Tampilkan postingan dengan label Perpustakaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perpustakaan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Desember 2015

Pengelolaan Perpustakaan Sekolah 2

Pengelolaan Perpustakaan

PERPUSTAKAAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR
Studi tentang Urgensi Pengelolaan Perpustakaan dalam Pelaksanaan Pendidikan
di Madrasah Aliyah (MA) Miftahul Ulum Sumberjati Bungbaruh Kadur Pamekasan
Oleh : Syaiful Rahman, SE *

Latar Belakang
Perpustakaan merupakan salah satu sarana yang sangat penting dalam penyelenggaraan pendidikan. Pelaksanaan pendidikan di semua jenjangnya, mulai dari yang paling rendah (Taman Kanak-kanak) sampai yang paling tinggi (Perguruan Tinggi), tidak akan berjalan dengan lancar tanpa dukungan sarana perpustakaan. Hal ini dikarenakan kegiatan pembelajaran tidak bisa dilepaskan dengan buku sebagai sumber informasi, demikian pula sumber informasi yang lain seperti peta, globe, dan sebagainya, yang biasanya tersedia di perpustakaan.
Pada zaman dahulu perpustakaan lahir sebagai salah satu lembaga pendidikan non formal yang mampu memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat sebelum lahirnya lembaga pendidkan formal. Peran perpustakaan yang sangat dominan tersebut, tidak saja dirasakan hanya pada awal pertumbuhan Islam dan ilmu pengetahuan, akan tetapi jauh sebelum Islam lahir perpustakaan telah menghiasi dunia pendidikan pada zaman klasik.
Pada masa kejayaan Islam, perpustakaan benar-benar tampil sebagai pusat kajian ilmu dengan segala disiplin ilmu di dalamnya. Pada masa kekhalifahan Abbasyiyah perpustakaan tersebar di beberapa kawasan timur tengah seperti Sharaz, Mosul, Basrah, Kairo, Kordova, Fez, Tunis, dan Maroko. Demikian pula pada era setelahnya, yakni pada masa kemaharajaan Seljuk, perdana menteri Nidzamul Muluk mendirikan perpustakaan untuk madrasah Nidzamiyah yang memuat tidak kurang dari 6000 judul buku dalam semua disiplin ilmu, baik agama maupun umum (profan).
Ahmad Syalabi mengatakan, bahwa tersebarnya Islam dengan cepat keseluruh penjuru dunia, tidak lepas dari peran ilmu pengetahuan yang pada saat itu berpusat di perpustakaan. Para Khalifah dan Sultan akan membangun perpustakaan sebagai preoritas ketimbang bangunan lainnya. Dengan demikian muncullah perpustakaan-perpustakaan yang diakui dunia sebagai perpustakaan terbesar yang pernah ada saat itu, seperti perpustakaan Bait al-Hikmah, Bait al-Ilm, Dar al-Hikmah, Dar al-Ilm dan sebagainya.
Keberadaan perpustakaan terus dibutuhkan hingga dewasa ini. Beberapa pusat pendidikan di negara-negara maju seperti Amerika dan Australia, demikian pula dunia Arab, terus mengembangkan perpustakaannya seiring perkembangan ilmu pengetahuan. Demikian pula halnya dengan Indonesia yang mencoba mengejar ketinggalannya dari negara-negara lain.
Dalam konteks pendidikan di Indonesia, kesadaran terhadap inportensi perpustakaan dalam sistem pendidikan juga telah dimiliki para pengelola pendidikan. Namun demikian pengadaan, pengelolaan, dan perawatan serta kesinambungan bahan pustaka sering menjadi masalah yang serius dalam kebanyakan lembaga pendidikan, terutama lembaga pendidikan dasar dan menengah, dan terutama lagi lembaga pendidikan yang berlokasi di daerah pedalaman dan jauh dari jaringan informasi dan komunikasi.
Madrasah Aliyah (MA) Miftahul Ulum yang berlokasi di Dusun Sumberjati Desa Bungbaruh Kecamatan Kadur Kabupaten Pamekasan, juga menyadari pentingnya perpustakaan dalam penyelenggaraan pendidikannya. Oleh karena itu para pengelola lembaga pendidikan tersebut berusaha untuk memenuhi kebutuhan tersebut, meskipun pada kenyataannya apa yang telah didapat belum memenuhi harapan. Faktor utama dari kegagalan pencapaian harapan tersebut adalah lemahnya sistem pengelolaan perpustakaan itu sendiri, rendahnya minat baca pengunjung, terbatasnya koleksi bahan pustaka, serta faktor lain yang menyertai perjalanan perpustakaan MA Miftahul Ulum.
Berangkat dari landasan pemikiran tersebut tulisan ini akan mencoba menganalisis keberadaan perpustakaan di MA Miftahul Ulum, yang meliputi problematika dan alternatif solusi seputar tata cara pengadaan, pengelolaan dan kesinambungan perpustakaan.
Identifikasi Masalah dan Rumusan Masalah
Keberadaan perpustakaan sebagai sarana pendidikan dan sumber belajar di MA Miftahul Ulum belum berjalan sesuai yang diharapkan para pengelola lembaga pendidikan tersebut. Hal ini dikarenakan beberapa faktor diantaranya adalah lemahnya kesadaran tentang pentingnya perpustakaan dan lemahnya sistem pengelolaan perpustakaan itu sendiri, rendahnya minat baca pengunjung, terbatasnya koleksi bahan pustaka.
Untuk menfokuskan penulisan ini, sebaiknya penulis berangkat dari rumusan masalah berikut:
1. Bagaimana sebenarnya pengertian perpustakaan itu sendiri?
2. Apa manfaat dan kegunaan perpustakaan dalam sistem pendidikan
3. Bagaimana langkah-langkah yang harus ditempuh dalam pengelolaan perpustakaan?
Berangkat dari rumusan masalah tersebut, penulis akan menjelaskan teknik pengelolaan perpustakaan sebagai sumber belajar dalam satuan pendidikan.
Pengertian Perpustakaan
Perpustakaan (library) adalah suatu unit kerja dari suatu badan atau lembaga tertentu yang mengelola bahan-bahan pustaka, baik berupa buku-buku maupun bukan berupa buku (non book material) yang diatur secara sistematis menurut aturan tertentu sehingga digunakan sebagai sumber informasi oleh setiap penggunanya.
Pengertian perpustakaan tersebut, sekaligus memberikan ciri-ciri terhadap perpustakaan itu sendiri. Selama ini apabila disebut kata perpustakaan, pikiran akan terlintas pada sejumlah tumpukan buku-buku belaka. Mengacu pada pengertian di atas, maka tidak semua tumpukan buku dapat dinamakan perpustakaan, meskipun buku adalah merupakan komponen utama dalam sebuah perpustakaan. Suatu satuan unit kerja dapat dikatakan perpustakaan, apabila telah memilki ciri-ciri sebagai berikut;
1. Merupakan suatu unit kerja dari sebuah institusi. Sebagai contoh, perpustakaan MA. Miftahul Ulum merupakan unit kerja Mifathul Ulum
2. Mengelola sejumlah bahan pustaka. Di perpustakaan harus tersedia bahan pustaka yang berupa buku dan non buku seperti majalah, surat kabar, brosur, mikro film, peta, globe, dan gambar-gambar
3. Digunakan oleh pemakai. Perpustakaan diadakan dengan tujuan diantaranya untuk merangsang minat pengunjung untuk mempergunakan perpustakaan tersebut sebagai sumber belajar, tempat penelitian dan sebagainya
4. Sebagai sumber informasi. Di samping fungsi utama adalah sebagai sumber belajar, maka perpustakaan juga di gunakan sebagai sumber informasi lainnya.
Jenis-Jenis Perpustakaan
Ditinjau dari skala kegiatan dan jangkauan penggunanya, serta jenis koleksi yang ada didalamnya, perpustakaan dibedakan jenisnya sebagi berikut ;
1. Perpustakaan Nasional.
Perpustakaan nasional adalah perpustakaan yang dikelola pemerintah pada tingkat nasional dan berfungsi sebagai perpustakaan nasional
2. Perpustakaan Umum
Perpustakaan umum adalah perpustakaan yang dibiayai dari dana umum, baik sebagian atau seluruhnya, terbuka untuk masyarakat umum tanpa membeda-bedakan usia, jenis kelamin, kepercayaan, agama, ras, pekerjaan, keturunan, serta memberikan layanan cuma-cuma untuk umum
3. Perpustakaan Sekolah, Anak dan Remaja
Perpustakaan dalam jenis ini adalah perpustakaan yang berada di sekolah dengan fungsi utama membantu tercapainya tujuan sekolah serta dikelola oleh sekolah yang bersangkutan. Dalam pengertian ini, sekolah mencakup semua tingkatan mulai dari taman kanak-kanak sampai sekolah lanjutan atas
4. Perpustakaan Perguruan Tinggi
Perpustakaan perguruan tinggi adalah perpustakaan yang berada di bawah pengawasan dan dikelola oleh perguruan tinggi dengan tujuan utama membantu perguruan tinggi tersebut mencapai tujuannya
5. Perpustakaan Khusus
Perpustakaan khusus adalah perpustakaan yang berfungsi sebagai pusat referal dan penelitian serta sarana memperlancar pelaksanaan tugas suatu instansi atau lembaga tertentu, seperti perpustakan yang berada di bawah naungan perusahaan, departemen dan lembaga negara, lembaga penelitian, pusat informasi dan dokumen, lembaga-lembga swasta, dan sebagainya

Manfaat Perpustakaan
Sebagai salah satu sumber belajar, perpustakaan memiliki manfaat yang tidak kecil dalam mencapai tujuan belajar secara umum. Manfaat perpustakaan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut ;
1. Perpustakaan dapat menimbulkan kecintaan peserta didik terhadap kegiatan membaca dan memperdalam pengetahuan, baik yang telah dipelajarinya di dalam kelas, ataupun yang belum pernah dipelajari sebelumnya
2. Perpustakaan dapat menanamkan kebiasaan belajar mandiri oleh peserta didik tanpa bimbingan guru secara langsung
3. Perpustakaan dapat mempercepat penguasaan teknik membaca
4. Perpustakaan dapat melatih peserta belajar pada arah tanggung jawab ilmiah
5. Perpustakaan dapat melatih perkembangan kemampuan bahasa peserta didik
6. Perpustakaan dapat membantu peserta didik dalam kelancaran tugas-tugas belajarnya
7. Perpustakaan dapat membantu guru dalam menemukan sumber-sumber pengajaran
8. Perpustakaan dapat membantu seluruh elemen pendidikan (civitas akademika) dalam mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
Fungsi Perpustakaaan
Di samping manfaat yang telah disebutkan di atas, perpustakaan memiliki fungsi sebagai berikut;
1. Fungsi edukatif. Perpustakaan akan menyediakan buku-buku dan sarana belajar yang disesuaikan dengan tingkat kurikulum unit lembaga yang menaungi perpustakaan tersebut. Dengan demikian perpustakaan secara tidak langsung akan menjadi sarana pendukung suksesnya tujuan pendidikan yang dicanangkan oleh unit lembaga pendidikan tersebut
2. Fungsi informatif. Perpustakaan yang maju, tidak hanya menyediakan buku-buku sebagai koleksinya, akan tetapi lebih dari itu perpustakaan akan menyiapkan sumber informasi yang lain, seperti; majalah, surat kabar, pamflet, guntingan artikel, peta, over head projector (OHP), slide projector, filmstrip projector, televisi, prabola, video tape projectoe, jaringan internet dan sebagainya, yang semuanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengguna perpustakaan dalam menelusuri informasi yang dibutuhkan
3. Fungsi tanggung jawab administratif. Proses pelayanan perpustakaan dikelola dengan pola administratif yang baik, dengan mementingkan disiplin yang tinggi, yang mengikat pada pustakawan, pengguna, pengelola dan penyelenggara unit pendidikan itu sendiri. Pola interaksi yang diterapkan adalah dengan menggunakan tata adminstrasi yang baik, seperti proses peminjaman, pengembalian dan sebagainya
4. Fungsi riset. Sebagaimana disebutkan sebelumnya, perpustakaan disamping berfungsi sebagai sarana pemenuhan kebutuhan sumber pengajaran, perpustakaan dapat juga digunakan sebagai tempat penelitian ilmiah
5. Fungsi rekreatif. Fungsi rekreatif yang dimaksudkan di sini, bukanlah rekreasi secara fisik, akan tetapi lebih mengarah pada psikologis. Sebagai contoh, seorang peserta didik yang merasa jenuh atau stres kemudian ia mengunjungi perpustakan dan membaca tentang tempat-tempat yang indah, bertemu dengan referensi yang selama ini dibutuhkan, atau bertemu dengan seseorang yang selama ini dicarinya, maka ia akan menemukan kembalai semangatnya.
Dasar-Dasar Pengelolaan Perpustakaan
Setelah menyadari pentingnya peran perpustakaan, baik sebagai sarana pelengkap pendidikan, maupun sebagai sumber belajar, maka di rasa perlu untuk mengetahui dasar-dasar pengelolaan perpustakaan. Pada prinsipnya pengelolaan perpustakaan adalah sebagai berikut:
1. Pengadaan bahan-bahan pustaka
Bahan-bahan pustaka adalah buku-buku, surat kabar, majalah, peta, globe, radio, tape recorder, kaset, disk, film slide projector, film strip projector dan sebagainya pengadaan bahan-bahan pustaka bisa diperoleh dengan cara pembelian , hadiah dari perseorangan atau badan usaha atau instansi terkait, pinjaman dari perseorangan atau lembaga terkait, tukar menukar dengan perpustakaan lain, dan cara lain yang dibenarkan dalam etika ilmu pengetahuan. Semakin banyak koleksi bahan pustaka, akan semakin tinggi kualitas perpustakaan itu sendiri. Bahan pustaka yang telah menjadi milik sebuah perpustakaan harus diinventarisir kemudian distempel dengan stempel perpustakaan tersebut, kemudian diberi kode atau nomor inventaris. Seluruh aset pustaka memerlukan perawatan yang teratur, bersistem, dan bersinambungan.
2. Kalasifikasi
Klasifikasi dalam hal ini adalah proses memiliih dan mengelompokkan buku-buku perpustakaan atau bahan pustaka lainnya atas dasar tertentu serta diletakkan secara bersama-sama di suatu tempat. klasifikasi sangat penting untuk mempermudah pengguna, pustakawan, dan guru dalam menemukan bahan pustaka yang dibutuhkan. Pengklasifikasian bisa berdasarkan: abjad nama pengarang, subjek, abjad judul buku, kegunaan buku, nama penerbit, bentuk fisik, subjek isi buku, dan bahasa. Pengklasifikasian yang paling sering digunakan dalam perpustakaan lembaga pendidikan adalah dengan sestem subyek.
3. Katalogisasi
Katalogisasi adalah suatu proses mengkatalog bahan-bahan pustaka yang dimiliki oleh perpustakaan. Katalog merupakan suatu daftar yang berisi keterangan-keterangan yang lengkap (komprehensif) dari masing-masing koleksi perpustakaan. Keterangan yang tertera dalam katalog adalah judul buku, nama pengarang, edisi atau jilid (kalau ada), kota penerbitan, nama penerbit, tahun terbit, jumlah eksemplar, dan sebagainya. Daftar katalog tersimpan dalam almari khusu katalog , atau kalau memungkinkan dengan menggunakan sistem katalog komputer dengan memakian sistem perangkat lunak DBMS (Data Base Management System) dan sebagainya. .
4. Pengaturan dan Pemeliharaan Bahan Pustaka
Pengaturan berarti penyusunan dan penyimpanan bahan pustaka, sehingga memudahkan pengambilan dan pengembaliannya. Untuk mempermudah pengaturan, maka setiap bahan pustaka harus dilengkapi dengan label atau nomor seri, kartu katalog beserta kantongnya, dan slip tanggal.
Pemeliharan berarti menjaga keberadaan koleksi bahan pustaka agar tetap utuh, tidak rusak, tidak kotor, tidak hilang, tersusun rapi di tempatnya masing-masing, serta diusahakan untuk selalu bertambah. Perbaikan juga berarti memperbaiki koleksi bahan pustaka yang rusak, mengganti yang hilang serta meperbanyak jumlah eksemplarnya. .
5. Pelayanan pengguna perpustakaan
Pelayanan merupakan kegiatan pemberian pelayanan kepada pengunjung perpustakaan dalam menggunakan bahan-bahan pustaka. pelayanan pengguna perpustakaan meliputi :
a. pelayanan sirkulasi yaitu kegiatan melayani peminjaman dan pengembalian buku-buku perpustakaan, serta pembuatan statestik pengunjung . Daftar koleksi yang di pinjam dan dikembalikan dicatat oleh pustakawan bagian sirkulasi dalam buku tertentu atau dalam sistem komputerisasi .
b. Pelayanan referensi. Pelayanan referensi mengacu pada pelayanan informasi dan pemberian bimbingan belajar. Pelayanan informasi meliputi hal-hal yang berkaitan dengan perpustakaan yang tidak terjangkau dalam tata kerja pegawai sirkulasi. sedangkan pelayanan pemberian bimbingan belajar adalah kegiatan membimbing pengguna perpustakan dalam memahami referensi yang digunakan. Layanan bimbingan belajar biasanya dibutuhkan dalam perpustakaan untuk lembaga pendidikan dasar dan menengah.
Kegiatan pokok pelayanan referensi adalah;
(1) Memberikan informasi yang bersifat umum, baik mengenai perpustakaan itu sendiri, maupun mengenai Unit pelayanan referensi
(2) Memberikan informasi yang bersifat khusus yang memerlukan koleksi referensi atau tentang jaringan kerjasama perpustakaan tersebut dengan perpustakaan lain
(3) Memberikan bantuan ditemukannya informasi yang dibutuhkan pengunjung
(4) Memberikan bantuan pengarahan pada pengunjung yang membutuhkan
(5) Memberikan bimbingan belajar kalau dibutuhkan
Pelayanan perpustkaan bisa bersifat terbuka, yakni pengunjung bebas masuk pada ruang koleksi dan mengambil sendiri bahan pustaka yang diinginkan (tata pajan), atau dengan sistem tetutup, artinya pengunjung tidak diperkenankan masuk dan hanya menyebutkan buku yang diinginkan, sedangkan yang mengambil adalah petugas perpustakaan.
c. Tata tertib perpustakaan. Untuk kelancaran pelayanan sirkulasi dan referensi, perpustakaan hendaknya menerbitkan tata tertib yang dapat dijadikan pedoman oleh setiap penggunanya. Tata tertib yang baik biasanya meliputi; sifat dan status perpustakaan, keanggotaan perpustakaan, bahan-bahan pustaka yang ada, sanksi bagi pelanggar tata tertib, iuran anggota (kalau ada), sistem penyelenggaraan, dan jadwa (waktu) pelayanan.
6. Penyediaan perlengkapan perpustakaan
Dalam penyelenggaraannya, perpustakaan memerlukan ruang khusu beserta segala perlengkapan yang dibutuhkan. Perlengkapan-perlengkapan yang dibutuhkan tersebut antara lain adalah ;
a. Ruang Perpustakaan. Ruang perpustakaan boleh di-design seperti ruang kelas atau bentuk lain. Hal yang perlu diperhatikan adalah luas ruang perpustakaan harus disesuaikan dengan jumlah pelanggan perpustakaan itu sendiri. Ukuran ruang perpustakaan untuk SD adalah 1 m2 : 7 murid, SLTP 1 m2 : 4 siswa, SLTA dan umum 1 m2 : 3. Ukuran-ukuran tersebut adalah ukuran maksimal. Penyediaan ruang perpustakaan sebaiknya harus memperhatikan beberapa hal :
(1) Gedung perpustakaan berdekatan dengan ruang-ruang belajar, atau kalu mungkin di pusat kampus atau lembaga yang menaunginya
(2) Berdekatan dengan lokasi parkir, jauh dari kebisingan, mudah dicapai oleh kendaraan pengangkut buku, aman dari kebakaran dan banjir serta pencurian, dan mudah diperluas sewaktu-waktu.
(3) Terletak pada arus lalu lintas manusia agar faktor aksibilitas dapat dicapai setinggi-tingginya, teapi hindarkanlah menjadi lalu lintas manusia
b. Peralatan perpustakaan. Peralatan tersebut meliputi peralatan habis pakai seperti potlot, potlot warna, buku catatan, blangko surat, kartu anggota, catatan sirkulasi buku, dan sebagainya, demikian juga perlatan yang sifatnya tahan lama seperti mesin ketik, komputer, jam dinding, dan sebaginya.
c. Perlengkapan perpustakaan. Perlengkapan yang dibutuhkan antara lain adalah rak buku, rak surat kabar, rak majalah, gambar-gambar besar, meja kursi, lemari katalog, kereta buku, papan displayn (tempat memamerkan buku-buku baru), dan lain-lain.
7. Pengangkatan petugas perpustakaan.
Untuk kelancaran penyelenggaraan perpustakaan, maka perlu ditunjuk petugas perpustakaan yang terdiri dari;
a. Kepala perpustakaan, yang bertugas mengorganisir kegiatan perpustakaan
b. Staf perpustakaan, yang bertugas melaksanakan program kerja yang telah disusun oleh kepala perpustakaan. Staf perpustaklaan setidaknya terdiri dari petugas pelayanan teknis atau processing, petugas pelayanan pembaca, petugas tata usaha, dan satuan pengamanan (Sat-Pam). seluruh petugas perpustakaan harus memenuhi kreteria; memiliki pengetahuan bidang perpustakaan, memiliki pengetahuan bidang pendidikan, memiliki minat terhadap pengembangan perpustakaan, suka bekerja keras, tekun, dan teliti, serta terampil dalam mengelola perpustakaan. Untuk memenuhi tuntutan tersebut, maka lembaga penyelenggara perpustakaan senatiasa mengadakan pembinaan kemampuan dan pembinaan moral kerja petugas perpustakaan.

Analisis Pelaksanaan Kegiatan Perpustakaan di MA. Miftahul Ulum Sumberjati
Sejak tahun pelajaran 2001-2002, MA Miftahul Ulum telah berhasil memberikan layanan perpustakaan pada segenap stakeholders-nya. Hal ini merupakan langkah maju, mengingat di usianya yang sangat dini, MA Miftahul Ulum telah berupaya untuk memenuhi kebutuhan siswa dan guru dalam bidang pengembangan sumber belajar yaitu perpustakaan.
Pengadaan bahan pustaka, pada awal pendirianya dimasukkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Madrasah (RAPBM). Namun sejak tahun pelajaran 2003-2004 pengelolaan perpustakaan diserahkan kepada bagian khusus yang diangkat oleh kepala madrasah melalui persetujuan ketua yayasan. Berdasarkan aturan yang baru tersebut pengelolaan perpustakaan bersifat independen. Meskipun demikian kepala perpustakaan diwajibkan memberikan laporan tahunan kepada kepala madrasah dengan tembusan disampaikan kepada ketua yayasan.
Sikap independen tersebut sengaja diberikan untuk memberikan ruang gerak yang lebar pada pengelola perpustakaan dalam melaknakan kegiatanya, meskipun tentu saja dalam perencanaan kerjanya para pengelola perpustakaan harus melakukan kordinasi dengan kepala madrasah dan fihak yayasan, serta diwajibkan memberikan laporan tertulis kepada kepala madrasah sedikitnya setiap tahun pelajaran untuk dievaluasi efektifitas dan efisiensi kerjanya.
Dalam pelaksanaan kegiatannya, perpustakaan dipmnpin oleh kepala perpustakaan dan dibantu oleh beberapa staf dengan rincian tugas-tugas pokok sebagai berikut:
1. Membuat analisis kebutuhan bahan pustaka yang relevan
2. Menginventarisir bahan-bahan pustaka yang dimiliki
3. Membuat katalog bahan pustaka
4. Merancang tata cara pemanfaatan bahan pustaka
5. Melayani guru, siswa dalam peminjaman bahan pustaka
6. Mengelola keuangan perpustakaan
7. Melayani pengunjung setiap berkunjung ke perpustakaan
8. Merawat dan menjaga keamanan bahan pustaka dalam perpustakaan yang menjadi koleksi perpustakaan
9. Menjalin kerjasama dengan perpustakaan lain
10. Membuat laporan
Pada dasarnya pengelolaan perpustakaan MA. Miftahul Ulum sudah berjalan dengan baik, namun demikian ada beberapa hal yang masih perlu pengembangan di waktu yang akan datang. Beberapa langkah yang dapat diambil dalam rangka pengembangan tersebut anatara lain adalah:
1. Pengadaan sumber daya manusia (pengelola perpustakaan) yang memiliki kualifikasi keilmuan yang relevan dengan bidang kepustakaan. Hal ini bis ditempuh dengan beberapa cara antara lain:
a. Merekrut karyawan baru yang memiliki kualifikasi tersebut di atas
b. Mengembangkan skill karyawan yang ada dengan tugas belajar, magang dan pencangkokan
c. Mengadakan pelatihan kepustakaan pada karyawan dengan tutor yang ahli di bidang perpustakaan
d. Melakukan studi banding ke perpustakaan lain yang sudah maju
2. Pengadaan bahan pustaka yang lebih variatif. Hal ini bisa ditempuh dengan cara:
a. Membuat anggaran tetap penambhan bahan pustaka
b. Bekerja sama dengan beberpa instansi untuk mendapatkan tambahan koleksi bahan pustaka
c. Membuat jaringan kerja dengan beberpa penerbit untuk mendapatkan informasi buku-buku terbaru
3. Peningkatan kesejahteraan karyawan untuk meningkatkan produktifitas kerja
Penutup
Perpustakaan yang dikonotasikan sebagai sarana pendidikan yang erat kaitannya dengan buku-buku dan sumber pembelajaran, terasa amat penting keberadaannya. Oleh karena itu sebuah institusi pendidikan akan merasa sangat sulit dalam memacu semangat belajaar peserta didiknya, tanpa dukungan dari keberadaan perpustakaan yang memadai.
Bagi sebagian (mungkin kebanyakan) lembaga pendidikan, pengadaan sarana perpustakaan, bukanlah merupakan hal yang mudah. Hal itu dikarenakan pengadaan perpustakaan memerlukan dana yang tidak sedikit serta sumber daya manusia yang handal sebagai pengelolanya. Oleh karena iti, menjadi tugas kita semua untuk memikirkan keberlangsungan kegiatan kependidikan yang disertai dengan pemenuhan sarananya, termasuk didalamnya adalah perpustakaan.
Madrasah Aliyah Miftahul Ulum adalah termasuk lembaga pendidikan menengah yang menyadari pentingnya perpustakaan dalam sistem pendidikannya. Oleh karena itu sejak tahun pelajaran 2001 lembaga tersebut telah membuka layanan perpustakaan untuk mengembangkan keilmuan para stakeholders-nya.
Tulisan ini adalah diskripsi singkat tentang langkah-langkah dasar pengelolan perpustakaan. Dengan demikian penulis berharap semoga tulisan ini dapat bermanfaat dalm khzanah keilmuan, seta dapat menjadi kontribusi bagi pengelola perpustakaan MA. Miftahul Ulum Sumberjati dalam pengambilan kebijakan ke depan.

Sumber : http://mamusumberjati.blogspot.com/2010/05/perpustakaan-sebagai-sumber-belajar.html

Selasa, 08 Desember 2015

Pengenalan Bahan Bacaan

KOLEKSI BAHAN BACAAN
Koleksi bahan bacaan adalah semua bahan sumber maklumat bercetak yangdiselenggara dan disimpan di Pusat Sumber Sekolah untuk digunakan olehpelajar dan guru. Koleksi bahan bacaan boleh diklasifikasikan kepada beberapakategori, antaranya adalah :
  1. Buku Fiksyen
  2. Buku Bukan Fiksyen ( Pinjaman )
  3. Buku Bukan Fiksyen ( Rujukan )
  4. Bahan Terbitan Berkala.
  5. Bahan khusus.
BUKU FIKSYEN
Buku fiksyen merupakan karya sastera yang diterbitkan daripada rekaan atau khayalan seseorang pengarang. Buku fiksyen dapat diklasifikasikan mengikutbahasa, antaranya :
  1. Buku Fiksyen Melayu
  2. Buku Fiksyen Inggeris
  3. Buku Fiksyen Cina
  4. Buku Fiksyen Tamil
  5. Buku Fiksyen Arab
Kebiasaannya cerita- cerita yang terdapat dalam buku-buku fiksyen adalah :
  1. Cerita Sains
  2. Cerita Nasihat
  3. Cerita Dongeng
  4. Cerita Khayalan
  5. Cerita Binatang
  6. Cerita Rakyat
BUKU BUKAN FIKSYEN
Buku bukan fiksyen terdiri daripada buku bukan fiksyen untuk pinjaman danbuku bukan fiksyen untuk rujukan. Buku bukan fiksyen pinjaman merupakanbuku-buku bukan fiksyen yang diberi pinjam kepada pengguna. Buku bukanfiksyen rujukan adalah buku-buku yang digunakan untuk rujukan sahaja dantidak dibenarkan dipinjam oleh pengguna. Semua buku bukan fiksyen dikelas dibawa sepuluh bidang utama iaitu :
  1. Karya am
  2. Falsafah
  3. Agama
  4. Sains Kemasyarakatan
  5. Bahasa
  6. Sains Tulen
  7. Teknologi
  8. Kesenian
  9. Kesusasteraan
  10. Sejarah & Geografi
BUKU RUJUKAN
Buku-buku rujukan bukanlah buku untuk dibaca berterusan tetapi khas untukmencari maklumat tentang sesuatu perkara, antaranya maklumat tentangmakna perkataan, sesuatu kejadian, peristiwa, berita, fakta, butiran tentangtempat, data dan sebagainya. Buku rujukan terdiri daripada :
  1. Buku Rujukan Umum
  2. Buku Rujukan Am
  3. Buku Rujukan Khusus
  4. Bahan Khusus
BUKU RUJUKAN UMUM
Buku rujukan umum merupakan buku-buku bacaan tambahan serta memenuhikeperluan-keperluan pengajaran dan pembelajaran pelajar, berkaitan denganmata pelajaran-mata pelajaran yang diajar di sekolah dan memenuhi kehendakkurikulum. Buku rujukan umum terdiri daripada buku-buku ilmiah.
BUKU RUJUKAN AM
Buku-buku rujukan am memberi maklumat umum dan berguna untuk semuaorang. Ia berguna untuk rujukan cepat tetapi tidak begitu mendalam. Diantara buku rujukan am adalah :
  1. Almanak
  2. Atlas
  3. Direktori
  4. Ensiklopedia umum
  5. Gazetir
  6. Kamus umum
BUKU RUJUKAN KHUSUS
Buku-buku rujukan khusus memberi maklumat semasa secara terperinci,mendalam dan khusus untuk pengguna-pengguna tertentu sahaja. Iamengandungi maklumat terperinci mengenai satu cabang ilmu sahaja. Diantara buku rujukan khusus adalah :
  1. Abstrak
  2. Bibliografi khas
  3. Biografi Individu
  4. Ensiklopedia Khusus
  5. Buku Glosari
  6. Buku Indeks
  7. Buku Istilah
  8. Kamus khusus
BAHAN KHUSUS
Bahan khusus merupakan bahan yang diterbitkan berdasarkan sesuatu perkaraatau bidang khusus. Di antara bahan khusus adalah :
  1. Kertas Seminar
  2. Pekeliling
  3. Tesis
  4. Maklumat perangkaan
KOLEKSI BUKU MALAYSIANA
Koleksi buku Malaysiana terdiri daripada buku-buku yang diterbitkan di Malaysia, ditulis oleh warga Malaysia, mengenai Malaysia sama ada diterbitkan di dalam atau di luar Malaysia.
KOLEKSI BUKU NADIR
Koleksi buku nadir terdiri daripada buku-buku lama yang diterbitkan sebelum1900 atau terbitan yang jarang atau sukar didapati.
BAHAN TERBITAN BERKALA
Bahan Terbitan Berkala merupakan bahan yang diterbitkan secara berkala ataubersiri. Bahan-bahan ini mungkin diterbitkan seminggu sekali, sebulan sekali,setahun sekali atau mengikut jangka masa tertentu. Di antara bahan terbitanberkala adalah :
  1. Buletin
  2. Jurnal
  3. Laporan Tahunan
  4. Majalah
  5. Risalah
  6. Surat khabar
ABSTRAK
Abstrak adalah satu penerbitan yang merupakan sesuatu perwakilan yang lepas dan ringkasan tentang isi kandungan sesuatu dokumen serta mengikut gayapenulisan yang sama dengan dokumen yang asal. Abstrak digunakan adalah untuk membantu pembaca :
  1. Menilai isi kandungan sesuatu dokumen dan potensi kesesuaiannya.
  2. Membuat nota dan catatan yang berkesan
  3. Tentang bahan semasa.
  4. Dalam penyampaian laporan.
  5. Dalam pemilihan dokumen yang sesuai dan mengumpulan maklumat yang dikehendaki
ALMANAK
Almanak merupakan koleksi pelbagai fakta dan maklumat perangkaan. Ia jugamerupakan kalender tahunan yang mengandungi senarai haribulan denganmaklumat lain seperti terbit dan masuk matahari, air pasang surut, peredaranbulan dan ramalan cuaca. Almanak digunakan untuk mendapatkan maklumatperangkaan atau fakta mengenai bidang-bidang tertentu dengan cepat danmendalam.contoh almanak
BIBLIOGRAFI
Bibliografi merupakan satu senarai nama buku atau daftar penerbitan bercetakyang disusun mengikut nama pengarang, judul atau subjek dan disusun dalamsusunan berabjad. Ia terdapat dibahagian akhiran sesebuah bahan penerbitanbercetak. Bibliografi mengandungi judul buku, nama pengarang, tempat dan tahun diterbitkan.
Bibliografi dapat dibahagikan kepada dua jenis iaitu :
  1. Bibliografi di bahagian akhiran buku.
  2. Bibliografi jilid khas atau buku.
Tujuan menggunakan Bibliografi adalah untuk :
  1. Memudahkan pembaca mencari buku rujukan lain yang berkaitan denganisi kandungan buku yang telah dibaca.
  2. Menggalakkan pembaca membuat rujukan tambahan
  3. Untuk memudahkan pengguna mencari maklumat yang diperlukan tanpamengetahui dengan lengkap setiap butiran tentang sesuatu bahan.
BIOGRAFI
Biografi adalah buku yang mengandungi koleksi maklumat mengenai riwayathidup individu. Tujuan menggunakan buku biografi adalah :· Untuk mendapatkan maklumat tentang seseorang tokoh dengan lebihmendalam sama ada yang masih hidup atau meninggal dunia.contoh biografi
ENSIKLOPEDIA
Ensiklopedia merupakan bahan rujukan yang memuatkan maklumat luastentang semua cabang ilmu pengetahuan yang pada umumnya disusunmengikut abjad. Ensiklopedia memuatkan semua tajuk tentang peristiwa ataufakta dan mampu menjawab persoalan tentang apa, bila, siapa, di mana,mengapa dan bagaimana kecuali hal-hal yang bersifat mutakhir.Penghuraiannya jelas dan kadang-kadang ia dilengkapi gambar-gambar danilustrasi bergambar untuk menjelaskan lagi maksud yang hendak disampaikan.
Ensiklopedia terbahagi kepada dua jenis iaitu :
  1. Ensiklopedia umum - Ia terdiri daripada beberapa jilid yang mengandungi maklumat am tentangperkara atau bidang tertentu.
  2. Ensiklopedia Khusus - Ia terdiri daripada satu jilid atau beberapa jilid dan mengandungiketerangan yang lebih khusus dan mendalam bagi satu-satu perkara atau bidang yang berkenaan.
Tujuan menggunakan ensiklopedia adalah :· Untuk mendapatkan gambaran umum tentang sesuatu perkara atau topikdengan merujuk ensiklopedia umum.· Untuk mendapatan maklumat mendalam tentang sesuatu perkara atautopik dengan merujuk ensiklopedia khusus.
GAZETIR
Buku gazetir memberi maklumat geografi dan data mengenai tempat-tempatatau lokasi. Ia tidak memberi definisi istilah-istilah geografi. Selain daripadamaklumat geografi ia juga menyediakan maklumat berkenaan sejarah,perangkaan, kebudayaan dan fakta-fakta yang lain mengenai tempat-tempat.Gazetir disusun mengikut abjad. Tujuan menggunakan gazetirGazetir digunakan untuk mencari maklumat geografi, sejarah dan ekonomisesuatu tempat.
GLOSARI
Glosari merupakan satu senarai keterangan tentang istilah atau perkataantertentu mengikut tajuk atau bidang berserta takrifnya yang disusun menurut abjad, khusus bagi sesuatu bidang pengetahuan.
Terdapat dua jenis glosari iaitu:
  1. Glosari yang terdapat pada halaman glosari di bahagian akhiran buku bagibuku bukan fiksyen.
  2. Buku Glosari, sebuah buku khas yang menerangkan maksud perkataanperkataan tertentu dalam bidang-bidang tertentu.
Tujuan menggunakan glosari
  1. Glosari memudahkan seseorang pembaca memahami maksud sesuatuperkataan atau istilah yang kurang jelas.
  2. Ia juga mempercepatkan pencarian maklumat yang tepat supaya pembacadapat memahami isi kandungan sesuatu buku tanpa merujuk kepadakamus.Glosari khusus untuk Teknologi Maklumat
INDEKS
Satu senarai petunjuk yang disusun secara berabjad mengenai sesuatumaklumat seperti perkataan atau topik.
Tujuan Indeks
  1. Memudahkan pembaca mengesan maklumat tertentu di dalam sesebuah buku yang dibaca.
  2. Memudahkan pembaca merujuk di mana maklumat tertentu didapati.
Jenis-jenis Indeks
  1. Indeks di bahagian akhir buku.
  2. Indeks Jilid Khas.
ISTILAH
Perkataan yang mempunyai makna yang khas dalam sesuatu bidang ilmupengetahuan.Tujuan menggunakan istilah :
  1. Untuk mendapatkan ejaan yang betul.
  2. Untuk membuat terjemahan.
  3. Untuk ketepatan penggunaan perkataan.
Jenis Istilah·
Halaman Istilah.
Halaman Istilah biasanya terdapat di bahagian akhiran buku.·
Buku Istilah.
Buku Istilah merupakan buku khusus tentang sesuatu istilah dalam bidangtertentu.
KAMUS
Kamus merupakan buku koleksi perkataan dan maklumat tentang perkataanseperti definisi, makna , asal-usul, sebutan, sukukata, tatabahasa,penggunaan, dan kedudukan semasa dalam susunan berabjad.Kamus terdiri daripada beberapa jenis, antaranya adalah :a. Kamus umum ialah kamus biasa yang mengandungi maklumatseperti :- Makna sesuatu perkataan- Cara menggunakan perkataan- Ejaan yang betulb. Kamus TerjemahanKamus jenis ini hanya memberi makna sesuatu perkataan dalamsatu bahasa ke bahasa yang lain.c. Kamus Perkara Khas ( Kamus khusus )Kamus ini memberi maklumat yang terperinci mengenai sesuatuperkataan dalam sesuatu bidang tertentu. Tujuan menggunakan kamus adalah :
  1. Untuk mencari makna atau definisi perkataan .
  2. Untuk mengetahui asal-usul perkataan.
  3. Untuk mengetahui bagaimana sesuatu perkataan disebut.
  4. Untuk mengetahui jenis perkataan.
  5. Untuk menunjukkan cara menggunakan perkataan.
  6. Untuk mengetahui ejaan yang betul.
sumberhttp://pss-smkrahmat.blogspot.com/2010/05/mengenali-bahan-bacaan.html

Kamis, 22 Oktober 2015

Pengelolaan Perpustakaan Sekolah


PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH



BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perpustakaan merupakan cermin sebuah organisasi, merupakan indikator kemajuan sebuah bangsa, dan gambaran citra seorang individu. Untuk melihat performa atau budaya kerja sebuah bangsa, organisasi, atau individu, lihatlah bagaimana perlakuannya terhadap perpustakaan.
Haruslah kita sadari benar-benar bahwa perpustakaan mempunyai peranan penting dalam dunia pendidikan sepanjang masa. Dalam hal ini dapat kita rasakan bahwa mutu pendidikan disuatu sekolah maupun perguruan tinggi bergantung pada kualitas/ kuantitas dari koleksi perpustakaan tersebut yang mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi.
Perpustakaan merupakan salah satu sarana pembelajaran yang dapat menjadi sebuah kekuatan untuk mencerdaskan bangsa. Perpustakaan mempunyai peranan penting sebagai jembatan menuju penguasaan ilmu pengetahuan yang sekaligus menjadi tempat rekreasi yang menyenangkan dan menyegarkan. Perpustakaan memberi kontribusi penting bagi terbukanya informasi tentang ilmu pengetahuan. Sedangkan perpustakaan merupakan jantung bagi kehidupan aktifitas akademik, karena dengan adanya perpustakaan dapat diperoleh data atau informasi yang dapat digunakan sebagai dasar pengembangan ilmu pengetahuan. Untuk memperbaiki kondisi tersebut, perpustakaan harus menjadi sarana aktif/interaktif dan menjadi tempat dihasilkannya berbagai hal baru.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian Perpustakaan?
2. Apa Tujuan Perpustakaan?
3. Apa fungsi perpustakaan?
4. Bagaimana cara mendirikan perpustakaan sekolah?
5. Bagaimana cara mengelola perpustakaan sekolah?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Perpustakaan
Perpustakaan berasal dari kata pustaka. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pustaka artinya kitab, buku. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan library. Istilah ini berasal dari kata librer atau libri,yang artinya buku.
Dari kata lain tersebut terbentuklah istilah librarius, tentang buku. Dalam bahasa asing lainnya perpustakaan disebut bibliotheca(Belanda), yang juga berasal dari bahasa Yunani biblia yang artinya tentang buku, kitab. Dengan demikian, batasan istilah perpustakaan menurut basuki yang dikutip oleh Wiji adalah sebuah ruangan, bagian sebuah gedung, ataupun gedung itu sendiri yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang biasa disimpan menurut tatanan tertentu untuk digunakan pembaca bukan untuk dijual[1]. Atau suatu unit kerja yang substansinya merupakan sumber informasi yang setiap waktu dapat digunakan oleh pengguna jasa lainnya. Selain buku didalamnya juga terdapat bahan cetak lainnya seperti majalah, laporan, pamflet, manuskrip atau naskah, lembaran musik, dan berbagai karya media audiovisual seperti film, slide, kaset, piringan hitam, serta bentuk mikro seperti mikrofilm dan lain sebagainya.
Definisi ini mengisyaratkan bahwa perpustakaan memiliki spesifikasi tersendiri mengenai fungsi dan peranannya. Ini dapat dilihat dari pengertiannya yang memiliki beberapa poin penting yang perlu digarisbawahi, yaitu:
· Perpustakaan sebagai unit kerja
· Perpustakaan sebagai tempat pengumpul, penyimpan, dan pemelihara berbagai koleksi bahan pustaka
· Bahan pustaka itu dikelola dan diatur secara sistematis dengan cara tertentu
· Bahan pustaka digunakan oleh pengguna secara kontinu
· Perpustakaan sebagai sumber informasi
Sedangkan Wafford (1969:1) menerjemahkan perpustakaan sebagai salah satu organisasi sumber belajar yang menyimpan, mengelola, dan memberikan layanan bahan pustaka baik buku maupun non buku kepada masyarakat tertentu maupun masyarakat umum.[2]
Lebih luas lagi pengertian perpustakaan adalah salah satu unit kerja yang berupa tempat untuk mengumpulkan, menyimpan, mengelola, dan mengatur koleksi bahan pustaka secara sistematis untuk digunakan oleh pemakai sebagai sumber informasi sekaligus sebagai sarana belajar yang menyenangkan.
Sedangkan perpustakaan sekolah ialah suatu unit kerja dari sebuah lembaga persekolahan yang berupa tempat penyimpan koleksi bahan pustaka penunjang proses pendidikan, yang diatur secara sistematis, untuk digunakan secara berkesinambungan sebagai sumber informasi untuk mengembangkan dan memperdalam pengetahuan, baik oleh pendidik maupun yang dididik di sekolah tersebut.[3]
B. Tujuan Perpustakaan
Tujuan diadakannya perpustakaan adalah agar para pembaca atau masyarakat dapat: [4]
1. Dapat mengikuti peristiwa dan perkembangan dunia terakhir. Dengan membaca berita-berita yang dimuat dalam surat-surat kabar atau buku-buku ilmu pengetahuan yang mutakhir orang tidak mau ketinggalan informasi, tetapi dapat terus mengikuti perkembangan situasi dunia dan situasi ilmu pengetahuan. Umpamanya dalam bidang sosial, ekonomi, politik dan kebudayaan, serta berbagai ragam cabang ilmu pengetahuan.
2. Secara tidak langsung mendapatkan pengajaran dan pendidikan. Bagi orang yang tidak lagi duduk di bangku sekolah, atau bangku kuliah, membaca adalah cara untuk mendapatkan ilmu pengetahuan penunjang yang dapat meningkatkan dan memperkembangkan ilmu yang telah dimilikinya dan untuk memperoleh ilmu pengetahuan baru. Maka dengan membaca, seseorang seakan-akan mendapakan pendidikan dan pelajaran lagi, meski secara tidak langsung. Banyak sekali orang besar yang menjadi pandai hanya karena rajin mengunjungi perpustakaan atau memiliki sendiri perpustakaan pribadi.
3. Mendapatkan hiburan sehat dan kreatif. Bacaan-bacaan ringan dan segar akan memberikan hiburan yang tersendiri bagi para pembacanya. Sedangkan dari berbagai hal yang baru, orang diajak untuk menjadi kreatif.
Dari kaitan antara hasil kegiatan membaca buku serta koleksi pustaka lainnya dan perpustakaan sendiri, dapat disimpulkan tujuan perpustakaan. Tujuan perpustakaan adalah bersama-sama dengan lembaga dan sarana yang lain berusaha menciptakan masyarakat yang terdidik dan terpelajar, agar senantiasa tanggap terhadap perkembangan dunia dan ilmu pengetahuan, sehingga menimbulkan rasa percaya diri dan senang untuk terus-menerus untuk meningkatkan pendidikannya.
C. Fungsi Perpustakaan
Fungsi perpustakaan sekolah, yaitu:
1. Membantu para siswa melaksanakan penelitian dan membantu menemukan keterangan-keterangan yang lebih luas dari pelajaran yang didapatkannya di dalam kelas. Perpustakaan memperkaya pelajaran dengan menyediakan bahan-bahan puataka dalam segala bentuknya, yang menunjang pelajaran.
2. Memupuk daya kritis para siswa. Dari sumber pengetahuan yang lebih bernuansa dan beraneka warna, siswa dapat mengetahui bahwa berbagai informasi ilmu pengetahuan dapat diberikan dengan cara yang berbeda-beda. Bahkan bila menemukan sumber informasi yang saling bertentangan tentang hal yang sama, siswa dapat belajar menilai dan menentukan sikap kritis terhadap berbagai pandapat/pandangan yang ditemukannya.
3. Membantu mengembangkan kegemaran dan hobi siswa. Buku-buku tentang kerajinan tangan yang meningkatkan daya kreatif siswa, seperti bagaimana merakit radio, tentang alat-alat listrik sederhana, membuat hiasan dinding, cara memelihara ternak unggas, ikan hias, tanaman dan bunga-bungaan, dan lain-lain, sangat membantu siswa memperkembangkan kegemaran dan hobi.
4. Tempat untuk melestarikan kebudayaan. Koleksi-koleksi karya sastra dan budaya dari masa ke masa banyak tersimpan di perpustakaan sekolah. Para siswa dapat menengok dan mengerti serta menghayati kebudayaan dan kekayaan adat istiadat masa lampau. Dengan demikian perpustakaan ikut melestarikan kesinambungan kebudayaan.
5. Sebagai pusat penerangan. Majalah, surat kabar yang memuat tulisan-tulisan yang berisikan penerangan tentang berbagai hal serta tentang perkembangan zaman menjadi sumber informasi bagi siswa untuk tetap berpijak pada zamannya.
6. Menjadi pusat dokumentasi. Clipping, laporan kerja siswa, album-album dapat disimpan diperpustakaan sekolah. Semuanya merupakan dokumen sekolah yang sangat berharga untuk dikenang dan diketahui oleh para siswa tahun-tahun berikutnya, bahkan bisa menjadi pendorong untuk lebih maju lagi.
7. Sebagai tempat rekreasi. Bacaan-bacaan ringan, cerita-cerita lucu, cerita-cerita fiksi yang tersedia di perpustakaan dapat menjadi pelepas ketegangan setelah sekian jam menggeluti ilmu di dalam kelas. Masuk perpustakaan, dan membaca bacaan segar, merupakan rekreasi yang sehat dan tetap mendidik. Mengisi jam pelajaran yang kosong, dengan membaca di perpustakaan sangat bermanfaat bagi siswa. Suasana perpustakaan yang menyenangkan mendukung hal itu.[5]


D. Mendirikan Perpustakaan Sekolah
Perpustakaan sekolah mempunyai manfaat dan fungsi yag bermacam-macam, seperti fungsi educatif, informatif, administratif, riset, dan fungsi rekreatif. Seharusnyalah para tenaga kependidikan, khususnya yang secara langsung berhubungan dengan tugas-tugas pengembangan kurikulum di sekolah berusah untuk menyelenggarakan perpustakaan sekolah. Yang dimaksud dengan tenaga kependidikan yang secara langsung bertugas dalam bidang pengembangan kurikulum antara lain adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru-guru, wali kelas.
Melihat kondisi sekolah- sekolah yang masih belum menyelenggarakan perpustakaan sekolah dikarenakan biaya yang kurang memadai. Sebenarnya biaya atau anggaran itu merupakan salah satu faktor saja yang memang berpengaruh terhadap penyelenggaraan perpustakaan sekolah. Namun faktor lain yang justru sangat menentukan adalah faktor tekad yang ulat dalam arti kegigihan untuk berusaha membangun perpustakaan sekolah.
Ada beberapa langkah untuk mendirikan perpustakaan sekolah:[6]
1. Pembentukan panitia perpustakaan sekolah
Gagasan untuk merintis pembangunan perpustakaan sekolah harus muncul dari pihat sekolah, yaitu kepala sekolah dan guru-guru. Susunan pembentukan panitia perpustakaan sekolah harus mencakup:
Ketua : Kepala sekolah
Wakil ketua : salah seorang penjabat pemerintah atau pemuka masyarakat setempat
Sekretaris : Kepala perpustakaan/guru pustakawan
Bendaharawan : Ketua BP3 (wakil orang tua murid)
Anggota : -Bebeorang guru
-Bebeorang pemuka masyarakat
-Bebeorang wakil orang tua murid
Perlu kiranya dikemukakan dalam memilih panitia perpustakaan sekolah harus mempertimbangkan keahlian dan kecakapan yang sekiranya mendukung terhadap pelaksanaan tugasnnya. Selain itu minat dan niatnya untuk mengabdi, apabila mereka berminat, mau mengabdi, serta ditambah dengan keahlian dan kecakapannya dibidang penyelenggaraan perpustakaan sekolah mereka akan mengerjakan tugas-tugas yang baik.
2. Mengusahakan sarana dan prasarana sekolah
Sarana disini berarti perlengkapan dan peralatan yang diperlukan dalam penyelenggaraan perpustakaan sekolah. Perlengkapan dan peralatan tersebut harus memenuhi syarat baik kualitasnya (mutu) maupun kuantitasnnya (mengacu pada perbandingan antara jumlah perlengkapan dan peralatan dengan jumlah pemakai).
Peralatan yang perlu diusahakan ada dua macam. Pertama, peralatan-peralatan habis pakai seperti spidol, benang, isi staples, perekat. Kedua, peralatan yang tidak habis pakai seperti gunting, silet, pisau, sapu, serbet, dan lain-lain yang biasanya dimasukkan sebagai barang-barang inventaris perpustakaan sekolah.
3. Mengusahakan dan mengatur bahan-bahan pustaka
Ada beberapa cara yang bisa diusahakan, pertama-tama buku-buku yang telah dimiliki oleh sekolah dikumpulkan jadi satu, buku ini bisa berupa paket atau buku bacaan yang dimasukkan kedalam perpustakaan sekolah. Kedua, panitia perpustakaan sekolah mengusahakan dengan cara lain seperti membeli, meminta sumbangan pada pemuka masyarakat, penerbit, toko buku, atau bisa dengan meminjam dari perpustakaan sekolah lainnya, menfotocopy.
Bahan pustaka yang tersedia harus dikelola dengan baik sehingga meskipun sedikit tapi bisa dimanfaatkan. Langkah-langkahnya :
a. Buku-buku yang telah tersedia distempel sekolah dan stempel inventaris perpustakaan sekolah
b. Mendaftar buku-buku yang telah tersedia pada buku inventaris
c. Mengklasifikasi buku-buku menurut klasifikasi tertentu
d. Mengkatalog buku-buku yang tersedia
e. Melengkapi buku-buku dengan kantong buku, slip tanggal dan call member
f. Menyusun buku-buku dilemari atau rak buku


4. Menunjuk tenaga pengelola perpustakaan sekolah
Untuk menyelenggarakan perpustakaan sekolah perlu tenaga khusus seperti halnya SMP dan SMA karena buku-buku yang dikelola dan jumlah pengunjungnya sangat banyak. Tenaga-tenaga tersebut terdiri dari:
a. Kepala perpustakaan atau guru pustakawan, sebaiknya dipegang oleh seorang guru sehingga penyelenggaraan perpustakaan sekolah benar-benar diintegrasikan dengan proses belajar mengajar disekolah. Tentunya harus mempunyai keahlian dan keterampilan dibidang perpustakaan sekolah.
b. Petugas perpustakaan sekolah antara lain, petugas pelayanan teknis, petugas pelayanan pembaca, dan petugas tata usaha.


5. Pembuatan tata tertib perpustakaan sekolah
Pembuatan tata tertib hendaknya melibatkan semua anggota panitia dan tenaga pengelola operasionalnya, hal-hal yang perlu dicantumkan dalam tata tertib adalah:
a. Sifat dan status perpustakaan sekolah
b. Keanggotaan perpustakaan sekolah
c. Bahan pustaka yang tersedia
d. Sanksi-sanksi atau hukuman
e. Iuran bagi semua anggota
f. Waktu pelayanan atau jam buku
g. Sitem penyelenggaraan
h. Lamanya peminjaman serta jumlahnya


E. Pengelolaan Perpustakaan
Pengelolaan perpustakaan yang dilaksanakan meliputi semua kegiatan, dari penerimaan buku baru sampai buku itu siap disusun dalam rak untuk dipergunakan/dipinjam. Keadaan siap pakai ini terjadi setelah mengalami proses pengolahan buku, yaitu klasifikasi, penentuan nomor pustaka, pemberian alat-alat pembantu seperti label, kartu buku, kantong kartu buku, lembar wajib kembali. Kemudian disusun dalam rak buku menurut urutan nomor pustaka dan dibuatkan kartu-kartu katalog. Kartu-kartu katalog itu disusun dalam kotak katalog sesuai dengan susunan buku-buku di dalam rak-rak buku.[7]
1. Pengadaan bahan-bahan pustaka
Pengadaan bahan-bahan pustaka adalah mengusahakan bahan-bahan pustaka yang belum dimiliki perpustakaan sekolah dan menmbah bahan-bahan pustaka yang sudah dimiliki tetapi jumlahnya masih kurang. Dalam pengadaan bahan-bahan pustaka, guru pustakawan hendaknya meminta saran-saran baik pada kepala sekolah, guru-guru, maupun kepada murid-murid, baik secara langsung maupun tidak langsung. Selain itu hendaknya juga mempertimbangkan kurikulum sekolah, kemampuan membaca murid-murid, kemampuan bahasa murid-murid, bakat dan minat. keputusan terakhir pengadaan bahan pustaka teletak pada guru pustakawan karena harus mengetahui jenis bahan pustaka yan harus dimiliki, perencanaan bahan-bahan pustaka dan cara penadaan bahan-bahan pustaka.
2. Klasifikasi
Klasifikasi berararti mengolongkan dan menempatkan benda-benda yan sama disuatu tempat. Kegiatan mengkalisifikasi itu untuk memudahkan pelayanan kepada pengunjung dalam pengambilan dan pengembaliannya. Menurut richardson klasifikasi adalah kegiatan mengelompokkan dan menempatkan barang-barang. Kegiatan mental yang muncul pertama adalah memilih barang
Dasar yang dipergunakan adalah kesamaan dan ketidaksamaan. Berdasarkan pemilihan tersebut, barang-barang yang memiliki kesamaan dikelompokkan untuk ditempatkan disuatu tempat. Klasifikasi buku adalah suatu proses memilih dan mengelompokkan buku-buku perpustakaan sekolah atau bahan pustaka lainnya atas dasar tertentu serta diletakkan secara bersama-sama disuatu tempat, klasifikasi buku-buku perpustakaan sekolah bertujuan:
a. Untuk mempermudah peserta didik dalam mencari buku yang sedang diperlukan
b. Mempermudah guru pustakawan didalam mencari buku-buku yang dipesan peserta didik
c. Untuk mempermudah guru pustakawan dalam mengembalikan buku-buku pada tempatnya
d. Untuk mempermudah guru pustakawan mengetahui primbangan bahan pustaka
e. Akhirnya buku-buku perpustakaan sekolah diklasifikasikan dengan sebaik-baiknya untuk mempermudah dalam menyusun suatu daftar bahan-bahan pustaka yang berdasarkan sistem klasifikasi
Prinsip-prinsip pengklasifikasian
a. Pertama-tama berdasarkan subjeknya, kemudian berdasarkan bentuk penyajiannya atau bentuk karyanya
b. Khususnya buku-buku karya umum dan kesusastraan hendaknya lebih diutamakan pada bentuknya
c. Memperhatikan pengarangnya
d. Bersifat spesifik
e. Pengklasifikasian buku berdasarkan subjek yang dominan
Sistem Klasifikasi
Pengetahuan dasar yang harus dimiliki oleh guru pustakawan adalah jenis sistem klasifikasi dan kemampuan menentukan sistem klasifikasi. Sistem klasifikasi bisa berdasarkan ciri-ciri buku sehingga bisa dikelompokkan menjadi satu. Ada beberapa sistem klasifikasi buku-buku perpustakaan sekolah antara lain:
1. Sistem abjad nama pengarang
Buku-buku perpustakaan sekolah dikelompokkan atas dasar abjad nama pengarangnya. Buku-buku yang huruf pertama dari pengarangnya sama dikelompokkan menjadi satu.
2. sistem abjad judul buku
Buku-buku perpustakaan sekolah dikelompokkan atas dasar abjad judul bukunya. Buku-buku yang huruf pertama dari judul sama dikelompokkan menjadi satu.
3. Sistem kegunaan, dikelompokkan atas dasar kegunaannya.
4. Sistem penerbit, dikelompokkan berdasarkan penerbit buku
5. Sistem bentuk fisik, dikelompokkan berdasarkan bentuk fisik
6. Sistem bahasa, dikelompokkan berdasarkan bahasa yang digunakan
7. Sistem subyek, dikelompokkan berdasarkan subyek atau isi yang tekandung di dalam buku yang bersangkutan.
Demikian beberapa sistem klasifikasi, guru pustaka harus memilih salah satu sistem klasifikasi untuk digunakan secara konsisten di dalam mengklasifikasikan buku-buku perpustakaan sekolahnya. Sebelum memilih salah satu sistem tersebut harus sudah mempertimbangkan kelebihan-kelebihan dan kekurangan-kekurang setiap sistem tersebut. Kemudian pilihlah yang banyak mengandung kelebihan.
Sistem subyek paling banyak digunakan karena kelebihannya yakni buku-buku yang subyek isinya sama atau hampir sama letaknya berdekatan, sehingga guru pustakawan dapat dengan mudah mengetahui subyek-subyek mana dalam koleksi perpustakaan sekolah yang masih kurang, cukup atau berlebihan Hal ini dapat dijadikan pertimbangan di dalam mebuat perencanaan pengadaan buku-buku perpustakaan sekolah.
Cara Mengklasifikasi Buku
a. Menentukan sistem klasifikasi
b. Menyiapkan bagan klasifikasi
c. Menyiapakan buku, buku sudah selesai diinventarisasikan dalam buku inventaris dan telah distempel dengan stempel sekolah sebagai tanda pengenal dan stempel inventaris.
d. Menentukan subyek buku, dengan cara menganalisis bagian-bagian buku misal judul dan sub judul, Daftar isi, kata pengantar, Isi sebagian dan keseluruhan.
e. Menentukan nomor klasifikasi dengan berpedoman pada bagan klasifikasi.
f. Selanjutnya setelah nomor klasifikasi ditemukan maka nomor tersebut dituliskan pada label buku atau “call number”.




3. Katalogisasi
Katalog merupakan suatu daftar yang berisi keterangan-keterangan yang lengkap (komperhensif) dari suatu buku-buku koleksi, dokumen-dokumen. Atau bahan-bahan pustaka lainnya. Jadi yang perlu dikatalog bukan hanya buku tetapi seluruh bahan pustaka.
Ada lima kelompok keterangan yang harus tertera pada katalog, yakni:
a. Tajuk entri yang berupa nama keluarga pengarang atau nama utama pengarang.
b. Judul buku, baik judul utama buku maupun sub judul
c. Keterangan tentang kota terbit, nama penerbit dan tahun terbit.
d. Keterangan tentang jumlah halaman, ukuran buku, ilustrasi, indeks, tabel, bibliografi, dan ependik.
e. Keterangan singkat mengenai seri penerbitan, judul asli, dan pengarang aslinya.
Fungsi katalog ada dua yakni:
a. Sebagai “an instrument of communication” (alat komunikasi) yang menginformasikan buku-buku perpustakaan sekolah. Oleh karena katalog itu merupakan alat komunikasi sudah barang tentu katalog itu berisi bahan-bahan informasi yang akan dikomunikasikan dalam hal ini berupa ciri-ciri buku seperti judul buku, pengarang, edisi dan sebagainya.
b. Katalog itu berfungsi sebagai wakil buku. Fungsiini merupakan konsekuensi dari poin pertama, oleh karena itu katalog memberikan keterangan yang lengkap tentang ciri-ciri buku, dengan membaca katalog dapat secara langsung memperoleh gambaran mengenai bukunya.














BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Perpustakaan merupakan salah satu sarana pendidikan yang sangat menunjang dalam kegiatan pembelajaran. Menurut Mbulu yang dikutip Darmono, bahwa perpustakaan merupakan sumber belajar di lingkungan sekolah yang dapat menunjang kualitas pendidikan dan pengajaran, perpustakaan merupakan salah satu komponen system pengajaran, serta perpustakaan sebagai laboratorium belajar yang memungkinkan peserta didik dapat mempertajam dan memperluas kemampuan untuk membaca, menulis, berfikir, dan berkomunikasi.
Jika dikaitkan dengan sumber belajar, maka perpustakaan merupakan salah satu dari berbagai macam sumber belajar yang tersedia di lingkungan sekolah. Mengacu dari pembagian sumber belajar, baik yang secara disengaja dirancang untuk proses pembelajaran ataupun yang tidak sengaja dirancang untuk proses pembelajaran maka perpustakaan dapat digolongkan ke dalam kategori yang pertama. Yakni perpustakaan sengaja dirancang untuk membantu memudahkan proses pembelajaran. Selain itu, perpustakaan sekolah juga bertujuan menyerap, menghimpun informasi, mewujudkan suatu wadah pengetahuan yang terorganisasi, menumbuhkan kemampuan menikmati pengalaman imajinatif, membantu mengembangkan kecakapan bahasa dan daya pikir, mendidik murid agar dapat menggunakan dan memelihara bahan pustaka secara efisien, serta memberikan dasar ke arah studi mandiri.










DAFTAR PUSTAKA
Wiji Suwarno, Dasar-dasar Ilmu Perpustakaan, sebuah pendekatan praktis, Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. 2007.
Darmono. Manajemen dan Tata Kerja Perpustakaan Sekolah.Jakarta: Grasindo. 2001.
Staf Pengajar SMP Stella Duce Tarakanita. MembinaPerpustakaan sekolah. Yogyakarta: Kanisius 1986
Bafadal, Ibrahim. Pengelolaan Perpustakaan Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara. 2005.


[1] Wiji Suwarno, Dasar-dasar Ilmu Perpustakaan, Sebuah Pendekatan Praktis, Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. 2007. Hal. 11
[2] Darmono, Manajemen dan Tata Kerja Perpustakaan Sekolah, (Jakarta: Grasindo, 2001), hal. 2
[3] Staf Pengajar SMP Stella Duce Tarakanita, Membina Perpustakaan Sekolah, (Yogyakarta: Kanisius, 1986), hal. 54
[4] Ibid., hal. 19-20
[5] Ibid., hal 61-62
[6] Ibrahim Bafadal, Pengelolaan Perpustakaan Sekolah, (Jakarta: Bumi Aksara, 2005) hal. 16-24
[7]Staf Pengajar SMP Stella Duce Tarakanita, Membina Perpustakaan Sekolah, hal. 118

Jumat, 22 Mei 2015

Jenis-jenis Sumber Maklumat

Jenis-jenis Sumber Maklumat

1.5.1         Definisi Sumber

Satu set bahan atau sistem yang diwujudkan dengan bertujuan untuk membantu proses pembelajaran seseorang pelajar. Sumber terbahagi kepada 3 jenis:


 a.  Sumber primer- hasil kerja asal sama ada diterbitkan atau tidak dan memberikan pengetahuan
baru atau meningkatkan kemajuan ke atas pengetahuan sedia ada terhadap sesuatu perkara. Asas
sumber sekunder atau tertier.  Contohnya  tesis, jurnal dan prosiding.

Ciri-cirinya-  Merupakan penemuan baru atau ilmu pengetahuan baru. Melapurkan penyelidikan
yang asli.  Memberi ulasan baru atau interpretasi yang berbeza kepada ilmu pengetahuan yang
baru.  Biasanya sumber primer ini sukar dicapai kerana tidak disusun atau disenarai dengan
sempurna atau berada di merata tempat.  Sumber-sumber ini ada yang diterbitkan dan ada yang
tidak diterbitkan.

Contoh sumber primer yang diterbitkan-  Terbitan berkala / terbitan bersiri, Jurnal, Lapuran
penyelidikan,  Penerbitan kerajaan / penerbitan rasmi,   Paten,  Piawaian, Disertasi / tesis (jika
diterbitkan sebagai artikel atau buku), Prosiding, konferens.

Sumber-sumber yang tidak diterbitkan termasuklah-    Kertas kerja,  Fail syarikat, Fail peribadi,
Surat menyurat,  Diari, memo,  Buku nota / makmal, Temuramah,  Rakaman audio,  Lukisan,
Pemerhatian,  Lapuran penyelidikan / teknikal yang terhad edarannya,  Latihan ilmiah / tesis /
disertasi.
(Nota: Oleh sebab sumber primer ini merupakan maklumat asal, gunakan kebijaksanaan sendiri sama ada ingin memasukkannya ke dalam
senarai bacaan atau rujukan dan sumber primer biasanya sukar diperolehi kerana ianya sukar dikesan)


b.      Sumber sekunder
Sumber sekunder bermaksud sumber yang memberikan akses kepada sumber primer melalui
perkhidmatan abstrak dan indeks. Rujukan adalah dalam format bibliografi yang diterbitkan
dan contohnya adalah nota kaki dan glosari.Ciri-ciri Sumber Sekunder-   Ia bukanlah
maklumat atau ilmu pengetahuan baru. Ia menyusun sumber primer dengan lebih sistematik
supaya senang diakses. Ia lebih merupakan penilaian, komen, ringkasan atau pemeriksaan ke
atas karya atau penyelidikan seseorang mengenai sesuatu perkara dan sebagainya.
Walaupun sumber sekunder begitu berguna untuk mengesan sumber lain, perlulah berhati-hati
dalam menilai sumber ini sama ada ianya berwibawa bias.

Contoh sumber-sumber sekunder- Terbitan berkala / terbitan bersiri / jurnal (yang memberi
lapuran tentang perkembangan sumber primer), Perkhidmatan indeks dan abstrak,  Ulasan
(reviews),  Buku teks / monograf,  Bahan-bahan rujukan atas rak, Ensiklopedia, Kamus / glosari
/ istilah,  Buku panduan (handbook), Jadual, Formula, Pangkalan data.

*Sumber sekunder boleh wujud dalam format bercetak atau tidak bercetak.


c.      Sumber Tertier- sebagai sumber umum.  Ia merupakan maklumat yang telah diterima
umum dari sumber-sumber primer.  Sumber tertier boleh didapati dalam bentuk buku teks,
pangkalan data, ulasan artikel,  dan panduan praktis.  Laman web juga menyediakan
banyak sumber dari kategori ini.

Ciri-ciri Sumber Tertier.
Sumber tertier dapat membantu mengesan sumber primer dan sumber sekunder.

Contoh-contoh dokumen sumber tertier - Buku tahunan, Bibliografi kepada bibliografi, Panduan
kepada penerbitan (Guides to the literatures),  Panduan kepada perpustakaan, Panduan kepada sumber
maklumat, Panduan kepada organisasi.
simberhttp://student20std.blogspot.com/2012/06/jenis-jenis-sumber-maklumat.html

PONPES SHIDIQIIN WARA` PURWOJATI

Sholawat_Badar-Puput_Novel-TOPGAN

Blogger templates

href="http://www.yayasangurungajiindonesia.com" ' rel='canonical'/>>

Adsendiri

Pasang Iklan Disini

adsend

Pasang Iklan Disini

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls