Tampilkan postingan dengan label Banyumas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Banyumas. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Maret 2016

Tidak Cukup Iktikad Baik Tapi Harus Legal Prosedural

Raras Wuri Miswandaru. Tidak Cukup Iktikad Baik Tapi Harus Legal Prosedural
http://raraswurimiswandaru.blogspot.co.id/2016/03/visi-raras-banyumas-cablaka-untuk.html
Raras : Harus Legal Prosedural tidak hanya Iktikad Baik

Dari tingkat nasional sampai pedesaan sekarang banyak dilakukan budaya untuk melakukan program pembangunan hanya dengan iktikad baik. Dalam melakukan kegiatan atau program pemerintah baik di tingkat Nasional maupun Desa semua harus Legal dan Prosedural


Pemerintah hanya bermodal iktikad baik untuk melakukan berbagai program, contohnya 3 kartu Sakti Kokowi yang dipersoalkan dasar hukumnya. Tidak ada payung hukum dalam Undamg-Undang mengarah adanya Kartu Sakti tersebut. Kartu Sakti yang berjumlah 3 kartu atau 10 kartu harus jelas dan anggran diambil dari POS apa juga harus jelas.


Hal ini senada dengan pernyataan Hahri Hamzah Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah di Gedung DPR, Rabu (5/11/15) dalam menanggapi Kartu Sakti Jokowi, Menurut Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu bahwa dia mencontohkan kasus dana talangan Century. Menurutnya, pemerintah di bawah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat itu menyatakan beritikad baik menyelamatkan kondisi negara dari krisis ekonomi global. “Tapi akhirnya apa?, orang masuk bui kok. Jadi itikad baik tidak satu-satunya, tetapi legal prosedural harus dipenuhi,” ujarnya.


Lebih lanjut Fahri memahami itikad baik pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, penggunaan anggaran sejatinya mesti sesuai prosedur dan legal. Kendati demikian, Fahri menampik tindakan pemerintah ilegal. Hanya saja, ia khawatir itikad baik pemerintahan Jokowi justru disalahartikan.


Di tingkat Desa juga banyak progaram yang hanya dilandasi beriktikat baik untuk melangsungkan pembangunan agar berjalan baik. Hal ini sangat keliru dan bisa dituntut pertanggungjawabannya ke pemerintah. Kalau hanya beriktikad baik berarti ada orang membawa anak dibawah umur untuk dinikahi seara agama juga tidak boleh disalahkan. Karena orang yang membawa lari tersebut beriktikad baik untuk membangun rumah tangga, sebagai contoh kasus syech Puji. Waktu itu dia dan orang tuanya berpedoman beriktikad baik membangun rumah tangga.


Di desa sekarang pembangunan yang tidak sesuai dengan RPJMDes.Padahal menurut peraturan yang berlaku semua program pembangunan fisik dan non fisik harus berdasarkan RPJMdes. dari RPJMDes dijabarkan dalam RKP dan dimasukan kedalam RAPBDes. Kalau tiba-tiba masuk dalam RPJMDes sudah dipastikan tidak legal prosedural walau dengan niatan beriktikad baik. Itu jelas Pelanggaran berat.



Selasa, 07 April 2015

Diklat Tenaga Pendamping Pembangunan Desa-TPPD di Unsoed Tahun 2015

Tenaga Pendampingan Pembangunan Desa (TPPD) diperlukan untuk mengawal dana satu miliar yang dibagikan ke masing-masing desa. Karena besarnya dana tersebut maka diperlukan adanya pendampingan dalam penggunaan dana desa tersebut. Tenaga pendamping pembanguna desa sudah diperintahkan oleh undang-undang desa dan peraturan pemerintah dan juknisnya.

Untuk mendapatkan Tenaga Pendamping Pembangunan Desa yang profesional maka diperlukan pendidikan dan pelatihan bagi calon TPPD tersebut. Tanggal 7 April 2015 Unsoed telah mengadakan diklat TPPD yang diikuti sekitar 100 orang dari 4 kabupaten. 

Materi pelatihan dari UU desa, Pemberdayaan masyarakat, administrasi keuangan desa, dan lainnya. acara dilaksanakan dengan sukses tanpa hambatan apapun. Namun perlu ditindaklanjuti mengenai diklat ini.

Sabtu, 04 April 2015

Visi Misi Simbah Wuri Calon Bupati Banyumas 2018

Visi Misi Simbah Wuri Calon Bupati Banyumas
Raras Wuri Purwojati Calon Bupati Banyumas
Simbah Wuri Sang Guru Ngaji YGNI dari Purwojati Banyumas. Berniat mencalonkan diri menjadi Calon Bupati Banyumas 2018-2023. Dia sebagai guru ngaji sekaligus guru madrasah yang aktif dalam berbagai kegiatan, Dia juga Ketua Yayasan Guru Ngaji Indonesia Banyumas, Pembina Pemuda Pakarti, Majelis Pager Bangsa dan Rumah Piramida.

Kegiatnnya sebagai warga masyarakat aktif dalam pembinaan anak-anak dan remaja melalui berbagai kegiatan baik melalui taman bacaan msyarakat (TBM) Media Cerdik, Penyembuhan alternatif Karomah Maunah, dan berbagai bidang pendidikan. Disamping itu Raras merupakan salah satu pimpinan Pondok Pesantren Shidiqiin Wara` Purwojati. Anak dari Pasangan Kyai Muhammad Syechan dan Nyai Rukiyah, dan masih keturunan dari Senopati Yudanegara melalui jalur Bapak dan masih keturunan dari Syech Lemah Abang atau Syech Siti Jennar dan Sunan Gunung Jati Cirebon melalui jalur Ibu (data didperoleh dari kajian ilmiah). Raras Wuri juga memiliki hubungan kekeluargaan dengan mantan Bupati Banyumas Mardjoko melalui jalur bapak yang masih satu Buyut,artinya Kakek Simbah Wuri masih kakak beradik dengan Kakeknya Istrinya Marjoko. Hal ini juga sudah dikonfimasi dengan bu lik Pak Marjoko (Ibu Ambong). 

Melihat perkembangan pembangunan Kabupaten Banyumas yang cukup ter tinggal dengan Kabupaten lain maka dia berniat untuk ikut dalam pembangunan Banyumas agar menjadi lebih baik. Pembangunan Kabupaten Banyumas akan berhasil baik bila visi dan misi kabupaten jelas dan diwujudkan oleh Seluruh masyarakat Banyumas khususnya para penyelenggara pemerintah daerah. Apabila ada wakil-wakil atau aparat yang tidak mendukung program tersebut maka dapat dikatakan sebagai pemnghambat pembangunan di Banyumas.
Raras Wuri Purwojati Calon Bupati Banyumas
Calon Bupati Banyumas-Cablaka


Visinya dalam pencalonan Bupati Banyumas adalah:BANYUMAS CABLAKA atau
"Tercapainya Banyumas yang Citra baik, Agamis, Berbudaya, Layak lingkungan dan Keadilan-Sosial. (CABLAKA)"
atau disingkat "BANYUMAS yang CABLAKA"

Misinya:
  1. Menyelenggarakan pemerintahan yang berCitra baik yaitu : bersih dari korupsi serta aparat pemerintahan yang memiliki kompetensi, kredibilitas dan kapabilitas dalam menyelenggarakan Pemerintahan serta menyelenggarakan pemerintahan yang memiliki budaya yang tinggi seperti bergotong royong, guyub rukun, tepa slira dan membumikan semangat tersebut dimasyarakat.
  2. Mempercepat Pelaksanaan Reformasi Birokrasi untuk Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik, Bersih, Transparan dan Akuntabel; dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat perlu didukung oleh aparatur yang profesional dan bersih, serta responsif terhadap permasalahan–permasalahan yang timbul di masyarakat dengan membangun akuntabilitas dan transparansi berbasis teknologi informasi dalam penyelenggaraan pemerintahan serta peningkatan kualitas pelayanan publik dalam mewujudkan visi dan misi.
  3. Meningkatkan produktivitas hasil-hasil pertanian, peternakan, perikanan dan pertambangan dalam mendukung pendapatan daerah dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat.
  4. Meningkatnya kecerdasan dan kualitas hidup masyarakat dengan program-program yang terintegrasi dan terpadu.
  5. Meningkatkan kenyamanan lingkungan untuk berusaha dan bertempat tinggal 
  6. Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Infrastruktur untuk Mewujudkan Kemajuan dan Daya Saing Daerah dengan Memperhatikan Keseimbangan dan Kelestarian Lingkungan; pembangunan fisik dan infrastruktur yang memiliki peran penting dalam mendukung urusan pembangun lainnya, diarahkan kepada sasaran–sasaran yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan kelancaran roda ekonomi, dengan memperhatikan aspek keseimbangan dan kelestarian lingkungan hidup serta tata ruang daerah.
  7. Menyelnggarakan pemerintahan yang berkeadilan dan adanya partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
  8. Memperkokoh semangat kemandirian daerah dengan meningkatkan mutu pariwasata dan budaya daerah.
  9. Meningkatnya kualitas dan kuantitas produk hukum dan mempercepat revisi peraturan daerah yang kurang efektif dan efisien dalam mendukung pembangunan Banyumas
  10. Memperbaharui program dan perencanaan Pembanguna Kabupaten Banyumas dalam rangka menguatkan dan memperjelas tujuan Pembangunan Daerah.
Strategi dan Tujuan 
Strategi:


Untuk menjadi bakal calon Bupati Banyumas maka Simbah Wuri atau Raras Wuri Miswandaru, SPdI, MPdI membutuhkan dukungan warga Banyumas minimal 104.363 orang sebagai calon Independen di tahun 2018. Dimana dukungan tersebut berada tersebar di minimal 14 kecamatan di Banyumas.

Oleh sebab itu Raras Wuri sangat membutuhkan dukungan warga, agar bisa maju menjadi bakal calon Bupati Banyumas periode 2018-2023 mendatang. Terimakasih atas dukungan warga yang mau peduli atas perubahan Banyumas.

Kamis, 09 Oktober 2014

Simbah Wuri Ucapkan Selamat Datang Bu Ganjar Pranowo Beserta Rombongan Di Purwojati Banyumas

Raras Wuri Miswandaru. Kedatangan Bu Ganjar Pranowo di Kecamatan Purwojati Banyumas ( Kamis, 9/10/2014) ditunggu banyak orang. Sebagi Istri Gubernur Jawa Tengah maka dia mempunyai kewajiban mengenal daerah kerja suaminya. Bu Ganjar datang bersama dalam penilaian lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tingkat Propinsi, Desa Karangtalun Kidul Kecamatan Purwojati Kabupaten banyumas mewakili kabupaten Banyumas untuk lomba tersebut.

Bu Gubernur kami warga Purwojati mengharapkan perhatian dari Pemerintahan Propinsi Jawa Tengah dalam  membangun daerah kami. Kami adalah daerah tertinggal dalam skala ukuran pembangunan di kabupaten Banyumas.

Dengan kemenangan PDIP yang mutlak di kecamatan Purwojati tentunya menjadi pertimbangan tambahan untuk Pak Ganjar dalam menentukan pembangunan di Banyumas.

Saya Simbah Wuri atau Raras Wuri Miswandaru, SPdI, MPdI sebagai Guru Ngaji YGNI  dan Dewan Pembina Pemuda Pakarti mengucapkan : "Selamat Datang Bu Ganjar Pranowo beserta rombongan di Kecamatan Purwojati semoga selamat , sejahtera dan menjadi bentuk kepedulian kepada wilayah kami".

Rabu, 08 Oktober 2014

Banyumas Dalam Sejarah Berdirinya


Test'

Sejarah singkat Berdirinya Kabupaten Banyumas Oleh Adipati MrapatKabupaten Banyumas berdiri pada tahun 1582, tepatnya pada hari Jum`at Kliwon tanggal 6 April 1582 Masehi, atau bertepatan tanggal 12 Robiul Awwal 990 Hijriyah. Dari hasil kajian sejarawan, arkeolog dan akademisi sehingga Kemudian ditetapkan dengan Peraturan Daerah (PERDA) Kabupaten Daerah Tingkat II Banyumas Nomor 2 tahun 1990.


Keberadaan sejarah Kabupaten Banyumas tidak terlepas dari pendirinya yaitu Raden Joko Kahiman yang kemudian menjadi Bupati yang pertama dikenal dengan julukan atau gelar ADIPATI MARAPAT (ADIPATI MRAPAT).


Riwayat singkatnya diawali dari jaman Pemerintahan Kesultanan PAJANG, di bawah Raja Sultan Hadiwijaya.


Kisah pada saat itu telah terjadi suatu peristiwa yang menimpa diri (kematian) Adipati Wirasaba ke VI (Warga Utama ke I) dikarenakan kesalah pahaman dari Kanjeng Sultan pada waktu itu, sehingga terjadi musibah pembunuhan di Desa Bener, Kecamatan Lowano, Kabupaten Purworejo. sewaktu Adipati Wirasaba dalam perjalanan pulang dari pisowanan ke Paiang. Dari peristiwa tersebut untuk menebus kesalahannya maka Sultan Pajang, memanggil putra Adipati Wirasaba namun tiada yang berani menghadap.


Kemudian salah satu diantaranya putra menantu yang memberanikan diri menghadap dengan catatan apabila nanti mendapatkan murka akan dihadapi sendiri, dan apabila mendapatkan anugerah/kemurahan putra-putra yang lain tidak boleh iri hati. Dan ternyata diberi anugerah diwisuda menjadi Adipati Wirasaba ke VII. Semenjak itulah putra menantu yaitu R. Joko Kahiman menjadi Adipati dengan gelar ADIPATI WARGA UTAMA II.


Kemudian sekembalinya dari Kasultanan Pajang atas kebesaran hatinya dengan seijin Kanjeng Sultan, bumi Kadipaten Wirasaba dibagi menjadi empat bagian diberikan kepada iparnya.

1. Wilayah Banjar Pertambakan diberikan kepada Kyai Ngabei Wirayuda.

2. Wilayah Merden diberikan kepada Kyai Ngabei Wirakusuma.

3. Wilayah Wirasaba diberikan kepada Kyai Ngabei Wargawijaya.

4. Wilayah Kejawar dikuasai sendiri dan kemudian dibangun dengan membuka hutan Mangli dibangun pusat pemerintahan dan diberi nama Kabupaten Banyumas.


Karena kebijaksanaannya membagi wilayah Kadipaten menjadi empat untuk para iparnya maka dijuluki Adipati Marapat.


Siapakah Raden Joko Kahiman itu ?

R. Joko Kahiman adalah putra R. Banyaksasro dengan ibu dari Pasir Luhur. R. Banyaksosro adalah putra R. Baribin seorang pangeran Majapahit yang karena suatu kesalahan maka menghindar ke Pajajaran yang akhirnya dijodohkan dengan Dyah Ayu Ratu Pamekas putri Raja Pajajaran. Sedangkan Nyi Banyaksosro ibu R. Joko Kahiman adalah putri Adipati Banyak Galeh (Mangkubumi II) dari Pasir Luhur semenjak kecil R. Joko Kahiman diasuh oleh Kyai Sambarta dengan Nyai Ngaisah yaitu putrid R. Baribin yang bungsu.

Dari sejarah terungkap bahwa R. Joko Kahiman adalah merupakan SATRIA yang sangat luhur untuk bisa diteladani oleh segenap warga Kabupaten Banyumas khususnya karena mencerminkan :

a. Sifat altruistis yaitu tidak mementingkan dirinya sendiri.

b. Merupakan pejuang pembangunan yang tangguh, tanggap dan tanggon.

c. Pembangkit jiwa persatuan kesatuan (Majapahit, Galuh Pakuan, Pajajaran) menjadi satu darah dan memberikan kesejahteraan ke kepada semua saudaranya.


Dengan demikian tidak salah apabila MOTO DAN ETOS KERJA UNTUK Kabupaten Banyumas SATRIA.


Candra atau surya sengkala untuk hari jadi Kabupaten Banyumas adalah “BEKTINING MANGGALA TUMATANING PRAJA” artinya tahun 1582.

Bila diartikan dengan kalimat adalah “KEBAKTIAN DALAM UJUD KERJA SESEORANG PIMPINAN / MANGGALA MENGHASILKAN AKAN TERTATANYA ATAU TERBANGUNNYA SUATU PEMERINTAHAN”.




Berikut deretan sejarah yang telah mengisi tongkat estafet kepemimpinan Kabupaten Banyumas dari masa ke masa.


PARA ADIPATI DAN BUPATI SEMENJAK BERDIRINYA
KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 1582


1. R. Joko Kahiman, Adipati Warga Utama II (1582-1583)

2. R. Ngabei Mertasura (1583-1600)

3. R. Ngabei Mertasura II (Ngabei Kalidethuk) (1601 -1620)

4. R. Ngabei Mertayuda I (Ngabei Bawang) (1620 – 1650)

5. R. Tumenggung Mertayuda II (R.T. Seda Masjid, R.T. Yudanegara I) Tahun 1650 – 1705

6. R. Tumenggung Suradipura (1705 -1707)

7. R. Tumenggung Yudanegara II (R.T. Seda Pendapa) Tahun 1707 -1743.

8. R. Tumenggung Reksapraja (1742 -1749)

9. R. Tumenggung Yudanegara III (1755) >> diangkat Patih Sultan Yogyakarta bergelar Danureja I.

10. R. Tumenggung Yudanegara IV (1745 – 1780)

11. R.T. Tejakusuma, Tumenggung Kemong (1780 -1788)

12. R. Tumenggung Yudanegara V (1788 – 1816)

13. Kasepuhan : R. Adipati Cokronegara (1816 -1830)

Kanoman : R. Adipati Brotodiningrat (R.T. Martadireja)

14. R.T. Martadireja II (1830 -1832) kemudian pindah ke Purwokerto (Ajibarang).

15. R. Adipati Cokronegara I (1832- 1864)

16. R. Adipati Cokronegara II (1864 -1879)

17. Kanjeng Pangeran Arya Martadireja II (1879 -1913)

18. KPAA Gandasubrata (1913 – 1933)

19. RAA. Sujiman Gandasubrata (1933 – 1950)

20. R. Moh. Kabul Purwodireja (1950 – 1953)

21. R. Budiman (1953 -1957)

22. M. Mirun Prawiradireja (30 – 01 – 1957 / 15 – 12 – 1957)

23. R. Bayi Nuntoro (15 – 12 – 1957 / 1960)

24. R. Subagio (1960 -1966)

25. Letkol Inf. Sukarno Agung (1966 -1971)

26. Kol. Inf. Poedjadi Jaringbandayuda (1971 -1978)

27. Kol. Inf. R.G. Rujito (1978 -1988)

28. Kol. Inf. H. Djoko Sudantoko (1988 – 1998)

29. Kol. Art. HM Aris Setiono, SH, S.IP (1998 – 2008)

30. Drs. H. Mardjoko, M.M. (2008 – 2013)


31. Ahmad Husein (2013-sekarang)

Selasa, 23 September 2014

Mbah Wuri Purwojati Masih Turunan Yudanegara Adipati Banyumas

Raras Wuri Miswandaru,SPdI. atau biasa dipanggil  Simbah Wuri adalah anak pasangan dari Almarkhum Kyai Muhammad Syechan dan Almarkhumah Rukiyah. Mreke berdua adalah pendiri Pesantren Shidiqin Naqsabany Purwojati Banyumas.
Silsilah Ibu Rukiyah adalah anak dari Sanmarta dan Rakem (Dunagara - Wangon). Sedangkan Kyai Muhammad Syechan anak dari Muhammad `Aly +
Muhammad `Aly adalah keturunan dari B anak dari Adik Adipati Patikraja anak dari D anak E anak dari F anak dari Yudanegara Adipati Banyumas




a'


Sabtu, 30 Agustus 2014

Getarnya Gunung Slamet Pertanda Buruk Datangya Pemimpin Bermasalah

Gunung Slamet yang berada diperbatasan 5 Kabupaten yaitu Banyumas, Purbalingga, Brebes, Tegal dan Pemalang adalah gunung yang tertinggi di Pulau Jawa dan ssebagai Gunung Tertua di Pulau Jawa juga selain itu Gunung Slamet adalah Gunung yang belum pernah ada catatan meletus adalah Gunung Slamet di Indonesia.

Dinamakan Gunung Slamet karena gunung tersebut memberikan rasa aman yang tidak ada letusannya sehingga tidak ada korban akibat letusan Gunung Slamet. ada juga megartikan sebagai "selamet" atau kesehatan karea ada sumber mata air yang menyembuhkan bagi yang sakit khususnya adalah bagi yang terkena sakit gatal dan lainnya.

Sudah ada prediksi atau ramalan di masyarakat sekitar Gunung Slamet bahwa kalau ada gerakan aktivitas Gunung Slamet yang sering dan terus menerus atau bahkan membawa ledakan itu pertanda bahwa Bangsa Indonesia atau Nusantara akan mengalami kekacauan secara politik yang diakibatkan oleh ucapan dan perilaku pemimpin Indonesia. Kekacauan di Indonesia akan berdampak sangat luas karena Indonesia negera besar dan negara kaya akan sumber daya alamnya.

Dalam masa -masa pemilu kemarin baik dari Gubernur sampai Presiden gunung slamet sudah mulai menunjukan aktivitas yang terus menerus bahkan sudah ada ledakan kecil dari Gunung Slamet setelah adanya keputusan dari KPU tentang Presiden terpilih. Apakah Presiden Terpilih tahun 2014-2019 adalah orang yang tepat atau orang yang akan membawa kesengsaraan bagi rakyat ? Kalau menurut lamaran maka pertanda buruk bai bangsa Indonesia bahwa Indonesia akan mengalami kekacauan politik akibat kepemimpinan presiden terpilih sekarang. tapi semoga saja ramalan itu tidak benar akan terjadi kekacauan semoga saja sebaliknya akan membawa kebaikan kepada bangsa Indonesia

Sabtu, 26 April 2014

Banyumas Ekstravaganza

Raras Wuri Miswandaru. Pemerintah Kabupaten Banyumas akan menggelar acara akbar pada hari Minggu (27/4/2014) yaitu Banyumas Ekstravaganza yang merupakan acara untuk ajang promosi Pariwisata Kabupaten Banyumas. Kegiatan kali ini merupakan acara peringatan Hari jadi kabupaten Banyumas yang ke 432.



Acara kali mengambil tema ' Topeng dengan balutan Batik Banyumasan" Dalam acara ini akan ditampilkan potensi kabupaten Banyumas diantaranya kain batik Banyumasan, pertunjukan 432 penabuh kentongan dan penarinya, juga ada begalan, sendratari Kamandaka, genthoakan, buncis, canthingan dan lainnya. seperti acara tahun -tahun sebelumnya acara ini sangat meriah dijalan penuh tumpah ruah menjadi lautan manusia yang membutuhkan hiburan rakyat yang murah.

Sejak diadakannya Banyumas Ekstravaganza pariwisata mengalami peningkatan jumlah pengunjungnya , namun sangat disayangkan masih banyak dilokasi wisata masih banyak yang fasilitasnya tidak memenuhi syarat, semoga ada perbaikan ditahun-tahun yang akan datang.
Sumber :  http://raraswurimiswandaru.blogspot.com

Senin, 16 Desember 2013

Wisata Curug Cipendok Banyumas

Lingkungan di sekitar curug ini masih terasa alami dengan hutan produksi dan lindung yang terjaga baik sehingga menjadi daya tarik tersendiri.  Kesunyian disekitar curug ini juga masih terasa dimana belum banyak pelancong yang datang menikmati keindahan alamnya.
Legenda

Nama Curug Cipendok bermula dari legenda yang masih berkaitan dengan sejarah Perang Diponegoro. Perang ini merupakan perang lima tahun (1825-1830) antara Pangeran Diponegoro melawan Pemerintah Kolonial Hindia Belanda. Perang yang dimenangkan Belanda itu membuat seluruh wilayah kerajaan Surakarta termasuk wilayah Dulangmas, meliputi Kedu, Magelang, Banyumas berada dibawah kekuasaan pemerintahan kolonial.  Perjanjian tersebut tertuang dalam perjanjian Dulangmas

Salah satu wilayah Banyumas yaitu Ajibarang, saat itu dipimpin oleh seorang Wedana bernama Raden Ranusentika. Pada saat itu diberi tugas untuk melakukan kerja rodi, berupa pembukaan hutan belantara di sekitar lereng Gunung Slamet untuk dijadikan area perkebunan. Sudah delapan bulan lamanya beliau memimpin pembukaan hutan di lereng Gunung Slamet, namun belum juga mendapatkan hasil. Senantiasa terjadi keanehan, pada saat pohon-pohon selesai ditebang, esoknya tubuh lagi seperti semula. Seolah-olah seperti belum pernah ditebang sama sekali. Kejadian ini terjadi berulang-ulang, sehingga membuat bingung dan pusing Raden Ranusentika.
 

Karena baru kali ini menemukan permasalahan yang aneh, maka kemudian Raden Ranusentika berdoa dan bermohon kepada Tuhan dengan cara bertapa beberapa saat. Karena merasa belum mendapat petunjuk juga, beliau kemudian menyudahi bertapanya. Sembari mengusir kegundahan dan mencari jalan keluar, Raden Ranusentika pergi memancing ikan di dekat air terjun. Di tengah-tengahnya memancing, tiba-tiba beliau merasa kailnya seperti ditarik-tarik oleh ikan yang besar, sampai-sampai gagang pancingnya melengkung.
 

Namun alangkah terkejutnya, saat pancingnya ditarik bukannya ikan yang didapat, melainkan sebuah barang mirip cincin yang merupakan pendok atau cincin warangka keris yang bersinar kuning keemasan. Ketika didekatkan, tiba-tiba Raden Ranusentika bisa melihat banyak sekali makhluk halus yang berada di hutan yang telah ditebang habis. Mereka semua yang selama ini menggagalkan pekerjaan Raden Ranusentika.
 

Atas usulan Breden Santa, seorang kepala pekerja, air terjun dimana Raden Ranusentika menemukan pendok keris, dinamakan Curug Cipendok. Berasal dari kata curug yang berarti air terjun dan pendok atau cincin dari bilah keris.
 



Lokasi

Terletak di Desa Karang Tengah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Propinsi Jawa Tengah.

Peta dan Koordinat GPS: 7° 20' 11.72" S  109° 8' 12.52" E  


Aksesbilitas

Berjarak kurang lebih 15 km dari arah barat kota Purwokerto dengan waktu tempuh sekitar setengah jam atau sekitar 7 km dari Ajibarang.  Menuju Curug Cipendok tidaklah terlalu susah. Hanya saja, belum ada angkutan umum resmi yang sampai ke sana, sehingga kalau  mengunjungi tempat itu harus dengan kendaraan pribadi atau sewaan. 

Jika dari kota Purwokerto dengan melewati jalan Jend. Sudirman ke arah alun-alun. Kemudian lurus menuju ke jalan raya Losari, sekitar 7 km jauhnya dari Purwokerto.  Selanjutnya akan ditemui plang tanda jalan masuk ke curug yang keberadaannya disebelah kiri jalan raya.  Plang masuk ini berada di rambu lampu kuning berkelap-kelip di pertigaan jalan raya Cilongok.  Dari pertigaan ini ambil belokan ke kanan ke jalan raya Cilongok dengan jarak sekitar 8 km hingga pintu gerbang curug.   Kondisi jalan ini  cukup berkelok-kelok dan naik, namun kondisi jalan sudah beraspal semua dan ada penunjuk jalannya.

Sesampainya di pintu gerbang perjalanan diteruskan sekitar 1 km hingga tiba di lokasi area parkir.  Dan dari lokasi parkir ini untuk menuju ke Curug Cipendok perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki melewati jalan setapak sejauh 500 meter dengan waktu tempuh sekitar 15-20 menit.


Tiket dan Parkir

Tiket masuk adalah Rp 6000 per orang, sudah termasuk asuransi kecelakaan.


Fasilitas dan Akomodasi
 

Tersedia tempat parkir, tempat istirahat, arena bermain anak-anak seperti ayunan dan kamar mandi.  Dilokasi curug ini terdapat menara pandang  yang dapat melihat pemandangan kota Purwokerto apabila cuaca sedang cerah. Juga sepanjang jalan menuju lokasi, banyak warung yang menjajakan mendoan, susu murni dan makanan kecil.  

Fasilitas utama
  • cottage
  • outbond
  • jogging track
  • jungle tracking
  • bumi perkemahan

Wisata Lain

Telaga Pucung yaitu sumber mata air Pucung yang berada di Kampung Panginyongan, yang ditampilkan dalam nuansa budaya Banyumasan. Di sini, suasana sangat hening dan asri, sesuai untuk melonggarkan pikiran sehingga sangat cocok untuk camping ground.  Selain keindahan alamnya yang masih asli, di sekitar telaga pucung juga masih terdapat elang dan macan (harimau) Jawa. Dimana keberadaannya kini semakin berkurang. 


Sabtu, 16 November 2013

Sejarah Kabupaten Banyumas

Sejarah Kabupaten Banyumas

Kabupaten Banyumas berdiri pada tahun 1582, tepatnya pada hari Jum`at Kliwon tanggal 6 April 1582 Masehi, atau bertepatan tanggal 12 Robiul Awwal 990 Hijriyah. Kemudian ditetapkan dengan Peraturan Daerah (PERDA) Kabupaten Daerah Tingkat II Banyumas Nomor 2 tahun 1990.
Keberadaan sejarah Kabupaten Banyumas tidak terlepas dari pendirinya yaitu Raden Joko Kahiman yang kemudian menjadi Bupati yang pertama dikenal dengan julukan atau gelar ADIPATI MARAPAT (ADIPATI MRAPAT).

Riwayat singkatnya diawali dari jaman Pemerintahan Kesultanan PAJANG, di bawah Raja Sultan Hadiwijaya.
Kisah pada saat itu telah terjadi suatu peristiwa yang menimpa diri (kematian) Adipati Wirasaba ke VI (Warga Utama ke I) dikarenakan kesalahan paham dari Kanjeng Sultan pada waktu itu, sehingga terjadi musibah pembunuhan di Desa Bener, Kecamatan Lowano, Kabupaten Purworejo (sekarang) sewaktu Adipati Wirasaba dalam perjalanan pulang dari pisowanan ke Paiang. Dari peristiwa tersebut untuk menebus kesalahannya maka Sultan Pajang, memanggil putra Adipati Wirasaba namun tiada yang berani menghadap.

Kemudian salah satu diantaranya putra menantu yang memberanikan diri menghadap dengan catatan apabila nanti mendapatkan murka akan dihadapi sendiri, dan apabila mendapatkan anugerah/kemurahan putra-putra yang lain tidak boleh iri hati. Dan ternyata diberi anugerah diwisuda menjadi Adipati Wirasaba ke VII.
Semenjak itulah putra menantu yaitu R. Joko Kahiman menjadi Adipati dengan gelar ADIPATI WARGA UTAMA II.

Kemudian sekembalinya dari Kasultanan Pajang atas kebesaran hatinya dengan seijin Kanjeng Sultan, bumi Kadipaten Wirasaba dibagi menjadi empat bagian diberikan kepada iparnya.
1. Wilayah Banjar Pertambakan diberikan kepada Kyai Ngabei Wirayuda.
2. Wilayah Merden diberikan kepada Kyai Ngabei Wirakusuma.
3. Wilayah Wirasaba diberikan kepada Kyai Ngabei Wargawijaya.
4. Wilayah Kejawar dikuasai sendiri dan kemudian dibangun dengan membuka hutan Mangli dibangun pusat pemerintahan dan diberi nama Kabupaten Banyumas.

Karena kebijaksanaannya membagi wilayah Kadipaten menjadi empat untuk para iparnya maka dijuluki Adipati Marapat.

Siapakah Raden Joko Kahiman itu ?
R. Joko Kahiman adalah putra R. Banyaksasro dengan ibu dari Pasir Luhur. R. Banyaksosro adalah putra R. Baribin seorang pangeran Majapahit yang karena suatu kesalahan maka menghindar ke Pajajaran yang akhirnya dijodohkan dengan Dyah Ayu Ratu Pamekas putri Raja Pajajaran. Sedangkan Nyi Banyaksosro ibu R. Joko Kahiman adalah putri Adipati Banyak Galeh (Mangkubumi II) dari Pasir Luhur semenjak kecil R. Joko Kahiman diasuh oleh Kyai Sambarta dengan Nyai Ngaisah yaitu putrid R. Baribin yang bungsu.
Dari sejarah terungkap bahwa R. Joko Kahiman adalah merupakan SATRIA yang sangat luhur untuk bisa diteladani oleh segenap warga Kabupaten Banyumas khususnya karena mencerminkan :
a. Sifat altruistis yaitu tidak mementingkan dirinya sendiri.
b. Merupakan pejuang pembangunan yang tangguh, tanggap dan tanggon.
c. Pembangkit jiwa persatuan kesatuan (Majapahit, Galuh Pakuan, Pajajaran) menjadi satu darah dan memberikan kesejahteraan ke kepada semua saudaranya.

Dengan demikian tidak salah apabila MOTO DAN ETOS KERJA UNTUK Kabupaten Banyumas SATRIA.

Candra atau surya sengkala untuk hari jadi Kabupaten Banyumas adalah "BEKTINING MANGGALA TUMATANING PRAJA" artinya tahun 1582.
Bila diartikan dengan kalimat adalah "KEBAKTIAN DALAM UJUD KERJA SESEORANG PIMPINAN / MANGGALA MENGHASILKAN AKAN TERTATANYA ATAU TERBANGUNNYA SUATU PEMERINTAHAN".
 
 
PARA ADIPATI DAN BUPATI SEMENJAK BERDIRINYA
KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 1582
 
 1. R. Joko Kahiman, Adipati Warga Utama II (1582-1583)
2. R. Ngabei Mertasura (1583-1600)
3. R. Ngabei Mertasura II (Ngabei Kalidethuk) (1601 -1620)
4. R. Ngabei Mertayuda I (Ngabei Bawang) (1620 - 1650)
5. R. Tumenggung Mertayuda II (R.T. Seda Masjid, R.T. Yudanegara I) Tahun 1650 - 1705
6. R. Tumenggung Suradipura (1705 -1707)
7. R. Tumenggung Yudanegara II (R.T. Seda Pendapa) Tahun 1707 -1743.
8. R. Tumenggung Reksapraja (1742 -1749)
9. R. Tumenggung Yudanegara III (1755) kemudian diangkat menjadi Patih Sultan Yogyakarta bergelar Danureja I.
10. R. Tumenggung Yudanegara IV (1745 - 1780)
11. R.T. Tejakusuma, Tumenggung Kemong (1780 -1788)
12. R. Tumenggung Yudanegara V (1788 - 1816)
13. Kasepuhan : R. Adipati Cokronegara (1816 -1830) Kanoman : R. Adipati Brotodiningrat (R.T. Martadireja)
14. R.T. Martadireja II (1830 -1832) kemudian pindah ke Purwokerto (Ajibarang).
15. R. Adipati Cokronegara I (1832- 1864)
16. R. Adipati Cokronegara II (1864 -1879)
17. Kanjeng Pangeran Arya Martadireja II (1879 -1913)
18. KPAA Gandasubrata (1913 - 1933)
19. RAA. Sujiman Gandasubrata (1933 - 1950)
20. R. Moh. Kabul Purwodireja (1950 - 1953)
21. R. Budiman (1953 -1957)
22. M. Mirun Prawiradireja (30 - 01 - 1957 / 15 - 12 - 1957)
23. R. Bayi Nuntoro (15 - 12 - 1957 / 1960)
24. R. Subagio (1960 -1966)
25. Letkol Inf. Sukarno Agung (1966 -1971)
26. Kol. Inf. Poedjadi Jaringbandayuda (1971 -1978)
27. Kol. Inf. R.G. Rujito (1978 -1988)
28. Kol. Inf. H. Djoko Sudantoko (1988 - 1998)
29. Kol. Art. HM Aris Setiono, SH, S.IP (1998 - 2008)
30. Drs. H. Mardjoko, M.M. (2008 - 2013)
31. Ir Adhmad Husein ( 2013 - sekarang)

Rabu, 13 November 2013

Letak Geografis Kabupaten Banyumas

Letak Geografis Kabupaten Banyumas 

Wilayah Kabupaten Banyumas terletak di sebelah Barat Daya & merupakan bagian dari Propinsi Jawa Tengah. Terletak di antara garis Bujur Timur 108 " 39` 17`` sampai 109" 27` 15`` & di antara garis Lintang Selatan 7" 15` 05`` sampai 7" 37` 10`` yang berarti berada di belahan selatan garis khatulistiwa. Batas-batas Kabupaten Banyumas adalah :Sebelah Utara: Gunung Slamet, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Pemalang.
  1. Sebelah Selatan:  Kabupaten Cilacap
  2. Sebelah Barat: Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Brebes
  3. Sebelah Timur: Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Banjarnegara
Luas wilayah Kabupaten Banyumas sekitar 1.327,60 km2 atau setara dengan 132.759,56 ha, dengan keadaan wilayah antara daratan & pegunungan dengan struktur pegunungan terdiri dari sebagian lembah Sungai Serayu untuk tanah pertanian, sebagian dataran tinggi untuk pemukiman & pekarangan, dan seba-gian pegunungan untuk perkebunan dan hutan tropis terletak dilereng Gunung Slamet sebelah selatan. Bumi & kekayaan Kabupaten Banyumas masih tergolong potensial karena terdapat pegunungan Slamet dengan ketinggian puncak dari permukaan air laut sekitar 3.400M & masih aktif. Keadaan cuaca & iklim di Kabupaten Banyumas karena tergolong di belahan selatan khatulistiwa masih memiliki iklim tropis basah. Demikian Juga karena terletak di antara lereng pegunungan jauh dari permukaan pantai/lautan maka pengaruh angin laut tidak begitu tampak, namun dengan adanya dataran rendah yang seimbang dengan pantai selatan angin hampir nampak bersimpangan antara pegunungan dengan lembah dengan tekanan rata-rata antara 1.001 mbs, dengan suhu udara berkisar antara 21,4 derajat C - 30,9 derajat C.
Lihat Banyumas di google Maps, klik 

Rabu, 25 September 2013

Guplak, Wong Penginyongan Ora Bisa Gawe Kurikulum Banyumasan

Kurikulum pendidikan wis aweh aturan ngolihna anane muatan lokal, sing bisa diisi kanggo nguri-nguri bodaya lokal, uga kelebu wong penginyongan sing duwe bahasa dhewek, mesthine pemrentah karo ahli bahasa lan budaya Banyumasan bisa ngancang kurikulum Banyumasan. Kurikulum sing dimaksud sing bisa bener-bener nguri-nguri bahasa Banyumasan.

Kurikulum saiki ora pas lan ora patut kanggo nglestarikna budaya lan bahasa Banyumasan, isine mung pengetahuan dudu tatanan bahasa sing bener lan nganggo paugeran. Kudu ana seminar bahasa Banyumasan sing nentukna macem, urutan, kududukan lan liyane.

Bocah sekolah jaman saiki langka sing bisa kon ngramakna basa Banyumasan lewih-lewih krama inggil. Kuwe sebabe kurikulume salah ora ngutamakna bahasa pedinan sing neng Banyumasan.

Kanggo Pemrentah Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, kudu njagong bareng nganakna seminar basa Banyumasan. Aja mung kepenak ngurusi politik praktis thok karo proyek, aja kaya guplak kabeh ora bisa mbelani basane dhewek

Mangga sing pada peduli maring basane dhewek pada dipikirna temenan. mayuh padha melu urun rembug , melas bocah sing pada belajar mumet tapi ora kanggo

Penulis : Raras Wuri Miswandaru, SPdI. Ketua Pemuda Pakarti & YGNI Banyumas

Senin, 06 Agustus 2012

Wong Penginyongan



Wong Penginyongan


Wong Penginyongan adalah orang-orang yang berasal dari daerah ex karisidenan banyumas diantaranya Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara dan sekitarnya dulunya wilayah kepemimpinan Raden Yudanegara Bupati Banyumas, yang bercaranya ngapak atau sering diucapkan Ngomong Ngapak bicara ngapak disebabkan orang banyumas mengucapkan K misalnya pada huruf bapak harus dibaca K jelas.
walaupun begitu masarakat banyumas mempunyai prinsip Cablaka atau blakasuta yaitu budaya ngomong jelas, tegas dan jujur apa adanya.
Di banyumas banyak sekali makanan  khasnya contohnya : Gethuk Goreng Banyumas,Kripik Mendoan Banyumas dan lain-lain. tidak lupa banyumas juga memiliki model batik sendiri yang sering disebut batik banyumas
Sebagi wong penginyongan jangan pernah malu untk mengakui daerah asal ASLI BANYUMAS-nya, bahasanya, sejarahnya, makanannya, budayanya dan lainnya.
Wong Penginyongan banyak sekali menjadi orang terkenal, seperti Panglima Besar Jendral Sudirman, Gatot Subroto, Wirya atmaja pendiri BRI, Susilo Sudarman,.dll , mereka  baik dewasa maupun Pemuda-nya punya Pakarti Luhur, baik itu mejadi tentara, Guru Ngajipengobat / herbalist maupun lainnya.
Daerah Banyumas terkenal sebagai sentra Kelapa/Gula kelapa , singkong, jamu, herbal
by Raras Wuri Miswandaru

Jumat, 20 Juli 2012

Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Calon Anggota PPK di Kabupaten Banyumas Tahun 2012

Pada hari Sabtu tanggal 21 Juli 2012 KPU Banyumas mengumumkan Calon Anggota PPK sekabupaten Banyumas utuk pemilukada Banyumas tahun 2013.

Pada penyaringan calon PPK ini sudah dan sedang melalui proses tahapan penyaringan diantaranya ;


  1. Pengambilan dan pengembalian Formulir Pendaftaran Calon Anggota PPK tanggal 13-17 Juli 2012
  2. Penelitian berkas administrasi calon anggota PPK tanggal 18-20 Juli 2012
  3. Pengumuman Hasil Seleksi administrasi bagi calon anggota PPK yang berhak ikut tes wawancara. tanggal 21 Juli 2012.
  4. Tes wawancara calon anggota PPK 23-26 juli 2012
  5. Pengumuman hasil seleksi calon anggota PPK tanggal 27 Juli 2012
  6. Pelantikan dan Bintek anggota PPK  tanggal 31 Juli 2012


PENGUMUMAN CALON ANGGOTA PPK YANG LOLOS SELEKSI ADMINISTRASI
Diposting oleh : Administrator KPUD - Dibaca: 66 kali

Berdasarkan hasil seleksi administrasi yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Banyumas pada tanggal 18-20 Juli 2012, maka akan diumumkan nama-nama yang memenuhi persyaratan seleksi wawancara. Adapun ketentuan pelaksanaan seleksi wawancara adalah sebagai berikut :
Hari, tanggal    : Senin-Kamis, 23-26 Juli 2012
Waktu            : Pukul 09.00 WIB s.d. selesai
Tempat           : Kantor KPU Kabupaten Banyumas
Keterangan      : Pembagian jadwal tes wawancara sebagaimana terlampir


Peserta diminta hadir 30 menit sebelum seleksi wawancara dimulai dengan menunjukan KTP Asli pada saat registrasi.

DOWNLOAD :  
PENGUMUMAN CALON ANGGOTA PPK YANG LOLOS SELEKSI ADMINISTRASI 

Jumat, 15 Juni 2012

Penutupan Tambang Emas Rakyat Di Ajibarang

Penutupan Tambang Emas Rakyat Di Ajibarang

Pemerintah Kecamatan Ajibarang dan Polsek Ajibarang serta dinas terkait lainnya menutup tambang emas di Kecamatan Ajibarang dengan alasan para penambang tidak punya ijin,
Bagi pereintah kecamatan mungkin ada benarnya karena setiap kegiatan pertambangan wajib memiliki ijin, tapi bagi penambang yang telah mempunyai ijin dari desa juga tida ada salahnya karena mereka adalah hanya orang desa yang tidak paham peraturan pertambangan.

Harusnya pemerintah kecamatan Ajibarang dan Polsek Ajibarang tidak langsung menutup tambang tapi dikoordinasikan dengan pererintah desanya dulu baru diadakan pembinaan dan kalau masih membandel baru ditutup langsung oleh pemerintah kecamatan.

Sebagai gantinya adalah pembinaan dan pelatihan secara terpadu dengan pemerintah daerah Banyumas untuk ditindaklanjuti agar menjadi tambahan PAD banyumas. 

PONPES SHIDIQIIN WARA` PURWOJATI

Sholawat_Badar-Puput_Novel-TOPGAN

Blogger templates

href="http://www.yayasangurungajiindonesia.com" ' rel='canonical'/>>

Adsendiri

Pasang Iklan Disini

adsend

Pasang Iklan Disini

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls