Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Februari 2015

Alamat dan Honor Penulisan Artikel Di Media Masa

Alamat Email Media Masa dalam tulisan ini sudah di up date tanggal 09 Nopember 2014.
****
Ada banyak kesempatan untuk menulis di media sebagai salah satu ajang aktualisasi dan apresiasi di dunia menulis. Hampir semua media menyediakan rubrik untuk publik. Yang paling umum adalah rubrik opini (bisa dengan nama lain untuk sejumlah media), cerpen, puisi, dan resensi buku.

Bagi seorang penulis "alamat email media masa" dan rubrik-rubrik tersebut sangat dibutuhkan. Pengiriman karya melalui email jauh lebih efisien dibanding dengan menggunakan surat pos. Di internet sebenarnya sudah banyak sekali situs yang menyediakan "alamat media", tetapi dari pengamatan saya, masih banyak email media yang tidak dituliskan (sebagian orang ada yang  merahasiakannya karena takut terasingi). Pada postingan ini, saya ingin berbagi berkaitan dengan alamat-alamat email media beserta nama rubriknya. Selain itu juga menyangkut soal berapa honor yang akan diterima jika tulisan kita dimuat. 


Nama media, rubrik, alamat email dan perkiraan jumlah "honor pemuatan artikel" yang tercantum di sini saya tulis berdasarkan sejumlah sumber (salah satunya adalah FB Qadriea Ku Warastra)  dan pengalaman saya sebagai seorang penulis lepas:

Kompas (www.kompas.com)

Kompas termasuk media yang memiliki begitu banyak rubrik untuk masyarakat. Selain opini, ada rubrik lain yang bisa dicoba seperti Teroka dan Teropong. Bedanya, jika rubrik opini muncul setiap hari, rubrik-rubrik lain ada yang tiap satu atau dua minggu. Ada juga rubrik cerpen dan puisi yang muncul setiap hari minggu. Untuk rubrik Cerpen konon sekarang (sampai juli 2011) di asuh oleh Putu Fajar Arcana, sementara untuk rubrik Puisi di asuh oleh Hasif Amini. 
Alamat email: opini@kompas.co.id / kompas@kompas.com / kompas@kompas.co.id. 
"Honor pemuatan artikel" Kompas konon rata-rata di atas satu juta.

Jawa Pos/Indopos (www.jawapos.com)
Ada beberapa rubrik yang bisa dicoba: “opini”, “ruang putih (esai budaya)”, “di balik buku”, “cerpen”, “puisi” dsb..
Alamat email untuk opini: opini@jawapos.co.id. 
Untuk cerpenpuisi, dan ruang putih kirim ke ariemetro@yahoo.com. Untuk resensi kalau tidak keliru kirim ke ttg@jawapos.co.id atau coba dikirim ke ariemetro@yahoo.com danCC ke ari@jawapos.co.id. Dan untuk Rubrik  jawapos For Her, bisa ke alamat ini forher@jawapos.co.id
Resensi buku jangan lupa disertai foto penulis dan cover buku.
Seputar Indonesia (www.seputar-indonesia.com)
Alamat : redaksi@seputar-indonesia.com. Ada Opini (muncul setiap hari). Sayangnya koran ini sudah tidak lagi memunculkan cerpen dan puisi. Hanya tinggal Resensi yang terbit setiap hari Minggu saja). Untuk cerpen kirimkan ke donatus@seputar-indonesia.com / 

.
"Honor pemuatan artikel" resensi buku 200 ribu. Honor Opini sekitar 400 ribu.

Lampung Post (www.lampungpost.com):
Untuk Esai Budaya/Sastra dan Puisi: lampostminggu@yahoo.com
Honor pemuatan arikel Opini 200 ribu, Cerpen 200 ribu

Media Indonesia (www.media-indonesia.com):
(Panjang resensi buku maximal 800 kata. Begitu juga dengan Opini. Saat kirim lebih baik semua email dikirimi.
Honor resensi buku dan Opini 400 ribu. Nama Kolom Resensi Buku-nya: Bedah Pustaka)


Ohya, Media Indonesia juga kembali memunculkan rubrik Cerpen dan Budaya yang terbit setiap Minggu. Kirimkan karya anda ke email ini: 

Honornya lumayan lho, 700.000 - 1 juta. 

Bisnis Indonesia
(Biasanya tulisan yang nyerempet soal bisnis dan ekonomi. Honor sekitar 300 ribu)

Pikiran Rakyat (www.pikiran-rakyat.com) (Jawa Barat):

Untuk Kolom Opini: opini@pikiran-rakyat.com  
Honor Opini sekitar  300 ribu. 
Honor resensi buku  200 ribu.
Honor Cerpen: 300 ribu
Honor Puisi: 200-300 ribu (tergantung berapa puisi yang dimuat)

Koran Tempo (www.korantempo.com)
Untuk Kolom Opini: koran@tempo.co.id
Untuk Resensi Buku, Esai Sastra dan Puisi kirim ke:
Honor cerpen sekitar 700 ribu, Opini sekitar 600 ribu. Resensi buku honor 400 ribu.

Republika (www.republika.co.id)
Umail utama: sekretariat@republika.co.id . Email tersebut bisa digunakan untuk kirim opini, cerpen. Tapi khusus untuk cerpen karya anda bisa di CC ke email aliredov@yahoo.com. Republika kadang-kadang memuat cerpen juga. Tapi cuma Kadang-kadang, setahun sekali tidak mesti. Ohya, jangan lagi mengirim cerpen/ puisi ke email ahmadun21@yahoo.com, karena dengar-dengar Pak Ahmadun Yosi Herfanda sudah tidak lagi di Republika. 

Direpublika juga ada rubrik Guru Menulis. Kirimkan ke : akademia.republika@yahoo.com dan cc kan ke email utama. 
Kalau cerpen/opininya dimuat kira-kira honornya Rp.400.000, tepatnya 376.000 setelah di potong pajak. Sementara honor rubrik Guru Menulis sebesar kurang lebih 200ribu. Tetapi sayang, ini koran kadang agak lama mengirimkan honor, lebih dari sebulanlah. Tapi, pasti di kirim. Jika belum di kirim silahkn baca artikel saya Cara Mengambil Honor di Media .

Khusus cerpen, dan puisi bisa langsung di kirim ke alamat redakturnya, Bang Ami Herman:amiherman@yahoo.com
Rublik budaya (puisi, cerpen, catatan budaya) muncul setiap hari sabtu, cek saja web-nya, suara karya biasanya disiplin posting.

Nah, Honor pemuatan arikel untuk Cerpen, Puisi dan Opini adalah 150 ribu. Mungkin sudah naik, entahlah.

Suara Pembaruan (www.suarapembaruan.com):
Semua jenis tulisan dikirim ke email itu. Ada Kolom Opini, Resensi BukuPuisi dan Cerpen. Honor cerpennya 400 rb, puisi 300 rb, resensi 150 ribu (lumayan gede lho, meski tentu dipotong pajak). Dulu ada email budaya@suarapembaruan.com untuk kirim cerpen dan puisi tetapi sepertinya email tersebut penuh dan tak lagi dipakai. 

(Setiap hari ada Kolom Opini (namanya Gagasan) dan resensi buku (Perada). "Honor pemuatan arikel" 400 ribu untuk Opini, Resensi buku 280 ribu. Kalau mau dimuat, biasanya ditelfon terlebih dahulu.

Suara Merdeka (www.suaramerdeka.com)
Email umum: naskah@suaramerdeka.info dan wacana_nasional@gmail.com (untuk opini nasional) danwacana_lokal@gmail.com untuk opini isu lokal. Sementara untuk cerpen dan puisi kirim ke:swarasastra@yahoo.com 
 
Ini koran Jawa Tengah lho, tetapi sangat terbuka bagi semua penulis dari luar Jateng. Bahkan sebagian besar karya khususnya cerpen dan Puisi didominasi oleh penulis luar Jateng. 
Honor cerpen sekitar 400rb, puisi 300 rb, resensi 200 ribu, opini wacana lokal kayaknya juga 200 rb, dan wacana nasional sekitar 400.000.

Di jawa tengah juga ada tabloid yang namanya CEMPAKA MINGGU INI, terbit setiap jum’at. Ada rubrikcerpen, bisa dikirim ke sontrotku@gmail.com. Honornya Rp.150.000. sayang, tabloid ini tidak ada web nya, jadi kalau tulisan kamu dimuat kadang tidak ngerti. Tapi tetap cantumkan nomor rekening, insya Allah honor tetap dikirim

Jumat, 26 September 2014

Pengertian Paper, Jurnal, Prosiding, dan Buletin

Raras Wuri Miswandaru. Pengertian Paper, Jurnal, Prosiding, dan Buletin

1. Paper adalah artikel ilmiah yang ditulis dalam format tertentu. Biasanya paper adalah hasil penelitian baru. Tetapi paper bisa juga merupakan review dari penelitian2 yang sudah ada sebelumnya.
2. Jurnal (journal) adalah media (semacam majalah) tempat dipublikasikannya paper-paper. Jurnal yang baik memiliki mekanisme peer-review untuk menyeleksi untuk menentukan apakah sebuah paper yang di-submit ke jurnal tsb layak diterbitkan atau tidak.
3. Prosiding (proceeding) mirip dengan jurnal, juga merupakan tempat dipublikasikannya paper-paper. Beda prosiding dengan jurnal adalah, prosiding hanya menerbitkan paper-paper yang diseminarkan dalam seminar/conference tertentu. Juga, prosiding biasanya tanpa mekanisme peer review.
Artikel adalah karya tulis atau karangan factual secara lengkap dan panjang tententu yang dibuat untuk dipublikasikan  (melalui Koran, majalah, bulletin, dsb) dan bertujuan menyampaiakn gagasan, kritik, dan fakta yang dapat meyakinkan, mendidik, mempengaruhi dan menghibur

Selasa, 11 Februari 2014

Pengertian Dan Ciri-Ciri Artikel

Pengertian Artikel
Apa itu pengertian artikel ilmiah dan secara umum sebenarnya? Kita tentu sangat sering mendengar kata-kata ini setiap hari. Berikut pengertian artikel, definisi dan artinya. Istilah artikel dapat diartikan sebagai suatu karya tulis yang berisi pendapat, opini dari seseorang yang membahas dengan tuntas suatu permasalahan tertentu yang sifatnya terkini namun sering juga sifatnya kontroversi dalamMenurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian artikel adalah karya tulis lengkap dalam majalah, surat kabar, dan sebagainya. Pengertian artikel yang dituliskan di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ini akhirnya membuat banyak orang yang salah persepsi akan berbagai tulisan yang ada di media cetak termasuk di dalamnya penulisan untuk media online. Padahal di dalam karya tulis yang dicetak di media cetak tersebut, karya-karya tulis tersebut tidak hanya berupa artikel, namun ada juga bentuk karya tulis yang berupa opini dan kolom. . Artikel ditulis dengan tujuan untuk memberikan suatu informasi, mempengaruhi orang lain atau masyarakat, memberikan persuasif argumentatif atau meyakinkan seseorang atau masyarakat hingga memberikan hiburan kepada seorang pembaca.

Sedangkan pengertian artikel yang berkaitan dengan umum yang ditujukan kepada masyarakat luas biasanya ditampilkan pada sebuah media cetak, majalah dinding, serta ada pula berupa suatu tugas untuk penyampaian ide, gagasan, dan pengetahuan yang dituangkan pada suatu media tulis. Sehingga penggunaan bahasa dan kata pada artikel harus kata yang terpopuler. Serta menggunakan suatu topik yang masih hangat diperbincangkan di masyarakat.

Seperti karya tulis pada umumnya, penulisan artikel terdiri dari tiga unsur yaitu pendahuluan, isi dan penutup. Namun unsur tersebut tidak diatur secara baku, seperti halnya majalah, skripsi, tesis dan karya tulis baku lainya. Selain itu artikel juga tidak ditandai dengan adanya bagian bab, pembedaan bab hanya ditandai dengan peralihan paragraf saja.

Sehingga pengertian artikel secara umum dapat diartikan sebagai salah satu karya tulis yang didalamnya memuat suatu tujuan dan maksud dari penulisan tersebut serta adanya pembahasan pada suatu hal tersebut.

Karakteristik Artikel

a. Ditulis dengan atas nama
b. Mengandung gagasan aktual dan gagasan kontroversial
c. Gagasan yang diangkat harus menyangkut kepentingan sebagian terbesar khalayak pembaca
d. Ditulis secara referensial dengan visi intelektual
e. Disajikan dalam bahasa yang hidup, segar, populer, dan komunikatif
f. Singkat dan tuntas
g. Orisinil atau asli tulisan hasil sendiri
Jenis-Jenis Artikel
A. Menurut Isisnya
a. Artikel Praktis
Yaitu artikel yang suka ditulis dalam majalah atau koran yang singkat dan mudah dipahami
b. Artikel Ringan
Yaitu artikel yang mudah dipahami
c. Artikel Halaman Opini
Yaitu artikel yang ditulis dihalaman opini misalnya artikel tentang pendapat dari para pembaca
d. Artikel Analisis Ahli
Yaitu artikel yang ditulis tentang para ahli
1. Lugas Di dalam sebuah artikel, kalimat-kalimat yang digunakan adalah kalimat sederhana yang tanpa basa basi dan tidak mengandung arti ganda. Penggunaan unsur lugas di dalam sebuah artikel ini semakin memperkuat pengertian artikel itu sendiri. Di dalam sebuah artikel haruslah menggunakan kalimat-kalimat sederhana yang mudah dimengerti oleh pembacanya dan menghasilkan pengertian yang sama bagi setiap pembacanya.

 
2. Tuntas Di dalam setiap penulisan artikel, setiap isi yang menjadi pembahasan di dalam artikel itu haruslah di bahas dengan tuntas dan tidak dibiarkan menggantung tanpa penyelesaian. Misalnya, saja suatu artikel membahas tentang bahaya narkoba, maka pembahasan mengenai bahaya narkoba itu harus dibahas hingga selesai. Jangan sampai ketika selesai membaca artikel tersebut, orang masih bertanya-tanya akan bahaya narkoba.

3. Logis

Di dalam artikel itu haruslah sesuai dengan logika, masuk akal dan akan dinyatakan dengan benar jika dinalarkan. Pengertian artikel di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memang tidak dijelaskan secara mendetail tentang kelogisan sebuah artikel itu seperti apa. Namun sudah banyak tulisan-tulisan yang memberi contoh bagaiman sebuah artikel tersebut dikatakan logis dan masuk akal.

4. Obyektif Di dalam penulisan sebuah artikel maka data-data yang digunakan untuk menuliskan artikel itu adalah data-data yang sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya dan dapat diterima oleh masyarakat umum. Data yang tidak objektif akan menjadikan tulisan di dalam artikel itu menjadi diragukan kebenarannya. Padahal, jika disesuaikan dengan pengertian artikel yang sesungguhnya yang menyatakan bahwa sebuah artikel itu haruslah berdasarkan fakta dan kenyataan yang ada serta harus aktual, maka data yang tidak obyektif tidak dapat dimasukkan sebagai data dalam penulisan artikel.

5. Cermat Di dalam penulisan artikel itu tidak menimbulkan keragu-raguan orang-orang yang membaca artikel tersebut. Di dalam pengertian artikel memang tidak disebutkan tentang penggunaan cermat dan memang membutuhkan kecermatan penulisnya untuk menghasilkan sebuah artikel yang sesuai dengan data yang sebenarnya.
6. Jelas dan Padat Di dalam pengertian artikel sudah disebutkan bahwa di dalam penulisan sebuah artikel haruslah menggunakan bahasa yang jelas dan padat sehingga semua orang yang membaca artikel tersebut dapat langsung mengetahui isi artikel itu. Selain itu, penggunaan kalimat dan bahasa yang jelas dan padat akan mencegah timbulnya persepsi yang berbeda pada orang-orang yang membaca artikel yang sama.

B. Menurut Cara Dan Bentuk Menulisnya
  1. Deskripsi
  2. Narasi
  3. Eksposisi
  4. Argumentasi
  5. Persuasi

Tujuan penulisan artikel paling misalnya;
1. Tujuan Penugasan

Misalnya seorang siswa sekolah yang diberi tujuan untuk menulis sebuah artikel.
2. Tujuan Informasi
Artikel yang tujuannya semata-mata untuk memberikan informasi kepada pembaca mengenai sebuah hal.
3. Tujuan Persuasi (membujuk)
Artikel yang mengulas sesuatu hal yang didalamnya terkandung muatan pembujukan kepada pembaca untuk melakukan suatu hal atau membeli suatu barang. Misalnya artikel tentang diabetes yang terselip materi promosi akan suatu produk bebas gula yang aman dikonsumsi oleh penderita diabetes. Secara tidak langsung, ini menjadi sanggahan akan ciri obyektif sebuah artikel yang telah disebutkan diatas.
4. Tujuan Entertainment
     Artikel yang tujuannya untuk menghibur pembaca.
5. Tujuan Eksistensi
  Artikel yang ditulis untuk menjadi penegasan diri atau untuk menyatakan    eksistensi diri       
     penulis kepada pembaca.
6. Tujuan Kreatif

      Artikel yang ditulis untuk penyaluran suatu ide.
7. Tujuan Pemecahan masalah
 Yakni artikel yang ditulis dengan tujuan membantu pembaca memecahkan permasalahan 
     yang dihadapi.



bagaimana cara menulis artikel yang baik dan benar itu? Saya akan menuliskan tahapan-tahapan agar artikel kita layak disebut artikel yang berkelas.

1. Tentukan tema dan buat garis besar tulisan
2. runcingkan permasalahan dalam tema yang akan anda tulis misalnya anda mengambil tema tentang musik maka runcingkan menjadi Perkembangan musik indonesia
3. buat garis tulisan, misal dalam tema Perkembangan musik indonesia apa saja yang akan ada dalam tulisan anda >> Musik = Tokoh musik, musisi, genre musik, pembajakan CD dan lagu, kualitas penyanyi tahun ini, peran media
4. setelah itu buatlah tulisan yang tegas dan memiliki skema, misalnya paragraf pertama tulislah definis musik kemudan paragraf kedua tulislah awal musik masuk di indonesai dan paragraf ketiga semakin runcing mendekati pokok pembahasan.
5. buatlah tulisan yang logis atau bisa dipikir dengan logika
6. Cermat lah dalam menyusun kata dan kalimat agar tulisan anda semakin ;lama semakin menarik untuk dibaca dan tidak membosankan pada paragraf awal.
7. Buatlah alur tulisan yang komunikatif dengan demikian maksud dalam tulisan anda akan mudah dipahami

Jumat, 07 Februari 2014

Kemelorotan Moral Guru Penyebab Merosotnya Mutu Lulusan Sekolah

Pendahuluan
Menurunnya atau merosotnya mutu lulusan peserta didik suatu lembaga pendidikan baik daerah maupun tingkat nasional tidak semata-mata kesalahan peserta didik. tetapi disebabkan banyak hal dantarainya bisa disebabkan oleh kemelorotan moral sang gurunya, penulis memakai istulah "kemelorotan" bukan kemerosotan karena kata kemelorotan mengandung arti menurunnya sangat cepat tapi kalau kemerosotan menurun dengan lambat.

Banyak guru yang memahami bahwa guru hanya suatu pekerjaan biasa sama seperti buruh, tukang becak, pegawai swasta atau PNS biasa, padahal guru mempunyai tanggungjawab yang sangat besar atas perilaku, kecerdasan peserta didiknya. kalau seorang guru mempunyai akhlak yang sangat buruk tentunya tidaklah pantas menjadi serang guru, fenomena jaman sekarang artis yang tidak mengajar saja banyak ditiru baik ucapan, berpakaian dan perbuatannya. kalau gurumempunyai watak bejat apa nantinya anak didiknya tidak akan mencontohnya.

Kalau guru berkelakuan buruk lalu diikuti oleh peserta didiknya tentunya moral dan nilai kecerdasannya pasti akan turun dan begitu pula lulusan lembaga tersebut juga akan menurun. lalu tujuan pendidikan nasional sangat susah terwujud kalau ada kejadian begitu dibiarkan. Kemelorotan moral guru sudah seharusnya diberi sanksi yang sangat tegas bagi mereka yang melakukan tindakan amoral seperi zina, mabuk-mabukan, korupsi dan lainnya, mereka harus diecat dengan tidak hormat bukan dipindah dan diturunkan pangkat dan golongannya saja. lebih-lebih kalau guru tersebut mengajar keagamaan, kesusilaan,pancasila dan lainnya mereka harus mendapat sanksi yang sangat berat.

Rabu, 22 Januari 2014

Pengertian Dan Cara Penulisan Artikel

Artikle adalah merupakan karangan faktual secara lengkap dengan panjang tertentu yang dibuat untuk dipublikasikan (melalui koran,wbsite,blog, majalah, buletin, dsb) dan bertujuan menyampaikan gagasan dan fakta yang dapat meyakinkan, mendidik, dan menghibur.sementara isi artikel itu sendiri tergantung sungguh pada apa yang mau diberitakan.Seperti halnya contoh makalah,maka penulisan Artikel itu sendiri dilakukan oleh orang atau individu yang bertindak dalam pengarangan sebuah tulisan, penggabungan beberapa kata menjadi kalimat yang menarik dan enak dibaca sehingga membuat pembaca merasakan dapat mengetahui apa yang sebelumnya tidak mereka ketahui sebelumnya.

Berikut adalah semua terbaru untuk informasi jenis dan cara penulisan Artikel :

Jenis dan Cara Penulisan Artikel


* Deskripsi
Karangan ini berisi gambaran mengenai suatu hal/ keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal tersebut.
# Deskripsi berisi fakta..,dan
# Deskripsi berupa fiksi:

* Narasi
Secara sederhana narasi dikenal sebagai cerita. Pada narasi terdapat peristiwa atau kejadian dalam satu urutan waktu. Di dalam kejadian itu ada pula tokoh yang menghadapi suatu konflik. Narasi dapat berisi fakta atau fiksi.
# Contoh narasi yang berisi fakta: biografi, autobiografi, atau kisah pengalaman.
# Contoh narasi yang berupa fiksi: novel, cerpen, cerbung, ataupun cergam.

* Pola narasi secara sederhana:
    # awal – tengah – akhir
    - Awal narasi biasanya berisi pengantar yaitu memperkenalkan suasana dan tokoh.
    Bagian awal harus dibuat menarik agar dapat mengikat pembaca.
    - Bagian tengah merupakan bagian yang memunculkan suatu konflik. Konflik lalu diarahkan menuju klimaks cerita. Setelah konfik timbul dan mencapai klimaks, secara berangsur-angsur cerita akan mereda.
    - Akhir cerita yang mereda ini memiliki cara pengungkapan bermacam-macam. Ada yang menceritakannya dengan panjang, ada yang singkat, ada pula yang berusaha menggantungkan akhir cerita dengan mempersilakan pembaca untuk menebaknya sendiri.

* Eksposisi
Karangan ini berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan bagi pembaca. Untuk memperjelas uraian, dapat dilengkapi dengan grafik, gambar atau statistik.

* 'Argumentasi'

Karangan ini bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/ kesimpulan dengan data/ fakta sebagai alasan/ bukti. Dalam argumentasi pengarang mengharapkan pembenaran pendapatnya dari pembaca. Adanya unsur opini dan data, juga fakta atau alasan sebagai penyokong opini tersebut.  

* Persuasi
Karangan ini bertujuan mempengaruhi pembaca untuk berbuat sesuatu. Dalam persuasi pengarang mengharapkan adanya sikap motorik berupa motorik berupa perbuatan yang dilakukan oleh pembaca sesuai dengan yang dianjurkan penulis dalam karangannya.

Sabtu, 14 Desember 2013

Akutansi Syariah

Akuntansi dikenal sebagai sistem pembukuan “double entry”. Menurut sejarah yang diketahui awam dan terdapat dalam berbagai buku “Teori Akuntansi”, disebutkan muncul di Italia pada abad ke-13 yang lahir dari tangan seorang Pendeta Italia bernama Luca Pacioli. Beliau menulis buku “Summa de Arithmatica Geometria et Propotionalita” dengan memuat satu bab mengenai “Double Entry Accounting System”. Dengan demikian mendengar kata ”Akuntansi Syariah” atau “Akuntansi Islam”, mungkin awam akan mengernyitkan dahi seraya berpikir bahwa hal itu sangat mengada-ada.
Namun apabila kita pelajari “Sejarah Islam” ditemukan bahwa setelah munculnya Islam di Semananjung Arab di bawah pimpinan Rasulullah SAW dan terbentuknya Daulah Islamiah di Madinah yang kemudian di lanjutkan oleh para Khulafaur Rasyidin terdapat undang-undang akuntansi yang diterapkan untuk perorangan, perserikatan (syarikah) atau perusahaan, akuntansi wakaf, hak-hak pelarangan penggunaan harta (hijr), dan anggaran negara. Rasulullah SAW sendiri pada masa hidupnya juga telah mendidik secara khusus beberapa sahabat untuk menangani profesi akuntan dengan sebutan “hafazhatul amwal” (pengawas keuangan). Bahkan Al Quran sebagai kitab suci umat Islam menganggap masalah ini sebagai suatu masalah serius dengan diturunkannya ayat terpanjang , yakni surah Al-Baqarah ayat 282 yang menjelaskan fungsi-fungsi pencatatan transaksi, dasar-dasarnya, dan manfaat-manfaatnya, seperti yang diterangkan oleh kaidah-kaidah hukum yang harus dipedomani dalam hal tersebut. Sebagaimana pada awal ayat tersebut menyatakan “Hai, orang-orang yang beriman apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya………”
Dengan demikian, dapat kita saksikan dari sejarah, bahwa ternyata Islam lebih dahulu mengenal system akuntansi, karena Al Quran telah diturunkan pada tahun 610 M, yakni 800 tahun lebih dahulu dari Luca Pacioli yang menerbitkan bukunya pada tahun 1494.
Dari sisi ilmu pengetahuan, Akuntansi adalah ilmu informasi yang mencoba mengkonversi bukti dan data menjadi informasi dengan cara melakukan pengukuran atas berbagai transaksi dan akibatnya yang dikelompokkan dalam account, perkiraan atau pos keuangan seperti aktiva, utang, modal, hasil, biaya, dan laba. Dalam Al Quran disampaikan bahwa kita harus mengukur secara adil, jangan dilebihkan dan jangan dikurangi. Kita dilarang untuk menuntut keadilan ukuran dan timbangan bagi kita, sedangkan bagi orang lain kita menguranginya. Dalam hal ini, Al Quran menyatakan dalam berbagai ayat, antara lain dalam surah Asy-Syu’ara ayat 181-184 yang berbunyi:”Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan dan timbanglah dengan timbangan yang lurus. Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu.”
Kebenaran dan keadilan dalam mengukur (menakar) tersebut, menurut Umer Chapra juga menyangkut pengukuran kekayaan, utang, modal pendapatan, biaya, dan laba perusahaan, sehingga seorang Akuntan wajib mengukur kekayaan secara benar dan adil. Seorang Akuntan akan menyajikan sebuah laporan keuangan yang disusun dari bukti-bukti yang ada dalam sebuah organisasi yang dijalankan oleh sebuah manajemen yang diangkat atau ditunjuk sebelumnya. Manajemen bisa melakukan apa saja dalam menyajikan laporan sesuai dengan motivasi dan kepentingannya, sehingga secara logis dikhawatirkan dia akan membonceng kepentingannya. Untuk itu diperlukan Akuntan Independen yang melakukan pemeriksaaan atas laporan beserta bukti-buktinya. Metode, teknik, dan strategi pemeriksaan ini dipelajari dan dijelaskan dalam Ilmu Auditing.
Dalam Islam, fungsi Auditing ini disebut “tabayyun” sebagaimana yang dijelaskan dalam Surah Al-Hujuraat ayat 6 yang berbunyi: “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”
Kemudian, sesuai dengan perintah Allah dalam Al Quran, kita harus menyempurnakan pengukuran di atas dalam bentuk pos-pos yang disajikan dalam Neraca, sebagaimana digambarkan dalam Surah Al-Israa’ ayat 35 yang berbunyi: “Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan neraca yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”
Dari paparan di atas, dapat kita tarik kesimpulan, bahwa kaidah Akuntansi dalam konsep Syariah Islam dapat didefinisikan sebagai kumpulan dasar-dasar hukum yang baku dan permanen, yang disimpulkan dari sumber-sumber Syariah Islam dan dipergunakan sebagai aturan oleh seorang Akuntan dalam pekerjaannya, baik dalam pembukuan, analisis, pengukuran, pemaparan, maupun penjelasan, dan menjadi pijakan dalam menjelaskan suatu kejadian atau peristiwa.
Dasar hukum dalam Akuntansi Syariah bersumber dari Al Quran, Sunah Nabwiyyah, Ijma (kespakatan para ulama), Qiyas (persamaan suatu peristiwa tertentu, dan ‘Uruf (adat kebiasaan) yang tidak bertentangan dengan Syariah Islam. Kaidah-kaidah Akuntansi Syariah, memiliki karakteristik khusus yang membedakan dari kaidah Akuntansi Konvensional. Kaidah-kaidah Akuntansi Syariah sesuai dengan norma-norma masyarakat islami, dan termasuk disiplin ilmu sosial yang berfungsi sebagai pelayan masyarakat pada tempat penerapan Akuntansi tersebut.
Persamaan kaidah Akuntansi Syariah dengan Akuntansi Konvensional terdapat pada hal-hal sebagai berikut:
Prinsip pemisahan jaminan keuangan dengan prinsip unit ekonomi;
Prinsip penahunan (hauliyah) dengan prinsip periode waktu atau tahun pembukuan keuangan;
Prinsip pembukuan langsung dengan pencatatan bertanggal;
Prinsip kesaksian dalam pembukuan dengan prinsip penentuan barang;
Prinsip perbandingan (muqabalah) dengan prinsip perbandingan income dengan cost (biaya);
Prinsip kontinuitas (istimrariah) dengan kesinambungan perusahaan;
Prinsip keterangan (idhah) dengan penjelasan atau pemberitahuan.
Sedangkan perbedaannya, menurut Husein Syahatah, dalam buku Pokok-Pokok Pikiran Akuntansi Islam, antara lain, terdapat pada hal-hal sebagai berikut:
Para ahli akuntansi modern berbeda pendapat dalam cara menentukan nilai atau harga untuk melindungi modal pokok, dan juga hingga saat ini apa yang dimaksud dengan modal pokok (kapital) belum ditentukan. Sedangkan konsep Islam menerapkan konsep penilaian berdasarkan nilai tukar yang berlaku, dengan tujuan melindungi modal pokok dari segi kemampuan produksi di masa yang akan datang dalam ruang lingkup perusahaan yang kontinuitas;
Modal dalam konsep akuntansi konvensional terbagi menjadi dua bagian, yaitu modal tetap (aktiva tetap) dan modal yang beredar (aktiva lancar), sedangkan di dalam konsep Islam barang-barang pokok dibagi menjadi harta berupa uang (cash) dan harta berupa barang (stock), selanjutnya barang dibagi menjadi barang milik dan barang dagang;
Dalam konsep Islam, mata uang seperti emas, perak, dan barang lain yang sama kedudukannya, bukanlah tujuan dari segalanya, melainkan hanya sebagai perantara untuk pengukuran dan penentuan nilai atau harga, atau sebagi sumber harga atau nilai;
Konsep konvensional mempraktekan teori pencadangan dan ketelitian dari menanggung semua kerugian dalam perhitungan, serta mengenyampingkan laba yang bersifat mungkin, sedangkan konsep Islam sangat memperhatikan hal itu dengan cara penentuan nilai atau harga dengan berdasarkan nilai tukar yang berlaku serta membentuk cadangan untuk kemungkinan bahaya dan resiko;
Konsep konvensional menerapkan prinsip laba universal, mencakup laba dagang, modal pokok, transaksi, dan juga uang dari sumber yang haram, sedangkan dalam konsep Islam dibedakan antara laba dari aktivitas pokok dan laba yang berasal dari kapital (modal pokok) dengan yang berasal dari transaksi, juga wajib menjelaskan pendapatan dari sumber yang haram jika ada, dan berusaha menghindari serta menyalurkan pada tempat-tempat yang telah ditentukan oleh para ulama fiqih. Laba dari sumber yang haram tidak boleh dibagi untuk mitra usaha atau dicampurkan pada pokok modal;
Konsep konvensional menerapkan prinsip bahwa laba itu hanya ada ketika adanya jual-beli, sedangkan konsep Islam memakai kaidah bahwa laba itu akan ada ketika adanya perkembangan dan pertambahan pada nilai barang, baik yang telah terjual maupun yang belum. Akan tetapi, jual beli adalah suatu keharusan untuk menyatakan laba, dan laba tidak boleh dibagi sebelum nyata laba itu diperoleh.
Dengan demikian, dapat diketahui, bahwa perbedaan antara sistem Akuntansi Syariah Islam dengan Akuntansi Konvensional adalah menyentuh soal-soal inti dan pokok, sedangkan segi persamaannya hanya bersifat aksiomatis.
Menurut, Toshikabu Hayashi dalam tesisnya yang berjudul “On Islamic Accounting”, Akuntansi Barat (Konvensional) memiliki sifat yang dibuat sendiri oleh kaum kapital dengan berpedoman pada filsafat kapitalisme, sedangkan dalam Akuntansi Islam ada “meta rule” yang berasal diluar konsep akuntansi yang harus dipatuhi, yaitu hukum Syariah yang berasal dari Tuhan yang bukan ciptaan manusia, dan Akuntansi Islam sesuai dengan kecenderungan manusia yaitu “hanief” yang menuntut agar perusahaan juga memiliki etika dan tanggung jawab sosial, bahkan ada pertanggungjawaban di akhirat, dimana setiap orang akan mempertanggungjawab kan tindakannya di hadapan Tuhan yang memiliki Akuntan sendiri (Rakib dan Atid) yang mencatat semua tindakan manusia bukan saja pada bidang ekonomi, tetapi juga masalah sosial dan pelaksanaan hukum Syariah lainnya.
Jadi, dapat kita simpulkan dari uraian di atas, bahwa konsep Akuntansi Islam jauh lebih dahulu dari konsep Akuntansi Konvensional, dan bahkan Islam telah membuat serangkaian kaidah yang belum terpikirkan oleh pakar-pakar Akuntansi Konvensional. Sebagaimana yang terjadi juga pada berbagai ilmu pengetahuan lainnya, yang ternyata sudah diindikasikan melalui wahyu Allah dalam Al Qur’an. “……… Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.” (QS.An-Nahl/ 16:89)

Senin, 30 September 2013

Pengertian Anabolisme dan Katabolisme

Raras Wuri Miswandaru, SPdI, MPdI. Pengertian Anabolisme dan Katabolisme
Raras Wuri,SPdI, MPdI: Pemuda Pakarti YGNI-Purwojati
Raras Wuri,SPdI, MPdI: Pemuda Pakarti YGNI-Purwojati


Anabolisme adalah proses pembentukan makromolekul (senyawa kompleks) dari molekul yang lebih sederhana. Makromolekul yang dimaksud adalah komponen sel seperti protein, karbohidrat, lemak, dan asam nukleat. Proses anabolisme membutuhkan energi bebas. Oleh karena itu anabolisme di sebut juga reaksi endergonik.

Contoh anabolisme antara lain adalah:
  • Fotosintesis
  • Asimilasi
  • Glikogenesis
  • Lipogenesis, dll
Anabolisme, atau metabolisme konstruktif, adalah semua tentang membangun dan menyimpan: Mendukung pertumbuhan sel-sel baru, pemeliharaan jaringan tubuh, dan penyimpanan energi untuk digunakan di masa depan. Selama anabolisme, molekul kecil yang berubah menjadi lebih besar, molekul yang lebih kompleks karbohidrat, protein, dan lemak.
Raras Purwojati

Ada tiga tahapan dasar anabolisme.
Tahap 1 melibatkan produksi prekursor seperti asam amino, monosakarida, isoprenoidnya dan nukleotida.
Tahap 2 melibatkan aktivasi prekursor ini menjadi bentuk reaktif menggunakan energi dari ATP
Tahap 3 melibatkan perakitan prekursor menjadi molekul kompleks seperti protein, polisakarida, lipid dan asam nukleat.

Pengertian Katabolisme -Katabolisme merupakan reaksi pemecahan atau penguraian senyawa kompleks (organik) menjadi sederhana (anorganik) yang menghasilkan energi. Untuk dapat digunakan oleh sel, energi yang dihasilkan harus diubah menjadi ATP  (Adenosin TriPhospat). ATPmerupakan gugus adenin yang berikatan dengan tiga gugus fosfat. Pelepasan gugus fosfat menghasilkan energi yang digunakan langsung oleh sel, yang digunakan untuk melangsungkan reaksi-reaksi kimia, pertumbuhan, transportasi, gerak, reproduksi, dan lain-lain. Contoh katabolisme adalah respirasi sel, yaitu proses penguraian bahan makanan yang bertujuan menghasilkan energi. Sebagai bahan baku respirasi adalah karbohidrat, asam lemak, dan asam amino dan sebagai hasilnya adalah CO2 (karbon dioksida, air dan energi). Respirasi dilakukan oleh semua sel hidup, sel hewan maupun sel tumbuhan

Katabolisme, atau metabolisme destruktif, adalah proses yang menghasilkan energi yang dibutuhkan untuk semua aktivitas dalam sel. Dalam proses ini, sel-sel memecah molekul besar (terutama karbohidrat dan lemak) untuk melepaskan energi. Ini pelepasan energi menyediakan bahan bakar untuk anabolisme, memanaskan tubuh, dan memungkinkan otot untuk berkontraksi dan tubuh untuk bergerak. Sebagai unit kimia yang kompleks dipecah menjadi zat yang lebih sederhana, produk-produk limbah dilepaskan dalam proses katabolisme dikeluarkan dari tubuh melalui kulit, ginjal, paru-paru, dan usus.

Berdasarkan kebutuhan oksigen, respirasi dibedakan menjadi 2 yaitu :

1.Respirasi Aerobik

Respirasi aerob adalah respirasi yang memerlukan oksigen bebas dari udara sebagai penerima elektron. Oksigen bebas ini digunakan untuk pembakaran bahan baku. Proses respirasi secara umum dapat kalian lihat sebagai berikut :
Senyawa organik + Oksigen  Karbondioksida + Air + Energi

Secara umum, reaksi respirasi aerobik dibedakan menjadi tiga tahapan yaitu glikolisis, dekarboksilasi oksidatif dan siklus krebs, serta rantai transportasi elektron respirasi.

A. Glikolisis

Glikolisis adalah rangkaian reaksi kimia penguraian glukosa (yang memiliki 6 atom C) menjadi asam piruvat (senyawa yang memiliki 3 atom C), NADH, dan ATP NADH (Nikotinamida Adenina Dinukleotida Hidrogen) adalah koenzim yang mengikat elektron (H), sehingga disebut sumber elektron berenergi tinggi. ATP ( Adenosin Trifosfat) merupakan senyawa berenergi tinggi. Setiap pelepasan gugus fosfatnya menghasilkan energi.

Pada proses glikolisis, setiap molekul glukosa diubah menjadi 2 molekul asam piruvat, 2 NADH, dan 2 ATP. Glikolisis melibatkan enzim ATP dan ADP yang berperan untuk memindahkan (mentransfer) fosfat dari molekul yang satu ke molekul yang lain.

Pada sel eukariotik, glikolisis terjadi di sitoplasma (sitosol). Berikut ini adalah reaksi glikolisis secara lengkap:

TAHAP 1 - Molekul glukosa memasuki sel. Ketika melewati membran sel, glukosa mengalami fosforilasi dengan adanya penambahan ATP menjadi glukosa-6-fosfat. Glukosa yang mengikat fosfat dinamakan glukosa aktif atau glukosa reaktif. Pada tahap ini diperlukan 1 ATP.

TAHAP 2 - Glukosa-6-fosfat mengalami perubahan susunan molekul (isomerisasi) menjadi fruktosa-6-fosfat.

TAHAP 3 - Penggunaan 1 ATP menghasilkan fruktosa-1,6-difosfat.

TAHAP 4 - Fruktosa difosfat aldolase memecah fruktosa 1,6 difosfat menjadi gliseraldehid-3-fosfat dan dihidroksi aseton fosfat.

TAHAP 5 - Terjadi reaksi kesetimbangan antara gliseeraldehid-3-fosfat dan hidroksi aseton fosfat.

TAHAP 6 - Pada reaksi pengubahan gliseraldehid-3-fosfat menjadi 1,3-difsfogliserat, terjadi oksidasi dengan adanya transfer H kepada NAD menjadi NADH. Senyawa fosfat berasal dari senyawa anorganik H3PO4 yang kandungan energinya rendah. NADH yang terbentuk sebanyak 2 molekul.

TAHAP 7
 - Terjadi transfer fosfat kepada ADP dari 1,3-difosfogliserat sehingga terbentuk ATP dan 3-fosfogliserat. ATP yang terbentuk sebanyak 2 molekul.


TAHAP 8 - Terjadi perubahan 3-fosfogliserat menjadi 2-fosfogliserat.

TAHAP 9 - 2-fosfogliserat diubah menjadi fosfoenolpiruvat.

TAHAP 10 - Terjadi transfer fosfat dari fosfoenolpiruvat kepada ADP sehingga dihasilkan ATP. Pada tahap ini, fosfoenolpiruvat berubah menjadi asam piruvat. Pada tahap ini, terbentuk 2 molekul AT

Keseluruhan reaksi glikolisis, dapat dibuat persamaan reaksi sebagai berikut :

Glukosa + 2ADP + 2Pi + 2NAD+  2 Piruvat + 2H2O + 2ATP + 2NADH +2H+
Setiap tahap – tahap reaksi dalam metabolisme termasuk reaksi – reaksi pada glikolisis ini melibatkan enzim.
B.  Dekarboksilasi Oksidatif dan Siklus krebs
1) Dekarboksilasi Oksidatif

Senyawa hasil dari tahapan glikolisis akan masuk ke tahapan dekarboksilasi oksidatif, yaitu tahapan pembentukan CO2 melalui reaksi oksidasi reduksi (redoks) dengan O2 sebagai penerima elektronnya. Dekarboksilasi oksidatif ini terjadi di dalam mitokondria sebelum masuk ke tahapan siklus Krebs. Oleh karena itu, tahapan ini disebut sebagai tahapan sambungan (junction) antara glikolisis dengan siklus krebs. 

Pada tahapan ini, asam piruvat (3 atom C) hasil glikolisis dari silosol diubah menjadi asetil koenzim A (2 atom C) di dalam mitokondria. Pada tahap 1, molekul piruvat (3 atom C) melepaskan elektron (oksidasi) membentuk CO2 (piruvat dipecah menjadi CO2 dan molekul berkarbon 2), Pada tahap 2, NAD+ direduksi (menerima elektron) menjadi NADH + H+ . Pada tahap 3, molekul berkarbon 2 dioksidasi dan mengikat Ko-A (koenzimA) sehingga terbentuk asetil Ko-A. Hasil akhir tahapan ini adalah asetil koenzim A, CO2, dan 2NADH.

2) Siklus krebs

Asetil Ko-A tang telah terbentuk akan menjadi bahan baku pada siklus selanjutnya, yaitu siklus krebs. Oleh karena itu, Asetil Ko-A disebut senyawa intermediate atau senyawa antara. Siklus krebs terjadi di matriks mitokondria dan disebut juga siklus asam trikarboksilat. Hal ini disebabkan siklus Krebs tersebut menghasilkan senyawa yang mempunyai 3 gugus karboksil, seperti asam sitrat dan asam isositrat.

Asetil koenzim A hasil dekarboksilasi oksidatif memasuki matriks mitokondria untuk bergabung dengan asam oksaloasetat dalam siklus krebs, membentuk asam sitrat. Demikian seterusnya, asam sitrat membentuk bermacam-macam zat dan akhirnya membentuk asam oksaloaasetat lagi.

Berikut ini tahapan-tahapan dari 1 kali siklus krebs: 

1.  Asetil Ko-A (2 atom C) menambahkan atom C pada oksaloasetat (4 atom C) sehingga dihasilkan asam sitrat (6 atom C).

2.  Sitrat menjadi isositrat (6 atom C) dengam melepas H2O dan menerima  H2O kembali.

3.   Isositrat melepaskan CO2 sehingga terbentuk   - ketoglutarat (5 atom C)

4. ketoglutarat melepaskan CO2.NAD+ sebagai akseptor atau penerima elektron untuk membentuk NADH dan menghasilkan suksinil Ko-A (4 atom C)

5. Terjadi fosforilasi tingkat substrat pada pembentukan GTP (Guanosin trifosfat)& terbentuk suksinat (4 atom C).

6.   Pembentukan fumarat (4 atom C) melalui pelepasan FADH2

7.   Fumarat terhidrolisis (mengikat 1 molekul H2O) sehingga membentuk malar (4 atom C).

8.    Pembentukan oksaloasetat (4 atom C) melalui pelepasan NADH.

C. Sistem Tranpor Elektron

Rantai transpor elektron adalah tahapan terakhir dari reaksi respirasi aerob. Transpor elektron sering disebut juga sistem rantai respirasi atau sistem oksidasi terminal. Transpor elektron berlangsung pada krista (membran dalam) dalam mitokondria. Molekul yang berperan penting dalam reaksi ini adalah NADH dan FADH2, yang dihasilkan pada reaksi glikolisis, dekarboksilasi oksidatif, dan siklus Krebs. Selain itu, molekul lain yang juga berperan adalah molekul oksigen, koenzim Q (Ubiquinone), sitokrom b, sitokrom c, dan sitokrom a.

Pertama-tama, NADH dan FADH2 mengalami oksidasi, dan elektron berenergi tinggi yang berasal dari reaksi oksidasi ini ditransfer ke koenzim Q. Energi yang dihasilkan ketika NADH dan FADH2 melepaskan elektronnya cukup besar untuk menyatukan ADP dan fosfat anorganik menjadi ATP. Kemudian koenzim Q dioksidasi oleh sitokrom b. Selain melepaskan elektron, koenzim Q juga melepaskan 2 ion H+.

Setelah itu sitokrom b dioksidasi oleh sitokrom c. Energi yang dihasilkan dari proses oksidasi sitokrom b oleh sitokrom c juga menghasilkan cukup energi untuk menyatukan ADP dan fosfat anorganik menjadi ATP.

Kemudian sitokrom c mereduksi sitokrom a, dan ini merupakan akhir dari rantai transpor elektron. Sitokrom a ini kemudian akan dioksidasi oleh sebuah atom oksigen, yang merupakan zat yang paling elektronegatif dalam rantai tersebut, dan merupakan akseptor terakhir elektron. Setelah menerima elektron dari sitokrom a, oksigen ini kemudian bergabung dengan ion H+ yang dihasilkan dari oksidasi koenzim Q oleh sitokrom b membentuk air (H2O). Oksidasi yang terakhir ini lagi-lagi menghasilkan energi yang cukup besar untuk dapat menyatukan ADP dan gugus fosfat organik menjadi ATP.

Jadi, secara keseluruhan ada tiga tempat pada transpor elektron yang menghasilkan ATP. Sejak reaksi glikolisis sampai siklus Krebs, telah dihasilkan NADH sebanyak 10 dan FADH2 2 molekul. Dalam transpor elektron ini, kesepuluh molekul NADH dan kedua molekul FADH2 tersebut mengalami oksidasi sesuai reaksi berikut.

Setiap oksidasi NADH menghasilkan kira-kira 3 ATP Dan kira-kira 2 ATP untuk setiap oksidasi FADH2. Jadi, dalam transpor elektron dihasilkan kira-kira 34 ATP. Ditambah dari hasil Glikolisis (2ATP) dan siklus Krebs (2 ATP), maka secara keseluruhan reaksi respirasi seluler menghasilkan total 38 ATP Jadi dari satu molekul glukosa menghasilkan total 38 ATP. Akan tetapi, karena dibutuhkan 2 ATP untuk melakukan transpor aktif, maka hasil bersih dari setiap respirasi seluler adalah 36 ATP.

2. Respirasi Anaerob

Dalam reaksi oksidasi, tidak hanya terjadi penerimaan oksigen saja. Proses pelepasan elektron juga merupakan reaksi oksidasi. Oleh karena itu, oksidasi tanpa oksigen masih dapat memungkinkan terjadinya metabolisme. Berdasarkan kemampuan menggunakan oksigen dalam respirasi, organisme dibedakan menjadi 2 yaitu organisme aerobik (menggunakan oksigen ntuk respirasi) dan organisme anaerobik (mampu melakukan respirasi tanpa oksigen).

Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen). Secara umum, fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi anaerobik, akan tetapi, terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobik dengan tanpa akseptor elektron eksternal.

Gula adalah bahan yang umum dalam fermentasi. Beberapa contoh hasil fermentasi adalah etanol, asam laktat, dan hidrogen. Akan tetapi beberapa komponen lain dapat juga dihasilkan dari fermentasi seperti asam butirat dan aseton. Ragi dikenal sebagai bahan yang umum digunakan dalam fermentasi untuk menghasilkan etanol dalam bir, anggur dan minuman beralkohol lainnya. Respirasi anaerobik dalam otot mamalia selama kerja yang keras (yang tidak memiliki akseptor elektron eksternal), dapat dikategorikan sebagai bentuk fermentasi yang mengasilkan asam laktat sebagai produk sampingannya. Akumulasi asam laktat inilah yang berperan dalam menyebabkan rasa kelelahan pada otot.

Fermentasi ada tiga, yaitu :

1. Fermentasi Alkohol

Fermentasi alkohol merupakan suatu reaksi pengubahan glukosa menjadi etanol (etil alkohol) dan karbondioksida. Organisme yang berperan yaitu Saccharomyces cerevisiae (ragi) untuk pembuatan tape, roti atau minuman keras.

Reaksi Kimia:

C6H12O6 → 2C2H5OH + 2CO2 + 2 ATP

2. Fermentasi Asam Laktat

Fermentasi asam laktat adalah respirasi yang terjadi pada sel hewan atau manusia, ketika kebutuhan oksigen tidak tercukupi akibat bekerja terlalu berat Di dalam sel otot asam laktat dapat menyebabkan gejala kram dan kelelahan. Laktat yang terakumulasi sebagai produk limbah dapat menyebabkan otot letih dan nyeri, namun secara perlahan diangkut oleh darah ke hati untuk diubah kembali menjadi piruvat.

3 Fermentasi Asam Cuka

Merupakan suatu contoh fermentasi yang berlangsung dalam keadaan aerob. fermentasi ini dilakukan oleh bakteri asam cuka (acetobacter aceti) dengan substrat etanol. Energi yang dihasilkan 5 kali lebih besar dari energi yang dihasilkan oleh fermentasi alkohol secara anaerob.

PONPES SHIDIQIIN WARA` PURWOJATI

Sholawat_Badar-Puput_Novel-TOPGAN

Blogger templates

href="http://www.yayasangurungajiindonesia.com" ' rel='canonical'/>>

Adsendiri

Pasang Iklan Disini

adsend

Pasang Iklan Disini

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls