- Triangulasi Sumber, Menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Data yang diperoleh kemudian dideskripsikan dan dikategorisasikan sesuai dengan apa yang diperoleh dari berbagai sumber tersebut. Peneliti akan melakukan pemilahan data yang sama dan data yang berbeda untuk dianalisis lebih lanjut.
- Triangulasi Teknik, Pengujian ini dilakukan dengan cara mngecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda, misalnya dengan melakukan observasi, wawancara, atau dokumentasi. Apabila terdapat hasil yang berbeda maka peneliti melakukan konfirmasi kepada sumber data guna memperoleh data yang dianggap benar.
- Triangulasi Waktu, Narasumber yang ditemui pada pertemuan awal dapat memberikan informasi yang berbeda pada pertemuan selanjutnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengecekan berulang-ulang agar ditemukan kepastian data yang lebih kredibel.
RARAS WURI MISWANDARU`S BLOG
Walau Aku dibenci karena kegiatan dakwah dan pendidikan yang Kujalankan, Insya allah akan tetap berjalan.
PENDIDIKAN DINIYAH NON FORMAL
Pendidikan Diniyah Non Formal (SHIDIQIIN WARA`) pertama didirikan oleh Kyai Muhammad Syechan Tahun 1975 diteruskan oleh Suharto AMd dan dilanjutkan Oleh Raras Wuri Miswandaru, SPdI.
PENDIDIKAN DINIYAH FORMAL
Pendidikan Diniyah Formal Merupakan Pelopor pertama dan Satu-satunya di Indonesia yang dilaksanakan di Emper Masjid belum punya gedung sendiri.
Tampilkan postingan dengan label Metode-Penelitian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Metode-Penelitian. Tampilkan semua postingan
Minggu, 24 April 2016
Uji Keabsahan Data dalam Penelitian Kualitatif
Kualitatif sebagai salah satu metode penelitian memiliki standarisasi tersendiri dalam menentukan tingkat kepercayaan sebuah data yang ditemukan di lapangan. Pandangan umum mengenai data penelitian yang diperoleh dalam penelitian kualitatif yang cenderung individualistik dan dipengaruhi oleh subjektivitas peneliti menjadikan data penelitian ini cukup dipertanyakan objektivitasnya. Tentunya hal ini juga tidak lepas dari istrumen penelitian dan validasi peneliti sebagai instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri.
Data yang dihasilkan berdasarkan temuan peneliti dideskripsikan sesuai dengan pandangan subjektif peneliti mengenai apa yang diperoleh selama melakukan penelitian. Penentuan sudut pandang dan penafsiran peneliti terhadap temuan di lapangan sangat dipengaruhi oleh kemapanan intelektual peneliti dalam mengelaborasi sebuah data. Sehingga gagasan subjektivitas yang disampaikan tetap mengacu pada konsep rasionalis yang menjadikan rasio sebagai pisau bedah dalam mengurai data yang diperoleh. Selain itu, data yang dilaporkan oleh peneliti harus berekuivalen dengan realitas yang ada di lapangan.
Ketajaman analisis peneliti dalam menyajikan sebuah data tidak serta merta menjadikan hasil temuan peneliti sebagai data yang akurat dan memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi. Perlu melewati pengujian data terlebih dahulu sesuai dengan prosedural yang telah ditetapkan sebagai seleksi akhir dalam menghasilkan atau memproduksi temuan baru. Oleh karena itu, sebelum melakukan publikasi hasil penelitian, peneliti terlebih dahulu harus melihat tingkat kesahihan data tersebut dengan melakukan pengecekan data melalui pengujian keabsahan data yang meliputi uji validitas dan reliabilitas.
Di dalam pengujian keabsahan data, metode penelitian kualitatif menggunakan validityas interbal (credibility) pada aspek nilai kebenaran, pada penerapannya ditinjau dari validitas eksternal (transferability), dan realibilitas (dependability) pada aspek konsistensi, serta obyektivitas (confirmability) pada aspek naturalis (Sugiyono, 2014). Pada penelitian kualitatif, tingkat keabsahan lebih ditekankan pada data yang diperoleh. Melihat hal tersebut maka kepercayaan data hasil penelitian dapat dikatakan memiliki pengaruh signifikan terhadap keberhasilan sebuah penelitian.
Data yang valid dapat diperoleh dengan melakukan uji kredibilitas (validityas interbal) terhadap data hasil penelitian sesuai dengan prosedur uji kredibilitas data dalam penelitian kualitatif. Adapun macam-macam pengujian kredibilitas menurut Sugiyono (2014) antara lain dilakukan dengan perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan dalam penelitian, triangulasi, diskusi dengan teman sejawat, analisis kasus negatif, dan membercheck.
1. Perpanjangan Pengamatan
Hal ini dilakukan untuk menghapus jarak antara peneliti dan narasumber sehingga tidak ada lagi informasi yang disembunyikan oleh narasumber karena telah memercayai peneliti. Selain itu, perpanjangan pengamatan dan mendalam dilakukan untuk mengecek kesesuaian dan kebenaran data yang telah diperoleh. Perpanjangan waktu pengamatan dapat diakhiri apabila pengecekan kembali data di lapangan telah kredibel.
2. Meningkatkan Ketekunan
Pengamatan yang cermat dan berkesinambungan merupakan wujud dari peningkatan ketekunan yang dilakukan oleh peneliti. Ini dimaksudkan guna meningkatkan kredibilitas data yang diperoleh. Dengan demikian, peneliti dapat mendeskripsikan data yang akurat dan sistematis tentang apa yang diamati.
3. Triangulasi
Ini merupakan teknik yang mencari pertemuan pada satu titik tengah informasi dari data yang terkumpul guna pengecekan dan pembanding terhadap data yang telah ada.
4. Analisis Kasus Negatif
Melakukan analisis kasus negatif berarti peneliti mencari data yang berbeda atau bahkan bertentangan dengan data yang telah ditemukan. Bila tidak ada lagi data yang berbeda atau bertentangan dengan temuan, berarti data yang ditemukan sudah dapat dipercaya. Dengan demikian temuan penelitian menjadi lebih kredibel (Sugiyono, 2014).
5. Menggunakan Bahan Referensi
Bahan referensi adalah pendukung untuk membuktikan data yang telah ditemukan oleh peneliti. Bahan yang dimaksud dapat berupa alat perekam suara, kamera, handycam dan lain sebagainya yang dapat digunakan oleh peneliti selama melakukan penelitian. Bahan referensi yang dimaksud ini sangat mendukung kredibilitas data.
6. Mengadakan Membercheck
Membercheck adalah proses pengecekan data yang diperoleh peneliti kepada pemberi data. Ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh data yang diperoleh sesuai dengan apa yang diberikan oleh pemberi data atau informan. Apabila data yang ditemukan disepakati oleh para pemberi data berarti datanya data tersebut valid. Pelaksanaan membercheck dapat dilakukan setelah satu periode pengumpulan data selesai, atau setelah mendapat suatu temuan, atau kesimpulan (Sugiyono, 2014).
Pemaparan mengenai uji kredibilitas telah dijelaskan secara gamblang. Pengujian kredibilitas yang akan dilakukan oleh peneliti terhadap perolehan data yang ditemukan di lapangan dapat mengikuti langkah-langkah yang telah diuraikan sebelumnya. Peneliti dapat mengambil cara pengujian kredibilitas baik secara keseluruhan maupun hanya menggunakan beberapa tahap pengujian yang telah dipaparkan.
Nilai yang diperoleh dalam temuan penelitian kualitatif tidak bersifat universal tetapi dapat diterapkan apabila memiliki konteks dan situasi yang mirip dengan objek penelitian. Untuk mengetahui hal tersebut, maka pengujian transferability perlu dilakukan guna memberikan uraian yang rinci, jelas dan sistematis, dan dapat dipercaya oleh pembaca mengenai hasil penelitian. Dengan demikian, generalisasi dapat dihindari oleh pembaca karena telah memahami seluk beluk data yang diperoleh dalam penelitian. Pembaca akan bijak untuk menerapkan hasil penelitian tersebut sesuai dengan konteks dan situasi yang identik dengan penelitian yang dimaksud.
Lebih lanjut, untuk mengetahui seluruh rangkaian penelitian maka diperlukan pula pengujian depenability. Pengujian ini biasanya dilakukan oleh pengaudit independen untuk memperoleh gambaran objektif mengenai proses penelitian yang dilakukan oleh peneliti, baik pada saat menentukan masalah, memasuki lapangan, menentukan sumber data, melakukan analisis data, uji keabsahan data, hingga menemukan hasil dalam penelitian. Depenability penelitian tidak akan diragukan apabila peneliti dapat bertanggung jawab dan menjabarkan secara sistematis keseluruhan rangkaian penelitian yang telah dilakukan.
Sebuah proses dalam penelitian kualitatif juga memiliki peran yang signifikan dalam menentukan hasil penelitian. Proses yang dimaksud menjadi penentu arah dan gerak penelitian yang dilaksanakan. Hal ini juga terkait dengan pengujian konfirmability yang perlu dilakukan dalam penelitian kualitatif. Menurut Sugiyono (2014), menguji konfirmability berarti menguji hasil penelitian, dikaitkan dengan proses yang dilakukan. Bila hasil penelitian merupakan fungsi dari proses penelitian yang dilakukan, maka penelitian tersebut telah memenuhi standar konfirmability.
*Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Cetakan ke-20. Bandung: Alfabeta.sumberhttp://penalaran-unm.org/artikel/penelitian/409-uji-keabsahan-data-dalam-penelitian-kualitatif.html
Minggu, 22 November 2015
Pendahuluan dan Rumusan Masalah
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Setiap penelitian yang akan dimulai pastilah membutuhkan sebuah rangsangan pikiran yang akan dilakukan peneliti. Jika tidak, si peneliti pastinya akan mengalami kesulitan untuk memulainya. Penelitian terbagi menjadi dua bagian,yaitu penelitian kualitatif dan kuantitatif.
Penelitian juga memiliki objek – objek yang berbeda , tergantung pada topic dan tema yang diteliti. Apakah itu berkaitan dengan ilmu soaila atau ilmu pasti. Oleh karena itulah diperlukan sebuah pemikiran dasar yang akan menjadi kerangka penelitian,tipe penelitian seperti apa yang akan kita lakukan,metode penelitian apa yang akan digunakan,variable penelitian seperti apa yang akan kita lakukan.
Proposal penelitian atau laporan penilitian, baik penelitian akademik (skripsi, tesis dan disertasi), maupun penelitian kompetitif dibuat untuk diseminarkan dalam rangka meyakinkan suatu lembaga atau instansi terkait agar member izin penelitian dan menerima atau mengakui hasilnya. Hal-hal yang harus ada dalam proposal adalah yakni latar belakang masalah, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, kerangka berfikir, tinjauan pustaka, prosedur penelitian atau metodologi, dan organisasi kerangka atau sistematika. Sebelumnya semua itu, harus ditulis dalam bentuk kerangka atau out line penelitian.
Menulis laporan penelitian sering kali menjadi masalah bagi seseorang yang sudah menyelesaikan proposal penelitian ilmiah, atau bahkan sudah melaksanakan penelitian. Berbagai alasan klise seperti kesibukan, sedikitnya waktu, tidak adanya biaya sering menjadi kambing hitam atas ketidakberdayaan kita menyelesaikan laporan hasil penelitian karya ilmiah. Walhasil, setelah berbulan-bulan penelitian ilmiah dilaksanakan laporan hasilnya belum juga selesai. Banyak kasus, mahasiswa yang sudah menyelesaikan Ujian Negara masih terkatung-katung karena belum menyelesaikan skripsi atau tesisnya.
Panjang tulisan itu sangat tergantung dari bahan yang akan kita tulis. Selama tidak ada aturan yang membatasi (untuk lomba biasanya dibatasi, minimal panjang tulisan atau jumlah halaman), maka Anda boleh terus menulis sesuai bahan yang tersedia. Kalau bahan masih ada, teruskan menulis, kalau bahan sudah habis, berhentilah menulis. Jangan memaksa terus menulis kalau bahan habis, nanti tulisan Anda banyak bohongnya, dan jangan berhenti selagi bahan masih ada, nanti tulisan Anda kurang lengkap atau banyak bolongnya.
1.2. Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian dari penelitian ?
2. Apa sajakah macam-macam dari penelitian ?
2. Apakah pengertian dari pendahuluan penelitian ?
3. Apakah pengertian dari batasan masalah penelitian ?
4. Apakah pengertian dari rumusan masalah penelitian ?
5. Apakah pengertian dari tujuan penelitian ?
6. Apa sajakah prosedur yang digunakan dalam penelitian ?
1.3. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian dari penelitian.
2. Untuk mengetahui macam-macam penelitian.
3. Untuk mengetahui pengertian dari pendahuluan penelitian.
4. Untuk mengetahui batasan masalah dari penelitian.
5. Untuk mengetahui rumusan masalah dari penelitian.
6. Untuk mengetahui tujuan dari penelitian.
7. Untuk mengetahui prosedur penelitian.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Penelitian
Melakukan penelitian adalah salah satu kewajiban yang harus diselesaikan oleh mahasiswa selama menempuh program pendidikan akademik, namun mahasiswa banyak mengalami kesulitan ketika menentukan masalah yang akan diteliti, serta hambatan dalam metodologi, sehingga perlu memperluas wawasan pemikiran dengan mengenali tema-tema yang diteliti.
Penelitian adalah suatu penyelidikan atau suatu usaha pengujian yang di lakukan secara teliti dan keritis dalam mencari fakta - fakta atau prinsip – prinsip dengan menggunakan langkah –langkah tertentu. Dalam mencari fakta – fakta ini diperlukan usaha yang sistematis untuk menemukan jawaban yang ilmiah dalam suatu masalah.
Beberapa pakar lain, memberikan definisi penelitian sebagai berikut :
· David H Penny
Penelitian adalah pemikiran yang sistematis mengenai berbagai jenis masalah yang pemecahannya memerlukan pengumpulan dan penafsiran fakta – fakta.
· J Suprapto
Penelitian adalah penyelidikan dari suatu bidang ilmu pengetahuan yang di jalankan untuk memperoleh fakta – fakta atau prinsip – prinsip dengan sabar, hati – hati, serta sistematis.
· Pengartian penelitian menurut kamus besar Bahasa Indonesia memiliki arti yaitu suatu penyelidikan yang dilakukan secara berhati – hati untuk memperoleh informasi yang benar.
Kadang – kadang orang menyamakan pengertian dengan metode ilmiah. Sesuai dengan tujuannnya penelitian dapat diartikan sebagai usaha untuk menemukan,mengembangakan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan dimana usaha-usaha itu dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah. Kegiatan penelitian adalah suatu kegiatan objektif dalam usaha mengembangkan serta menguji ilmu pengetahuan berdasarkan atas prinsip – prinsip, teori – teori yang disusun secara sistematis melalui proses sistematis melalui proses yang intensif dalam pengembangan generalisasi. Sedangkan metode ilmiah lebih mementingkan aplikasi berpikir deduktif – iduktif di dalam memcahkan suatu masalah.
2.2. Macam – macam Penelitian
Penelitian adalah suatu usaha untuk menjelaskan sebuah gejala dengan cara menghubungkan berbagai variabel berdasarkan kaidah tertentu dalam kaidah ilmu pengetahuan. Tujuan diadakannya sebuah penelitian adalah untuk menjawab pertanyaan, mengklarifikasi ilmu pengetahuan agar menjadi tahu dan benar adanya akan sesuatu hal yang sulit untuk di mengerti. Penelitian berawal dari rasa keingin tahuan seseorang terhadap sesuatu.
Untuk mencari tahu sebuah penelitian, seseorang harus tahu dan mengenal terlebih dahulu tentang penelitian dan macam – macam penelitian yang pada umumnya sering di pakai. Untuk menjadi seseorang peneliti tidak harus selalu mengikuti proses dan prosedur yang tertentu, akan tetapi untuk mengetahui ilmu pengetahuan (sains), seseorang harus mengikuti proses, prosedur dan kaidah tertentu.
Penelitian secara garis besar terbagi menjadi dua macam, yaitu penelitian secara kualitatif dan penelitian secara kuantitatif. Dua macam penelitian ini yang kemudian menurun menjadi bermacam – macam penelitian seperti misalnya penelitian ekonomi, penelitian social, penelitian tentang suatu objek tertentu dan sebagainya.
· Penelitian Kuantitatif
Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang menghitung jumlah banyaknya suatu objek yang ditelitinya. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang didesain sangat spesifik, yaitu penelitian yang dirancang untuk mengetahui objek tertentu, atau benar – benar focus terhadap suatu permalahan saja.
Penelitian kuantitatif ada bermacam – macam. Umumnya penelitian kuantitatif adalah penelitian tentang ilmu eksak atau ilmu pasti (sains). Tujuan dari teori penelitian kuantitatif adalah untuk menguji penelitian teori sebelumnya atau yang sudah ada.
Salah satu contoh penelitian kuantitatif adalah penelitian tentang jumlah pendapatan atau hasil dari suatu daerah. Penelitian tersebut termasuk penelitian kuantitatif karena membutuhkan data-data yang sangat rill dan menghitung data-data yang pasti.
Yang termasuk penelitian kuantitatif adalah : penelitian ekonomi, penelitian yang menggunakan prosedur, penelitian kependudukan dan penelitian yang menggunakan kaidah ilmiah yang sudah di tentukan.
· Penelitian Kualitatif
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang berdasarkan pada mutu atau kualitas dari tujuan sebuah penelitian itu. Penelitian kualitatif bersifat secara umum yaitu penelitian yang dilakukan dengan objek yang tidak terbatas dan tidak menggunakan metode ilmiah sebagai patokan.
Penelitian kualitatif ada bermacam-macam. Umumnya, penelitian kualitatif objeknya bersifat non-eksak, seperti misalnya ilmu etika, ilmu bahasa dan adat istiadat.
Contoh penelitian kualitatif adalah, ketika kita akan melakukan sebuah penelitian tentang suatu desa terhadap suatu penduduk yang tinggal di suatu tempat. Misalnya kita akan meneliti tentang ritual-ritual ghaib yang tidak masuk akal, maka penelitian itu akan membutuhkan batasan ilmiah, karena objek yang kita kaji memanglah jauh dari ilmiah.
Yang termasuk pada bagian penelitian kualitatif adalah, penelitian social, penelitian budaya, penelitian agama dan lain sebagainya yang intinya tidak memerlukan prosedur ilmiah dan kaidah.
2.3. Pendahuluan Penelitian
Bab Pendahuluan adalah bab yang mengantarkan isi naskah penelitian, yaitu bab yang berisi hal-hal umum yang dijadikan landasan kerja penyusun. Pendahuluan dalam karya ilmiah biasanya terdiri atas (1) Latar Belakang Masalah, (2) Identifikasi Masalah, (3) Pembatasan Masalah, (4) Tujuan Penelitian, dan (5) Manfaat Penelitian.
Latar belakang masalah merupakan uraian hal-hal yang menyebabkan perlunya dilakukan penelitian terhadap suatu masalah atau problematika yang muncul, dapat ditulis dalam bentukan uraian paparan atau poin-poin saja. Identifikasi masalah merupakan kumpulan masalah yang berhasil diurai atau dipetani (meminjam istilah Direktur Bindiklat, Sumarna Suranapranata, Phd.).
Sedangkan pembatasan masalah diambil dari bagian-bagian identifikasi masalah yang akan diteliti. Biasanya tidak semua masalah yang berhasil diidentifikasi diteliti karena keterbatasan biaya, waktu, dan kemampuan.
Tujuan penelitian diambil dari batasan masalah. Jika salah satu batasan masalah yang dirumuskan dalam kalimat tanya itu, berbunyi, “Bagaimana hasil belajar dengan menerapkan metode tanya jawab, maka tujuan penelitiannya ialah mengetahui hasil pembelajaran dengan menggunakan metode tanya jawab. Sedangkan manfaat penelitian bisa dituliskan manfaat untuk si peneliti atau guru, lembaganya dan bagi dunia pendidikan pada umumnya.
Bagian pendahuluan memuat hal-hal yang berhubungan langsung dengan karangan. Bagaian pertama, dimulai dengan bab pendahuluan yang terdiri atas latar belakang masalah, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan dan kegunaan penulisan, kerangka berpikir, tinjauan pustaka, metodologi, dan organisasi karangan. Bagaian kedua, bab landasan teori, ketiga, bab pembahasan (analisis), dan keempat simpulan.
Ada beberapa hal tentang membuat kerangka penelitian paling sederhana.berikut beberapa bagian yang menjadi dasar pembuatan kerangka penelitian :
· Latar Belakang Masalah
Latar belakang masalah adalah hal tertentu yang mendorong mahasiswa melakukan penelitian. Di dunia kriminal biasa disebut motif dan di dunia pendidikan biasa disebut motivasi yang menjadi alasan mahasiswa melakukan penelitian atau membuat karangan. Pengungkapan latar belakang masalah harus berurutan dari hal-hal yang bersifat umum sampai pada hal-hal yang bersifat khusus. Jika digambarkan, latar belakang itu harus seperti piramida terbalik. Setelah sampai pada hal yang bersifat khusus harus memunculkan sebuah masalah secara global. Masalah tersebut merupakan topik atau pokok permasalahan dalam karangan tersebut.
· Membuat dan membahas latar belakang masalah sebuah penelitian.
Apakah kita mengamati lingkungan sekitar kita ? ada hal kita ambil dari lingkungan dan kehidupan social yang sedang terjadi. Lalu kita mencari persamaan teoritisnya dengan membaca banyak referensi buku – buku yang berkaitan dengan objek penelitian yang akan kita lakukan. Kita menggabungkan apa yang tersaji dari teori – teori di buku – buku tersebut dengan kenyataan social yang kita liat.
Hal tersebut bisa menjadi latar belakang masalah dari kerangka penelitian. Kemudian, kita membuat sesuatu hal yang lebih fokus lagi tentang latar belakang maslah tersebut, jangan terlalu melebar dan menjadi hal yang sia - sia. Sesuaikan saja kecakupan hal – hal yang melibatkan penelitian tersebut. Dari sini kita bisa membuat variabel – variabel sebuah penelitian. Kemudian kita tentukan metode yang pas untuk melalukan penelitian tersebut.
2.4. Batasan Masalah Penelitian
Membuat batasan masalah dalam kerangka penelitian meliputi hal – hal seperti jumlah responden yang akan kita teliti
Agar tidak melebar, masalah penelitian perlu dibatasi. Sebab, jika tidak dibatasi, masalah tersebut mungkin tidak sesuai dengan kemampuan penulis, baik dari segi pengetahuan, ekonomi, maupun waktu. Selain itu, hasilnya pun akan dangkal sehingga tidak memenuhi salah satu syarat karya ilmiah.
2.5. Rumusan Masalah Penelitian
Rumusan masalah ditulis untuk menspesifikasikan masalah yang akan dibahas dalam karangan. Masalah yang dirumuskan harus merupakan hasil penspesifikasian atau pengkhususan masalah utama yang harus dijawab pada bab kesimpulan. Jawabannya diperoleh dari hasil analisis data.
Kemudian yang harus diamati adalah wilayah penelitian. Biasanya dalam wilayah penelitian yang sifatnya sangat besar, bisa ditentukan dari beberapa kota, atau jika ingin ruang lingkup yang lebih kecil maka kita bisa membuatnya hanya di satu tempat. Misalnya saja, bagi teman – teman yang akan melakukan penelitian menyangkut skripsinya bisa membuat penelitiannya di satu kampus saja. Tujuannya agar lebih efisien dan fleksibel.
2.6. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk menghasilkan apa yang menjadi manfaat dari penelitian yang dilakukan. Oleh karena itulah manfaat penelitian ini dijadikan sebagai bagian dari kerangka penelitian. Untuk memulai tujuan penelitian ini bisa diambil dari objek dan variabel penelitian dan dijadikan bagian dari kerangka penelitian. Selain itu,tujuan penelitian juga dimaksudkan untuk memfokuskan objek penelitian kita tidak menyimpang. Tujuan dan manfaat selalu ada dalam penelitian. Tujuan penelitian biasanya untuk mengetahui sebuah atau sejumlah fenomena tertentu. Manfaat penelitian yakni sesuatu yang bisa dirasakan dan dilaksanakan. Manfaat terdiri atas manfaat yang bersifat teoritis dan manfaat yang bersifat praktis.
Kemudian dapat dilihat dari tujuan penelitian tersebut, manfaat yang akan (objek yang akan diteliti) manfaat penelitian juga menjadi bagian dari dasar kerangka penelitian. Karena dengan begitu, kita bisa mengkaji sebuah ilmu baru,dan memberikannya kepada para kalangan akademis untuk dijadikan sebagai bahan referensi. Selain itu dengan mengambil dari manfaat penelitian sebelumnya, kita juga membuat sebuah penelitian baru,dan juga menemukan hasil baru.
2.7. Prosedur penelitian
Metodologi merupakan alat, prosedur, dan teknik yang dipilih dalam melaksanakan penelitian (dalam menyimpulkan data). Metodologi menyangkut berbagai hal yang diperlukan dan digunakan selama penelitian berlangsung. Hal-hal tersebut mencakup: (1) metode yang digunakan dalam penelitian; (2) sumber data; (3) cara mengambil data; (4) cara menganalisis data, dan (5) cara menyimpulkan/membuat simpulan.
Contoh :
a. Metode
Penelitian ini penelitian kualitatif yang memerlukan data berupa kata tertulis, data lisan, dan prilaku yang dapat diamati. Untuk mendapatkan hal itu, penulis menggunakan metode deskriptif. Metode deskriptif adalah metode penelitian yang memberikan gambaran atau uraian atas suatu keadaan sejelas mungkin tanpa ada perlakuan terhadap objek yang diteliti.
b. Sumber Data
Sumber data penelitian ini terdiri atas dua jenis, yakni person and paper. Person adalah orang yang dapat memberikan data berupa jawaban lisan melalui wawancara. Paper, yaitu sumber data yang menyajikan tanda-tanda berupa huruf. Yang dimaksud dengan huruf di sini dokumen atau tulisan yang berupa karya ilmiah, baik artikel, makalah, maupun laporan-laporan.
c. Populasi dan Sampel
· Populasi
Populasi penelitian ini, yakni semua pemuda Pangkalan dan Paniis yang jenjang pendidikannya SMA ke atas. Populasi ini cukup homogen karena mereka bisa dikatakan sudah cukup dewasa dan memahami organisasi.
· Sampel
Sehubungan banyaknya populasi, penelitian ini memerlukan pengambilan sampel. Adapun cara pengambilan sampel yang akan digunakan, yakni sampel wilayah atau area probability sample. “Sampel wilayah adalah teknik sampling yang dilakukan dengan mengambil wakil dari setiap wilayah yang terdapat dalam populasi.” Yang dimaksud wilayah di sini bagian-bagian tempat nongkrong pemuda Pangkalan dan Paniis. Dari setiap tempat nongkrong tersebut di ambil satu orang pemuda sebagai subjek penelitian.
d. Teknik Pengumpulan Data
Untuk mengumpulkan data pada penelitian ini penulis menggunakan dua cara. Pertama, dengan cara mengadakan interviu terpimpin yang dilakukan dengan membawa sederetan pertanyaan lengkap dan terperinci seperti yang dimaksudkan dalam interviu terstruktur. Data yang diperoleh dari interviu terpimpin dipakai untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah dibuat. Kedua, dengan cara studi dokumentasi. “Dokumentasi, dari asal katanya dokumen, yang artinya barang-barang tertulis.” Yang di maksud dokumentasi di sini adalah data-data organisasi kepemudaan seperti Karang Taruna di wilayah Pangkalan dan Paniis. Data ini diperuntukan menjawab pertanyaan yang telah di ajukan.
e. Teknik/Cara Penganalisisan Data
Penelitian ini menggunakan dua jenis data, yakni data hasil interviu terpimpin dan data hasil studi dokumentasi dari arsip tertulis administrasi Karang Taruna. Data-data tersebut merupakan data kualitatif maka penganalisaannya harus menggunakan konsep dasar analisis data kualitatif. “Pekerjaan analisis data dalam hal ini ialah mengatur, mengurutkan, mengelompokkan, memberi kode, dan mengategorikannya.” Sesuai dengan konsep di atas, maka langkah-langkah analisis data yang akan ditempuh ialah sebagai berikut:
1. Data yang diperoleh dari interviu terpimpin agar dapat dipakai menjawab pertanyaan penelitian, dianalisis dengan cara diurutkan, dikelompokkan, dan dikategorikan dengan teknik tabulasi.
2. Data yang diperoleh dari hasil studi dokumentasi agar dapat dipakai menjawab pertanyaan juga, dianalisis dengan cara dikelompokkan, dikategorikan, dan dikomentari berdasarkan teori structural.
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Melakukan penelitian adalah salah satu kewajiban yang harus diselesaikan oleh mahasiswa selama menempuh program pendidikan akademik, namun mahasiswa banyak mengalami kesulitan ketika menentukan masalah yang akan diteliti, serta hambatan dalam metodologi, sehingga perlu memperluas wawasan pemikiran dengan mengenali tema-tema yang diteliti.
Penelitian adalah suatu usaha untuk menjelaskan sebuah gejala dengan cara menghubungkan berbagai variabel berdasarkan kaidah tertentu dalam kaidah ilmu pengetahuan. Tujuan diadakannya sebuah penelitian adalah untuk menjawab pertanyaan, mengklarifikasi ilmu pengetahuan agar menjadi tahu dan benar adanya akan sesuatu hal yang sulit untuk di mengerti. Penelitian berawal dari rasa keingin tahuan seseorang terhadap sesuatu.
Tujuan dari setiap penelitian adalah untuk mendapatkan manfaat dari penelitian tersebut. Kemudian dalam penelitian terdapat dua penelitian yaitu penelitian secara kuantitatif dan penelitian kualitatif.
DAFTAR RUJUKAN
Anne,Ahira.2008.Macam-Macam Penelitian.http://Macam-Macam Penelitian Kuantitatif dan Kual.html .Diakses 13 Desenber 2011
Mamat, Muhandar. 2011. Unsur Dasar Penelitian. http://www.tulisan-id.com/unsur-dasar-penelitian.html . Diakses 13 Desember 2011
Rusdi, Ibnu. 2008. Pengertian Penelitian.http://ibnurusdi.wordpress.com/2008/04/06/pengertian- penelitian/. Diakses 13 Desember 2011
Sutondo, Nanang. 2011. http://sutondoscript.blogspot.com/2011/06/aturan-cara-membuat-pengertian-landasan.html . Diakses 13 Desember 2011
sumberhttp://punya-tiara.blogspot.com/2012/01/pendahuluan-batasan-masalah-rumusan.htmlMinggu, 08 November 2015
Instrumen Penelitian
1. Sumber Data
Pengambilan data yang di himpun langsung oleh peneliti di sebut sumber primer, sedangkan apabila melelui tangan kedua di sebut sumber sekunder.
2. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data ialah teknik atau cara-cara yang dapat di gunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Metode (cara atau teknik) menunjuk suatu kata yang abstrak dan tidak di wujudkan dalam benda, tetapi hanya dapat di lihatkan penggunaanya melalui: angket, wawancara, pengamatan, ujian (tes), dokumentasi, dan lainya. Peneliti dapat enggunakan salah satu atau gabungan tergantung dari masalah yang di hadapi.
3. Instrumen Pengumpulan Data
Instrumen pengumpulan data adalah alat bantu yang di pilih dan di gunakan oleh peneliti dalam kegiatanya mengumpulkan agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan di permudah olehnya (Suharsimi Arikunto, 1995: 134). Selanjutnya instrumen yang di artikan sebagai alat bantu merupakan saran yang dapat di wujudkan dalam benda, contohnya: angket (questionnaire), daftar cocok (chek list), skala (scala), pedoman wawancara (interview guide atau interview scedule), lembar pengamatan atau panduan (obsevation sheet atau observation atau observation scedule), soal ujian (soal tes atau tes (test) inventori (inventory), dan sebagainya. Kaitan antara metode dan insrumen pengumpulan data dapat di lihat pada tabel di bawah ini.
Data yang di kumpulkan dalam penelitian di gunakan untuk menguji hipotesis atau menjawab pertanyaan yang telah di rumuskan. Karena data yang di peroleh akan di jadikan landasan dalam mengambil kesimpulan, data yang di kumpulkan, data yang di kumpulkan haruslah data yang benar.
Metode dan Instrumen Pengumpulan Data
No.
|
Jenis Metode
|
Jenis Instrumen
|
1.
2.
3.
4.
5.
|
Angket (questionaire)
Wawancara (interview)
Pengamatan/ Observasi (observation)
Ujian atau Tes (test)
Dokumentasi
|
a. Angket (questionaire)
b. Daftar cocok (checklist)
c. Skala (scala)
d. Inventori (inventory)
a. Pedoman wawancara (interview guide)
b. Daftar cocok (checklist)
a. Lembar pengamatan
b. Panduan pengamatan
c. Panduan observasi (observation sheet atau observation scedule)
d. Daftar cocok (checklist)
a. Soal ujian (soal tes atau tes (test) inventori (invertory))
a. Daftar cocok (checklist)
b. Tabel
|
Agar dat yang di kumpulkan baik dan benar, instrumen pengumpulan datanya pun harus baik. Ada beberapa instrumen pengumpulan data yang akan dibahas berikut ini sesuai dengan teknik pengumpulan data.
A. Angket (Questionaire)
Angket (Questionaire) adalah daftar pertanyaan yang di berikan kepada orang lain bersedia memberikan respons(responden) sesuai dengan permintaan pengguna. Tujuan penyebaran angket ialah mencari informasi yang lengkap mengenai suatu masalah dari responden tanpa merasa khawatir bila responden memberikan jawaban yang tidak sesuai dengan kenyataan dalam pengisian daftar pertanyaan. Di samping itu, responden mengetahui informasi tertentu yang di minta. Angket di bedakan menjadi dua jenis, yaitu angket terbuka dan angket tertutup.
1) Angket terbuka (angket tidak berstruktur)
Angket terbuka (angket tidak berstruktur) Ialah angket yang di sajikan dalam bentuk sederhana sehingga responden dapat memberikan isian sesuai dengan kehendak dan keadaanya.
Contoh (1) pertanyaan angket terbuka:
Pendidikan apa saja yang pernah anda ikuti? Tuislah dengan sebenarnya,dimana dan tahun berapa lulusnya.
No.
|
Tingkat Pendidikan
|
Tempat
|
Tahun Kelulusan
|
1.
|
...
|
...
|
...
|
2.
|
...
|
...
|
...
|
3.
|
...
|
...
|
...
|
Contoh (2)
Bagaimanakah pendapat saudara tentang di bentuknya Dewan Sekolah?...
Apakah saudara pernah mengikuti penataran Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)? Jika pernah, bagaimana komentar saudara?...
Keuntungan angket terbuka:
· Bagi responen: Mereka dapat mengisi sesiai denga n keinginan yang sesuai dengan keadaan yang di alaminya.
· Bagi peneliti: Akan mendapat data yang bervariasi, bukan hanya yang sudah dsajikan karena sudah di asumsikan oleh peneliti.
2) Angket tertutup (angket berstruktur)
Angket tertutup (angket berstruktur) adalah angket yang di sajikan dalam bentuk sedemikian rupa sehingga responden di minta untuk memilih satu jawaban sesuai dengan karakteristik dirinya dengan cara memberikan tanda silang (x) atau tanda checklist (v).
Contoh (1) cara memberikan tanda silang (x)
1.Apakah saudara pernah mempraktekkan materi Diklat Spama yang menunjang tugas di kantor saudara?
a. penah
b. tidak pernah
Jika pernah, materi apa saja yang saudara praktekkan?
a. Kertas Kerja Perorangan (KKP)
b. Manajemen Sumberdaya Manusia
c. Sistem Informasi Manajemen
d. Simulasi dan Kertas Kerja Tema (KKT)
2.Apakah saudara termasuk dosen yang aktif menulis?
a. Ya
b. Tidak
Jika ya, sudah berapa buku yang saudara tulis dan terbitkan?
a. 2-5 buku
b. 6-10 buku
c. 11-15 buku
d. 16-20 buku
3.Apakah bapak/ibu tergolong pejabat Eselon II?
a. Ya
b. Tidak
Jika ya, sudah berapa lama bapak/ibu menjabat?
a. 1 tahun
b. 2 tahun
c. 5 tahun
d. 10 tahun
Contoh (2) cara meberikan tanda checklist (v)
Cara memberikan checklist tentang Kesiapan Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) Dinas Pendidikan Nassional.
No.
|
Pernyataan
|
Alternatif Jawaban
| |||
4
|
3
|
2
|
1
| ||
S
|
CS
|
KS
|
BS
| ||
A. Organisasi
| |||||
1.
|
Pedoman pembuatan struktur organisasi Dewan Sekolah telah di sosialisasikan.
|
v
| |||
2.
|
Dinas Pendidikan telah memiliki data sejumlah sekolah yang telah memiliki struktur organisasi Dewan Sekolah.
|
v
| |||
B. Kurikulum
| |||||
3.
|
Materi kurikulum memenuhi standar minimal kurikulum nasional
|
v
| |||
4.
|
Kurikulum lokal merupakan kurikulum tambahan yang sesuai dengan tuntutan zaman dan lingkungan serta aspirasi masyarakat sekitar
|
v
| |||
C. Sumber Daya Manusia
| |||||
5.
|
Sekolah telah memiliki kepala sekolah yang berkualifikasi minimal D-2 bagi SD; D-3 dan S1 bagi SLTP, SMU dan SMK.
|
v
| |||
6.
|
Sekolah telah memiliki kepala sekolah yang memiliki kemampuan teknis tugas pokok guru yaiti mengajar
|
v
| |||
B. Wawancara
Wawancara adalah suatu cara pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh informasi Langsung dari sumbernya.wawancara ini digunakan bila ingin mengetahui hal-hal dari responden secara lebih mendalam serta jumlah responden sedikit. Ada beberapa faktor yang akan mempengaruhi arus informasi dalam wawancara, yaitu: pewawancara, responden, pedoman wawancara, dan situasi wawancara (Subani, 2000:29).
Pewawancara adalah petugas pengumpul informasi yang diharapkan dapat menyampaikan pertanyaan dengan jelas dan merangsang responden untuk menjawab semua pertanyaan dan mencatat semua informasi yang dibutuhkan dengan benar.
Responden adalah pemberi informasi yang diharapkan dapat menjawab semua pertanyaan dengan jelas dan lengkap. Dalam pelaksanaan wawancara, diperlukan kesediaan dari responden untuk menjawab pertanyaan dan keseleraan antara responden dan pewawancara.
Pedoman wawancara berisi tentang uraian penelitian yang biasanya dituangkan dalam bentuk daftar pertanyaan agar proses wawancara dapat berjalan dengan baik.
Situasi wawancara berhubungan dengan waktu dan tempat wawancara. Waktu dan tempat wawancara yang tidak tepat adalah menjadikan pewawancara merasa canggung untuk mewawancarai dan responden pun merasa enggan untuk menjawab pertanyan. Berdasarkan sifat pertanyan, wawancara dapat dibedakan menjadi:
1.Wawancara Terpimpin
Dalam wawancara ini, pertanyaan diajukan menurut daftar pertanyaan yang telah disusun.
2.Wawancara Bebas
Pada wawncara ini, terjadi tanya jawab bebas antara pewawancara dan responden, tetapi pewawancar menggunakan tujuan penelitian sebagai pedoman. Kebaikan wawancra ini adalah responden tidak menyadari sepenuhnya bahwa ia sedang diwawancarai.
3.Wawancara Bebas Terpimpin
Wawancara ini merupakan perpaduan antara wawancara bebas dan wawancara terpimpin. Dalam pelaksanaannya, pewawancara membawa pedoman yang hanya merupakan garis besar tentang hal-hal yang akan ditanyakan.
C. Pengamatan (Observation)
Observasi yaitu melakukan pengamatan secara langsung ke objek penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan. Apabila objek penelitian bersifat perilaku dan tindakan manusia, fenomena alam(kejadian-kejadian yang ada di alam sekitar), proses kerja, dan penggunaan responden kecil.
Tambahan: Catatan anecdote (daftar catatan anecdote) adalah catatan peneliti mengenai segala sesuatu yang terjadi pada saat pengamatan berlangsung. Peristiwa atau sesuatu yang di anggap penting di catat dengan singkat tanpa harus menuruti aturan tertentu.
D. Tes (test)
Tes sebagai instrumen pengumpul data adalah serangkaian pertanyaan atau latihan yang di gunakan untuk mengukur keterampilan pengetahuan, intelegensi, kemampuan, atau bakat yang di miliki oleh individu atau kelompok.
Ada beberapa macam tes instrumen pengumpul data, antara lain:
1. Tes Kepribadian
Tes kepribadian adalah tes yang di gunakan untuk mengungkapkan kepribadian seseorang.
2. Tes Bakat
Tes bakat (talent test) adalah tes yang di gunakan untuk mengukur atau mengetahui bakat seseorang.
3. Tes Prestasi
Tes perstasi (achievement test) adalah tes yang digunakan untuk mengukur pencapaian seseorang setelah mempelajari sesuatu.
4. Tes Inteligensi
Tes inteligensi adalah tes yang di gunakan untuk membuat penaksiran atau perkiraan terhadap tingkat intelektual seseorang dengan cara memberikan berbagai tugas kepada orang yang di ukur inteligensinya.
5. Tes Sikap
Tes sikap (attitude test) adalah tes yang di gunakan untuk mengadakan pengukuran terhadap berbagai sikap seseorang.
E. Dokumentasi
Dokumentasi adalah di tujukan untuk memperoleh data yang langsung dari tempat penelitian, meliputi buku-buku yang relevan, peraturan-peraturan. laporan kegiatan, foto-foto, film dokumenter, data yang relevan penelitian.
4. Menyusun Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah nafas dari penelitian oleh karena itu dikatakan oleh Arikunto (1995:177) bahwa “instrumen penelitian merupakan sesuatu yang terpenting dan setrategis kedudukannya di dalam keseluruhan kegiatan penelitian.” Dimana hubungannya antara data dengan masalah penelitian, tujuan penelitian dan hipotesis penelitian. Data merupakan bahan penting yang akan dimanfaatkan untuk : menjawab permasalahan; mencari apa saja yang digunakan untuk mencapai tujuan penelitian; sebagai bukti pencari fakta; dan membuktikan hipotesis penelitian. Dengan demikian data merupakan kunci pokok dalam kegiatan penelitian sekaligus menentukan mutu hasil penelitian.
Instrumen penelitian merupakan alat bantu peneliti dalam pengumpulan data. Mutu instrumen akan menentukan juga mutu dari pada data yang dikumpulkan, sehingga tepatlah dikatakan bahwa hubungan instrumen dengan data adalah sebagai jantungnya penelitian yang saling terkait antara: latar belakang; permasalahan; identifikasi; tujuan; manfaat; kerangka pemikiran; asumsi dan hipotesis penelitian. Oleh karena, menyusun instrumen untuk kegiatan penelitian merupakan langkah terpenting yang harus di pahami benar-benar peneliti.
Langkah-langkah menyusun instrumen penelitian
a.Mengidentifikasi variabel-variabel dalam rumusan judul penelitian.
b.Menjabarkan variabel tersebut menjadi sub variabel/dimensi.
c.Mencari indikator/aspek setiap sub variabel.
d.Menderetkan diskriptor dari setiap indikator.
e.Merummuskan setiap diskriptor menjadi butir-butir instrumen.
f.Melengkapi instrumen dengan petunjuk pengisian dan kata pengantar.
Sumber: Dr. Riduwan, M.B.A. Skala Pengukuran Variabel-variabel Penelitian. Bandung: Alfabeta. 2010.dikutiphttp://cobah-ajah.blogspot.com/2012/06/instrumen-penelitian.html
PONPES SHIDIQIIN WARA` PURWOJATI
Sholawat_Badar-Puput_Novel-TOPGAN
Blogger templates
href="http://www.yayasangurungajiindonesia.com" ' rel='canonical'/>>






4/24/2016 04:34:00 PM
simbah wuri


