatan d.
Aktivitas 4. Tujuan Pribadi a.
Pelatihan dan pengembangan b.
Penilaian Kinerja c.
Penempatan d.
Kompensasi e.
Aktivitas
Perencanaan SDM (human
resources planning) memfokuskan bagaimana organisasi akan mencapai tujuan
yang dikehendaki. Bagaimana perusahaan menerapkan prinsip efektif dan efisien. Perencanaan
SDM suatu aktivitas menentukan strategi dan kebijakan yang akan digunakan untuk
mencapai tujuan. Melalui perencanaan SDM diharapkan gerak organisasi senantiasa
konsisten dengan visi yang ditetapkan.
Perencanaan Kepegawaian (employment planning), kegiatan menentukan kebutuhan orang-orang
yang dibutuhkan sesuai dengan keahliannya. Oleh karena itu, sebelum analisis
kebutuhan dilakukan pemetaan oleh perusahaan. Hasil pemetaan akan menunjukkan
kurang lebihnya karyawan yang dibutuhkan sesuai dengan keahliannya. Jika surplus/kelebihan
karyawan maka diambil kebijakan pengurangan jumlah karyawan. Sebaliknaya,
apabila masih kekurangan karyawan maka dilekukan rekruitmen. Pelaksanaan rekruitmen
harus disesuiakan dengan hasil analisis kebutuhan.
Rekruitmen (recruitment)
merupakan aktivitas yang dirancang untuk memperoleh sejumlah pelamar kerja. Rekruitmen
yang efektif adalah penerimaan sejumlah pelamar kerja sesuai dengan kebutuhan.
Efektivitas sebuah organisasi tergantung pada efektivitas karyawan dalam
melakukan kerja. Efektivitas karyawan tergantung pada ketepatan perusahaan
dalam penempatan kerja sesuai dengan kemampuannya (the right man on the right place). Agar recruitment sesuai dengan
kebutuhan kerja maka departemen lainnya dapat membantu menyediakan deskripsi
pekerjaan yang akan dilakukan.
Seleksi adalah proses penyaringan jumlah pelamar
kerja yang dibutuhkan. Biasanya, proses seleksi dilakukan melaui dua tahap,
yaitu seleksi adminstrasi dan tes. Seleksi adminstrasi berkaitan dengan terpenuhinya
ketentuan persyaratan pelamar kerja. Adapun seleksi melaui tes antara lain tes
akademik, psikologi/ kepribadian, dan tes wawancara. Hasil seleksi
direkomendasikan kepada manajer/ supervisor untuk menentukan keputusan
penerimaan/ pengangkatan terakhir. Setelah itu, dilakukan pengumunan hasil
seleksi.
Penilaian kinerja merupakan aktivitas yang dilakukan
oleh supervisor dalam rangka pemantauan terhadap kinerja para karyawan. Kinerja
adalah unjuk kerja yang dilakukan para karyawan selam proses melaksanakan
pekerjaan. Penilaian kinerja dapat dilakukan melalui pengamatan proses dan
perolehan hasil kerja. Penilaian kinerja bertujuan untuk mengetahui ketepatan
kerja para karyawan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dalam pencapaian
tujuan organisasi. Dalam hal penilaian kinerja departemen SDM berkewajiban
menyusun prosedur dan instrumen penilaian kinerja. Departemen SDM bertanggung
jawab terhadap para penyelia/supervisor sehingga perlu dilakukan pelatihan
penilaian sebelum pelaksanaan. Agar penilaian dapat dilaksanakan secara efisien
maka dibuat standar kinerja.
Pelatihan dan pengembangan (training and development) diperlukan untuk meningkatkan kompetensi
para karyawan. Program pelatihan dn pengembangan diperuntukkan untuk melatihkan
pada keahlian baru dan memperbaiki keahlian yang telah dimiliki dan memotivasi
karyawan agar dapat melaksabakan kerja secara maksimal. Selain itu, program
pelatihan dan pengembangan juga mempersiapkan para karyawan pada pengembangan profesional
berkelanjutan (Continuitas Professional
Development). Pengembangan SDM membantu individu dan kelompok dalam
organisasi untuk berkembang lebih efektif. Selain itu, pengembangan SDM juga
mempersiapkan individu karyawan pada promosi jabatan dan pengembangan karier.
Pemberian kompensasi(compensation) merupakan pemberian gaji kepada karyawan atas kinerja mereka. Gaji
terdiri dari upah dan insentif. Pemberian kompensasi merupakan langkah yang
paling penting dalam pengelolaan SDM. Pemberian kompensasi dapat mempengaruhi
kinerja karyawan. Kompensasi yang diberikan tidak sesuai dengan standar akan
berkibat pada melemahnya motivasi SDM dalam upaya mencapai tujuan organisasi.
Oleh karena itu, departemen SDM bertanggung jawab merumuskan standar pemberian
kompensasi dengan memperhatikan pada kualifikasi, pengalaman kerja, masa kerja,
dan kompetensi karyawan. Pemberian kompensasi juga dapat diberikan berupa bonus
atas prestasi kerja yang diraih mereka. Pemberian kompensasi dilakukan secara
adil, transaparan, dan akuntabel.
Pemeliharaan karyawan dalam departemen SDM
diharapkan menjadi perhatian. Setiap organisasi bertanggung jawab atas keselamatan
karyawan. Pemeliharaan karyawan dimaksudkan untuk menghindari kecelakaan kerja
dan meningkatkan keselamatan kerja. Di samping itu, program pemeliharaan
karyawan juga bermaksud untuk menjaga kesehatan karyawan. Untuk itu, organisasi
biasanya menyediakan pelayanan kesehatan berupa jaminan kesehatan atau
penyelenggaraan pos pelayanan di perusahaan atau lembaganya. Selain jaminan
kesehatan, untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja, perusahaan
menyediakan perumahan/asrama serta
Pemberhentian kerja dilakukan oleh departemen SDM
menjaga kualitas hasil. Pemberhentian kerja dengan istilah lain pemutusan
hubungan kerja disebabkan karena usia pelanggaran disiplin kerja, pengunduran
diri, meninggal, dan pengurangan karyawan. Urusan pemutusan hubungan kerja
departemen harus memperhatikan masalah gaji, masa kerja, kondisi karyawan, dan
masalah lain yang diperlukan. Untuk menjamin pemutusan hubungan kerja pada
umumnya organisasi menyelenggaraan tabungan pensiun. Tabungan ini diberikan
ketika karyawan dilakukan pemutusan hubungan kerja. Manajemen harus
memperhatikan pada serikat kerja yang ada. Pemutusan hubungan kerja mengacu
pada perjanjian kerja yang disepakati.
I.
Rangkuman
MSDM
adalah pengeloaan sumber daya yang berupa kemampuan setiap individu dalam
oragnisasi. Aktivitas manajemen sumber meliputi sistem perencanaan, penyusunan
karyawan, pengembangan diri karyawan, sistem karir, evaluasi kinerja dan
kompensasi dari hasil kinerja. Pendekatan yang efektif dalam MSDM ialah
pendekatan sistem (system approach).
Pendekataan sistem adalah pendekatan yang mengintegrasikan seluruh sumber daya
organisasi dalam pencapaian tujuan.
MSDM adalah
pengaturan aktivitas-aktivitas manusia dalam organisasi secara efektif untuk
mencapai tujuan. MSDM lebih baik daripada manajemen personalia. MSDM dalam arti sempit bertujuan untuk
merekrut atau menarik (attract), mengembangkan (develop),
memelihara (retain), dan memotivasi (motivate) SDM. MSDM bermanfaat bagi organisasi,
manajer, dan pekerja. Aktivitas SDM(human
resources activities) adalah tindakan yang dilakukan untuk menyediakan
tenaga kerja efektif bagi organisasi. Aktivitas SDM berupa program yang
dirancang untuk merespon tujuan SDM.
Model-model MSDM
yang memungkinkan digunakan oleh manajemen anatara lain: (1) model klerikal,
(2) hukum, (3) finansial, (4) manajerial, (5) humanistik, dan (6) model ilmu
perilaku. Departemen SDM melakukan berbagai fungsi sebagai berikut:(1) fungsi
perumus strategi,tujuan, kebijakan, dan prosedur, (2) pemberi saran, (3)
pemberi jasa/layanan, dan (4) pelaksana pengendalian.
Perencanaan Kepegawaian (employment planning), kegiatan menentukan kebutuhan orang-orang
yang dibutuhkan sesuai dengan keahliannya. Rekruitmen (recruitment) merupakan aktivitas yang dirancang untuk memperoleh
sejumlah pelamar kerja. Seleksi adalah proses penyaringan jumlah pelamar kerja
yang dibutuhkan. Penilaian kinerja merupakan aktivitas yang dilakukan oleh
supervisor dalam rangka pemantauan terhadap kinerja para karyawan. Pelatihan
dan pengembangan (training and
development) diperlukan untuk meningkatkan kompetensi para karyawan.
Pemberian kompensasi(compensation)
merupakan pemberian gaji kepada karyawan
atas kinerja mereka. Pemeliharaan karyawan dalam departemen SDM diharapkan
menjadi perhatian. Pemberhentian kerja dilakukan oleh departemen SDM menjaga
kualitas hasil.





12/18/2024 09:55:00 AM
simbah wuri



.png)





.jpg)
