RARAS WURI MISWANDARU`S BLOG
Walau Aku dibenci karena kegiatan dakwah dan pendidikan yang Kujalankan, Insya allah akan tetap berjalan.
PENDIDIKAN DINIYAH NON FORMAL
Pendidikan Diniyah Non Formal (SHIDIQIIN WARA`) pertama didirikan oleh Kyai Muhammad Syechan Tahun 1975 diteruskan oleh Suharto AMd dan dilanjutkan Oleh Raras Wuri Miswandaru, SPdI.
PENDIDIKAN DINIYAH FORMAL
Pendidikan Diniyah Formal Merupakan Pelopor pertama dan Satu-satunya di Indonesia yang dilaksanakan di Emper Masjid belum punya gedung sendiri.
Tampilkan postingan dengan label Media-Pembelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Media-Pembelajaran. Tampilkan semua postingan
Senin, 15 Juni 2015
Manfaat Teknologi Pendidikan
Apa yang saat ini kita rasakan sangatlah jauh berbeda dengan apa yang kita rasakan 10 tahun kebelakang, teknologi yang semakin canggih ini bisa kita nikmati di berbagai bidang. Saat ini teknologi sudah masuk dalam bidang pendidikan. Di zaman yang serba canggih ini para pelajar dituntut dapat menguasai komputer dan internet. Namun, sangat disayangkan beberapa dari pelajar yang mulai mengerti dunia komputer dan internet memanfaatkan teknologi tersebut untuk bermain berbagai jejaring social seperti facebook dan twitter.
Kehadiran teknologi yang terus berkembang saar ini terutama pada komputer dan internet sudah lama dimanfaatkan oleh negara-negara maju. Misalnya, di negara seperti Amerika, Inggris, dan Jepang, teknologi sudah digunakan di dalam kegiatan pembelajaran di sekolah-sekolah dengan memanfaatkan komputer yang didukung oleh akses internet. Di dukungnya dengan teknologi komputer dan internet, para siswa atau mahasiswa ini bukan hanya dapat belajar di dalam kelas saja. Akan tetapi mereka dapat belajar dimana pun karena hampir semua materi pelajaran dapat diperoleh melalui CD atau langsung diakses melalui Internet.
Banyak sekali manfaat teknologi bagi pendidikan, diantaranya :
1. Teknologi pendidikan dijadikan alat untuk
mendukung pengembangan pengetahuan para siswa.
2. Dapat mewakili gagasan pelajar dalam hal pemahaman dan kepercayaan
3. Teknologi pendidikan merupakan sarana informasi yang mendukung proses belajar siswa dalam hal pencarian informasi yang diperlukan siswa.
4. Sebagai perbandingan perspektif, kepercayaan dan pandangan terhadap dunia.
5. Bermanfaat sebagai media sosial dalam mendukung pelajaran siswa dengan berbicara.
6. Untuk berkolaborasi dengan orang lain.
7. Untuk mendiskusikan, menyampaikan pendapat dan membangun konsensus antara anggota social.
8. Teknologi pendidikan sebagai mitra intelektual untuk mendukung para pelajar
9. Untuk membantu pelajar mengartikulasikan dan memprentasikan apa yang mereka ketahui tentang sesuatu.
10. Teknologi pendidikan dapat meningkatkan mutu pendidikan atau sekolah.
11. Tekonologi pendidikan dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses belajar mengajar.
12. Teknologi pendidikan dapat mempermudah pelajar dalam mencapai tujuan pendidikan.
sumberhttp://seputarpendidikan003.blogspot.com/2013/06/manfaat-teknologi-pendidikan.html
Senin, 17 Februari 2014
Makalah Media Pembelajaran PAI Media Proyeksi
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sistem overhead projector menunjukkan kemajuan yang pesat sekali dalam masa dasawarsa terakhir, sehingga perangkat audiovisual ini banyak dipakai di mana-mana. Overhead transparan yang merupakan media proyeksi yang memerlukan bahan transparan untuk diproyeksikan, dan memerlukan perangkat untuk memproyeksikan media pengajaran transparan, yang disebut juga overhead projector. Tiap media memiliki kelebihan dan keterbatasannya sendiri, demikian pula halnya dengan media transparan ini. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih media pengajaran yang tepat adalah dengan mengkaji kelebihan dan keterbatasan suatu media. Oleh karenanya penulis akan membahasan permasalahan ini dengan jugul “media proyeksi”
B. Rumusan masalah
Pada makalah ini penulis merumuskan masalah pada hal-hal sebagai berikut:
1. Pengertian Overhead Projector
2. Karakteristik media OHP
3. Cara menggunakan OHP
4. Daerah dan tempat duduk OHP
5. Teknik pembuatan OHT
C. Tujuan
Pembuatan makalah ini bertujuan:
1. Untuk mengetahui Pengertian Overhead Projector
2. Untuk mengetahui Karakteristik media OHP
3. Untuk mengetahui Cara menggunakan OHP
4. Untuk mengetahui Daerah dan tempat duduk OHP
5. Untuk mengetahui Teknik pembuatan OHT
BAB II
PEMBAHASAN
MEDIA PROYEKSI
A. Pengertian Overhead Projektor
Proyektor Overhead merupakan jenis perangkat keras yang sangat sederhana, terdiri atas sebuah kotak dengan bagian atasnya sebagai landasan yang luas untuk meletakkan materi pengajaran. Cahaya yang amat terang dari lampu proyektor amat kuat menyorot dari dalam kotak kemudian dibiaskan oleh sebuah lensa khusus, yaitu lensa fresnel, melewati sebuah tranparan ukuran 20 x 25 cm yang ditempatkan diatas landasan tersebut. Sebuah sistem pemantul cahaya dari cerrnin dan lensa, yang ditempatkan di atas kotak landasan, menghasilkan berkas cahaya berbelok 90° melewati bahu pengajar.
Dengan lampunya yang amat terang dan sistem optiknya yang efisien, menghasilkan banyak sekali cahaya pada layar sehingga memungkinkan overhead bisa dipergunakan di ruangan biasa tanpa penggelapan. Penggunaan proyektornya ditempatkan di depan kelas sehingga pengajar bisa bertatap muka langsung dengan siswa. Berbagai materi pengajaran bisa diproyeksikan, termasuk potangan karton, objek kecil dan berbagai jenis transparan.
Materi pengajaran dapat dimanipulasi oleh pengajar, rincian penting materi dapat ditunjuk, diperjelas rnemakai warna, dibubuhkan catatan, diagram, sket dengan mempergunakan spidol, meliputi bagian pesan dan penambahan informasi secara bertahap sementara ceramah berlangsung. Penggambaran yang kompleks dapat dipertunjukkan melalui rangkaian teknik turnpang tindih atau overlay.
B. Karakteristik media OHP
Overhead transparan termasuk media proyeksi yang memerlukan bahan transparan untuk diproyeksikan, dan memerlukan perangkat untuk memproyeksikan media pengajaran transparan, yang disebut overhead projector. Tiap media memiliki kelebihan dan keterbatasannya sendiri, demikian pula halnya dengan media transparan ini. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih media pengajaran yang tepat adalah dengan mengkaji kelebihan dan keterbatasan suatu media.
Beberapa keterbatasan media OHP antara lain sebagai berikut:
1) Media ini memerlukan perangkat keras (hard ware) yang khusus untuk memproyeksikan pesan yang ada pada transparan. Alat itu adalah OHP (Overhead Projection)
2) Mernerlukan persiapan yang matang dan terencana, terutama bila dipergunakan teknik-teknik penyajian yang kompleks
3) Dalam penggunaannya diperlukan keterampilan khusus
4) Menuntut penataan ruang yang baik
5) Menuntut perhatian untuk menghilangkan distorsi proyeksi
6) Menuntut Cara kerja yang sisternatis dan terarah
7) Membutuhkan keterampilan menuliskan pesan yang baik pada transparan sehingga mudah dicerna oleh siswa (penerima pesan).
Walaupun ada keterbatasan, media ini juga mempunyai kelebihan yang mungkin tidak dimiliki oleh jenis media lain, yakni:
1) Praktis, karena, dapat dipergunakan untuk semua ukuran kelas atau ruang.
2) Memberi kemungkinan tatap, muka dan mengamati respons dari penerima pesan (siswa).
3) Memberi kemungkinan pada penerima pesan (siswa) untuk mencatat.
4) Mempunyai variasi teknik penyajian yang menarik dan tidak membosankan.
5) Memungkinkan penyajian dengan berbagai alternatif kombinasi warna.
6) Dapat dipergunakan kembali secara berulang-ulang.
7) Dapat disusun kembali berdasarkan urutan-urutan atau sekuens belajar.
8) Dapat dihentikan pada setiap sekuens belajar yang dikehendaki karena pacing control sepenuhnya di tangan komunikator (dosen, guru, penyaji bahan, dan lain-lain).
9) Tidak diperlukan operator pembantu khusus.
C. Cara menggunakan OHP
Cara menggunakan OHP, pertama-tama perlu diperhatikan situasi ruangan yang akan dipergunakan. Ini berarti harus memperhatikan situasi ruangan yang akan dipakai, antara lain adanya aliran listrik yang memadai, sesuai dengan kebutuhan alat tersebut.
Proyektor Overhead mempunyai bermacam-macam tipe. di antaranya:
- Overhead Projector Model 5088 (portable)
- Overhead Projector Model 213 (large body)
- Overhead Projector Model 213 (semi portabel)
- Overhead Projector Model 6202 (portable)
Alat ini tidak bersuara tapi membutuhkan tegangan listrik antara 110/220 volt dengan daya 480 watt/50Hz. Berat keseluruhan = 9,07 kg, dengan panjang kabel = 4,5 m.
Alat ini hampir tidak bersuara (suara kipas sangat halus) Tegangan listrik yang diperlukan 220 Volt/5011z, dengan daya yang dibutuhkan sekitar 360 Watt. Berat keseluruhan 13,9 kg; panjang kabel 5 m, dengan tempat penyimpanan secara khusus. Ukuran badan 380 x 405 x 240 mm, juga dapat ditambah dengan memasang roll attachment. Sistem penyinaran dan pendinginan tidak langsung dari lampu ke atas transparansi film. Panas ruangan dinetralisasi oleh adanya kipas angin. Penyinaran menggunakan sistem articulate head optic yang menghasilkan cahaya terang dan rata, dengan focal length 355 mm (14,2"). Terangnya cahaya sekitar 2300 lumens. Pengaturan cahaya dapat memproyeksikan transparansi film Bari 0°- 30° dengan jarak antara 1,5 m - 3,5 m. Projection stage = 267 x 267 mm dengan sistem pengaman ganda. Kipas angin sebagai alat pendinginan dilengkapi dengan thermostat otomatis; dan dilengkapi pula dengan switch pengaman lampu sewaktu penggantian lampu. Penggantian lampu mudah dilakukan serta kontak ON - OFF juga mudah dijangkau.
Alat ini tidak bersuara. Menggunakan aliran listrik sebesar 220 Volt,
360 Watt, 50 Hz, panjang kabel = 5 m dan ada tempat penyimpanan
khusus, berat = 13,3 kg, ukuran 355 x 400 x 200 mm dengan tambahan dipasang roll attachernent. Sistem pendinginan lampu tidak langsung ke alas transparansi, ruang panas dilokalisasi, pada ruangan tersebut ada kipas angin. Standard doublet optic yang menghasilkan cahaya terang dan rata. Focal length 355 mm (14,2"), terang cahaya 2300 lumens, dan rata. Ada pengatur cahaya yang dapat memproyeksikan trans aransi film 0 - 25° proyeksi amat baik antara 1,5 sampai dengan 4,5 m.
360 Watt, 50 Hz, panjang kabel = 5 m dan ada tempat penyimpanan
khusus, berat = 13,3 kg, ukuran 355 x 400 x 200 mm dengan tambahan dipasang roll attachernent. Sistem pendinginan lampu tidak langsung ke alas transparansi, ruang panas dilokalisasi, pada ruangan tersebut ada kipas angin. Standard doublet optic yang menghasilkan cahaya terang dan rata. Focal length 355 mm (14,2"), terang cahaya 2300 lumens, dan rata. Ada pengatur cahaya yang dapat memproyeksikan trans aransi film 0 - 25° proyeksi amat baik antara 1,5 sampai dengan 4,5 m.
Alat ini membutuhkan tegangan listrik.-220 Volt, daya 200 watt, dengan berat 10,4 kg. Panjang kabel = 3,05 m. Sistern pendinginan tidak diperlukan sebab lampu langsung berhubungan dengan udara luar dan pernakaian daya kecil. Triplet optical projection head = 317 ram, projection stage 255 x 285 mm, terang 2100 lumens. Berbagai macam overhead ini harus diproyeksikan setelah sinar menyala dari overhead projector. Sinar dari overhead projector akan diterima oleh layar atau yang disebut layar portable matte white; dan akan tampak jelas bahà n-bahan yang ditulis dalam transparansi.
D. Daerah tempat duduk (OHP)
Daerah tempat duduk untuk kedua jenis ruangan, baik untuk ruangan luas a maupun untuk ruangan sempit b, jarak tempat duduk terdekat adalah sama yaitu 3 meter. Demikian juga jarak tempat duduk terjauh untuk kedua jenis ruangan itu lama, yaitu 10 meter.
Layar portable matte white mempunyai bahan yang memiliki ciri di antaranya:
- Sudut tajam 140°
- Tidak akan rusak atau cacat permukaan layarnya walaupun sering digulung
- Daya terang yang dipergunakan lama, baik dari jarak dekat maupun dari jarak jauh
- Bisa dibersihkan dengan mudah
- Dilengkapi dengan
· Keystone Elinzinator, alat untuk membuat basil gambar lebih rata dan proporsional
· Pengunci kaki dari magnet, mernbuat seluruh layar tak mudah lepas atau terbuka
, ,
- Tripod dari baja anti karat
· Ukuran layar :150 cm x 150 cm (60" x 60")
· Ukuran jika dilipat :175 x 15 cm
· Berat tipe lainnya = ukuran layar 175 x 175 cm (70" x 70"), ukuran jika dilipat :100 cm x 30 cm. berat: 13,5 kg.
Merancang media OHP
Langkah-langkah disain media OHP dalam proses belajar-mengajar:
- Telaah TIK pokok bahasan yang akan diajarkan
- Telaah materi pelajaran untuk menentukan jenis media yang diperlukan
- Telaah keadaan siswa untuk mempertimbangkan kesulitan pelajaran, kecepatan penyerapan, tingkat perbendaharaan kata yang dipakai, penggunaan media yang paling tepat
- Buatlah media transparansi
Beberapa prinsip umum untuk disain program media, yaitu:
Kesederhanaan (simplicity)
Kekompakkan (unity)
Penonjolan (emphasis)
Keseimbangan (balance)
Kesederhanaan (Simplicity)
Untuk OHP, maka peta gambar maupun diagram harus disederhana- kan dan dibatasi pada hal-hal yang penting saja. Konsep materinya (isi pesan) harus mudah di tangkap dan dipahami. Tulisannya harus jelas dan mudah dibaca, mudah ditangkap dan mudah dipahami. Kalimat sederhana tapi bermakna.
Oleh karena huruf yang dipakai biasanya huruf yang sederhana tetapi jelas dan bukan huruf artistik tetapi dapat membingungkan.
Kekompakkan (Unity)
Kekompakkan mengandung makna yang harrnonis antara bagian-bagian visual da lam kesatuan fungsinya secara keseluruhan. Ja linan hubungan bagian. dapat dinyatakan dalam bentuk tanda-tanda penunjuk seperti panah, dan tanda-tanda visual seperi garis, bentuk, warna, dan ruangan,
Penonjolan (Emphasis)
Kadang-kadang diperlukan penonjolan tertentu sehingga menjadi pusat perhatian. Ini dapat dilakukan dengan berbagai cara misalnya dengan memperbesar, memperjelas, mewarnai, menghilangkan informasi pada unsur atau bagian lain. Dalam teknik penyajian hal ini juga dapat dilakukan dengan Cara menutup bagian yang lain, meletakkan pointer dan sebagainya.
Keseimbangan (Balance)
Ada dua bentuk keseirnbangan, yaitu keseimbangan formal dan keseimbangan informal.
Suatu disain dikatakan mempunyai keseimbangan formal bila dapat dibayangkan adanya garis as yang rnembagi bentuk visual secara simetris. Keseimbangan formal memberi kesan statis dan resmi. Karena untuk menata huruf pada caption atau titling.
E. Teknik pernbuotan OHT (Overhead Transparency)
Ada dua teknik pembuatan OHT yaitu secara langsung, dan tidak lansung. Cara langsung adalah dengan mengerjakan langsung pada bahan transparansi yang ada. Sedangkan proses tidak langsung adalah dengan memindahkan gambar yang sudah ada atau yang telah dipersiapkan. pada bahan lain dengan cara membuat kopinya terlebih dahulu.
Proses langsung
1) Mempergunakan feltpen khusus untuk transparansi. Ada dua macam pena transparansi ini, yang satu mudah dihapus dan larut dalam air, lainnya sukar dihapus dan bersifat lebih permanen. Perlengkapan yang diperlukan:
- Film OHT
- Pena Transparansi
- Alkohol
- Kapas
- Rotring pena
- Tinta gambar
- Penggaris
- Cutter
- Masking tape
- Mounting frame
- Kertas millimeter
2) Mempergunakan letterpress atau lettraset. Perlengkapan sama dengan yang digunakan feltpen khusus untuk transparansi, kecuali dengan menambahkan letterpress dari mecanorma dan alat penggosoknya agar huruf dapat melekat pada transparansi
Proses tidak langsung
1) Mempergunakan alat thermafox buatan 3-M. gambar visual terlebih dahulu dibuat pada kertas HVS dan difotocopy. Fotocopy ini dipindahkan ke infra red transparency melalui thermal process 3-M
2) Proses diazo, adalah proses yang menggunakan uap ammonia. Master yang akan dicopy dipindahkan ke transparansi khusus untuk diazo ini dengan cara penyinaran dengan sinar ultra violet.
Transparansi untuk OHP biasanya diberi bingkai yang berukuran 10" x 12". Sudah tentu tidak ada keharusan untuk mernberi bingkai setiap transparansi, tetapi bila berbingkai rnempunyai banyak keuntungan antara lain:
a. Tidak mudah sobek dan mudah dalam pemakaiannya.
b. Bisa menyusun beberapa transparansi sekaligus dalam satu bingkai, sehingga mempersingkat waktu dalam penyajiannya (overlay).
c. Mudah dalam penyimpanan, meskipun berhimpitan tidak akan melekat satu dengan yang lainnya.
d. Memudahkan dalam pembuatan klasifikasi dan katalog dari transparansi sendiri, yang bisa membedakan mata pelajaran, topik, sub-bahasan dan lain-lain untuk pemakaian berikutnya.
Mounting (menempelkan transparansi pada bingkai)
1) Bingkai untuk transparansi dapat dibuat sendiri dengan mudah, yaitu dengan memotong karton dupleks yang tebal dengan ukuran 10" x 12" (25 x 30 cm) dan bagian tengahnya dibuang sehingga merupakan bingkai (frame).
2) Untuk transparansi tunggal (single transparancy) yang sederhana, cara menempelkannya sangat mudah yaitu dengan tape plastic atau kertas, keempat sisinya ditempelkan di bagian bawah bingkai dengan masking tape tadi. Transparansi atau plastic bening tembus cahaya ukurannya harus lebih besar 1 cm dari pada lubang bingkai, untuk memudahkan pemasangannya.
3) Jika transparansi terdiri atas transparansi film dasar dengan lebih dari satu lemabar ganda, tempellah lembaran dasar atau pertama di abgian bawah bingkai dan lembar ganda atas bingkai, dan seterusnya. Usahakanlah agar dengan mudah dapat dibuka dan ditutup, jadi yang direkat hanya satu sisinya saja.
Masking (teknik menutup)
Menutup sebagian lembar transparansi untuk memperlihatkan langkah-langkah suatu proses, akan dapat mengarahkan perhatian murid atau hadirin ke bagian yang sedang diterangkan.
1) Teknik jendela (spot mask). Penutupnya dibuat dari karton manila yang ditempelkan pada kedua sisinya, dua bagian atau lebih. Teknik spot masking sesuai dengan teknik penyajian yang memusatkan terhadap bidang, konsep atau gagasan pokok masing-masing berbeda. Di sini para siswa dituntun oleh guru untuk memusatkan (spot) perhatian terhadap satu konsep saja yang dibicarakan secara bertahap.
2) Tutup yang bisa digeser (sliding mask). Pada teknik tutup bergeser ini bisa diperliahatkan baris demi baris sesuai dengan apa yang sedang diterangkan, sehingga perhatian murid terarah. Teknik sliding mask ini sangat sesuai dengan teknik penyajian bahan pelajaran yang disampaikan secara bertahap, mengemukakan urut-urutan pola piker, gagasan pokok atau sistematika konsep dasar. Teknik ini tidak bertujuan untuk menjelasakan rincian gagasan, konsep atau pola piker secara cermat.
,
Teknik penyajian
Teknik penyajian dengan media OHT ini berkembang dari pengalaman dan daya iminasi tiap guru. Bentuk penyjian yang lazim dipakai antara lain adalah:
ü Mempergunakan pointer, yaitu penunjuk pada transparansi untuk mengarahkan perhatian langsung pada bagian tertentu yang sedang dijelaskan. Bayangan dari pointer ini akan tampak pada layar.
ü Mempergunakan penutup, transparansi lain yang belum dipakai untuk menambah catatan-catatan selama presentasi tanpa merusakkan OHT aslinya. Penutup tersebut dapat dibersihkan kembali sehabis pakai dengan mempergunakan alkohol.
ü Mempergunakan alas penutup yang tidak ternbus cahaya untuk mengontrol perkembangan dan kecepatan presentasi. Pada penutup dapat dituliskan catatan-catatan guru. Maksud ditaruhkannya sebagai alas adalah supaya tertahan beratnya OHT dan tidak mudah jatuh.
ü Mempergunakan overlay yaitu transparansi lain yang berisi bagian dari proses yang akan dijelaskan dengan OHT secara keseluruhan. Dengan demikian proses atau konsep yang sulit diberikan secara bertahap selama memberikan persentasi.
ü Menggunakan polarizes untuk memberikan stimulasi dampak gerak dan warna dengan mempergunakan plastik khusus untuk membuat polarizer projectuals. Dapat dipakai, untuk menjelaskan cara kerja mesin bakar, peredaran darah dan sebagainya.
ü Mempergunakan benda-benda tiga dimensi untuk memproyeksikan siluetnya, atau benda-benda dari plastik berwarna seperti segitiga, alat penggambar teknik dan sebagainva
ü Menggunakan kopi dari transparansi sebagai hand-out, Dengan membagikan fotokopi dari OHT yang dipersentasikan tersebut, perhatian siswa tidak perlu terbagi dengan mendengarkan dan mencatat.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari pembahasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa: Proyektor Overhead merupakan jenis perangkat keras yang sangat sederhana, terdiri atas sebuah kotak dengan bagian atasnya sebagai landasan yang luas untuk meletakkan materi pengajaran. Tiap media memiliki kelebihan dan keterbatasannya sendiri, demikian pula halnya dengan media transparan ini. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih media pengajaran yang tepat adalah dengan mengkaji kelebihan dan keterbatasan suatu media. Cara menggunakan OHP, pertama-tama perlu diperhatikan situasi ruangan yang akan dipergunakan. Ini berarti harus memperhatikan situasi ruangan yang akan dipakai, antara lain adanya aliran listrik yang memadai, sesuai dengan kebutuhan alat tersebut. Daerah tempat duduk untuk kedua jenis ruangan, baik untuk ruangan luas a maupun untuk ruangan sempit b, jarak tempat duduk terdekat adalah sama yaitu 3 meter. Demikian juga jarak tempat duduk terjauh untuk kedua jenis ruangan itu lama, yaitu 10 meter.
B. Saran
Pada pembuatan makalah ini penulis menyadari bahwa masih adanya kesalahan dan kekurangan. Oleh karenanya penulis mohon kritik dan saran guna perbaikan penulisan pada pembuatan makalah selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
Dr. Nana Sudjana. 1993. Media Pengajaran. LSIK. Jakarta.
Drs. Ahmad Rifa’i. 1997. Media Pengajaran. CV. Sinar Baru. Bandung'
http://solikhaton.blogspot.com/2013/08/makalah-media-pembelajaran-pai-media.html
Sabtu, 15 Februari 2014
Makalah Media Pembelajaran Melalui Audio Visual
BAB I
PENDAHULUAN
- 1. Latar Belakang
Sebuah proses perubahan perilaku secara aktif untuk mereaksi terhadap situasi yang berada di sekitar serta di arahkan pada sebuah tujuan itulah yang dinamakan belajar. Dalam sebuah pembelajaran perlu adanya sebuah inovasi untuk membangun motivasi belajar siswa, yaitu dengan menggunakan metode belajar yang menarik. Misalnya dengan cara menggunakan fasilitas sekolah, pembelajaran di luar ruangan, atau menggunakan media lain yang sekiranya mendukung pada proses pembelajaran tersebut.
- 2. Rumusan Masalah
Bagaimana kita mengetahui metode pembelajaran yang menarik dengan menggunakan media “Film Pendek” itu, dengan mengetahui:
a) Apa definisi dari film pendek itu?
b) Bagaimana tahap-tahap pembuatan film pendek tersebut?
c) Bagaimana agar film pendek tersebut dapat diterapkan sebagai media pembelajaran?
- 3. Tujuan
Tujuan dari penyusunan makalah ini yaitu agar siswa dalam belajar akan merasa senang dan lebih cepat mengerti tentang materi terkait sesuai yang diharapkan guru. Dengan metode yang inovatif seperti ini, siswa akan lebih merasa tertarik dan diarahkan untuk dapat memahami tentang:
a) Definisi film pendek.
b) Tahap-tahap pembuatan film pendek tersebut.
c) Penerapannya sebagai media pembelajaran.
1
BAB II
PEMBAHASAN
- 1. Definisi Film Pendek
Film dalah sebuah karya cipta seni dan budaya yang merupakan media komunikasi audio visual yang dibuat berdasarkan sinematogafi dengan direkam pada pita seluloid, pita video, atau bahan hasil penemuan tekhnologi lainnyadlam segala bentuk dan ukuran melalui kimiawi, proses elektronik dan proses lainnya. Dengan atau tanpa suara, yang dapat dipertunjukan dan ditayangkan pada sistem proyeksi mekanik, elektronik dan yang lainnya.
Film pendek ialah film fiksi termasuk sebuah karya animasi yang memiliki durasi tayang tidak lebih dari 60 menit. Ada pula film dokumenter pendek adalah film non fiksi dengan muatan utama dokumentasi, informasi dan pengetahuan yang memiliki durasi tayang tidak lebih dari 60 menit.
- 2. Tahap pembuatan film pendek
Tahap pembuatan secara garis besar dibagi 3 yaitu:
a) Tahap pra produksi
Pada tahapan ini terdapat hal-hal yang diperlukan untuk sebuah proses pembuatan film pendek antara lain:
- Ide cerita
Ide cerita ini adalah gagasan utama yang nantinya akan dijadikan sebuah scenario.
- Skenario
skenario adalah sebuah naskah yang nantinya akan di pentaskan ataupun di gambarkan pemain pada sebuah pertunjukan. Ada dua tugas utama penulis skenario yaitu menentukan plot yang menarik dan menciptakan karakter yang unik.
- Breakdown Skenario
Memuat seluruh informasi detail yang dibutuhkan tiap scene.(harus ada)
- Rencana Biaya
2
Biaya adalah hal yang sangat vital untuk kelangsungan proses produksi sebuah pembuatan film pendek ini.
- Mencari Tim Produksi
Secara garis besar beberapa posisi yang dibutuhkan adalah Produser (promotor yang pertama kali), penulis skenario, sutradara, cameramen, pemain, tim property dan editor.
- Jadwal Produksi
Jadwal produksi dibuat setelah ada breakdown skenario, jadwal yang tersusun baik akan memperlancar dan menghemat seluruh tenaga serta biaya produksi.
- Cek kesiapan kru, alat, pemain dan property.
b) Tahap Produksi
Realisasi dari skenario yang telah dibedah pada tahap pra produksi, hambatan yang bias muncul adalah kejadian tak terduga seperti perubahan cuaca, perubahan lingkungan (suasana) yang kesemuanya itu harus dapat dipertahankan untuk membentuk sebuah cerita yang continuity (berkesinambungan/tidak putus-putus). Sehingga persiapan pada pra produksi harus benar-benar matang karena tahap produksi pada hakekatnya merealisasikan rencana yang telah disusun pada tahap sebelumnya.
c) Tahap Pasca Prouksi
Pada tahap ini terdapat hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Capturing
Merekam / memindah dari hasil syuting pada pita kaset / media kamera lain ke dalam hardisk computer untuk di editing.
- Editing
Mengurutkan video audio yang telah direkam selama proses produksi berdasarkan dengan skenario.
- Distribusi
Akan di sebar kemana film tersebut? Biasanya hal yang menjadi masalah ialah setelah film ini telah jadi.namun ada beberapa solusi untuk permasalahan tersebut seperti mengikuti lomba festival pemutaran film, media pembelajaran, iklan masyarakat, dls.
3
- 3. Penerapannya sebagai media pembelajaran
Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik serta sumber ajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, dengan kata lain pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik.
Kegiatan pembelajaran melibatkan beberapa komponen antara lain: siswa, guru, tujuan, isi pelajaran, metode, media dan evaluasi. Berkaitan dengan media pembelajaran yang telah menjadi salah satu komponen penting pada sebuah pembelajaran, maka dari itu dengan media pembelajaran melalui “Film Pendek” diharapkan seorang guru mampu mengembangkan model pembelajaran yang tidak monoton dan inovatif pada siswa. Disisi lain siswa akan lebih tertarik dengan model pembelajaran yang tidak terpaku pada teori saja, melainkan praktek. Dengan begitu sisi afektif siswa akan lebih berkembang karena siswa akan berperan aktif pada pembelajaran tersebut. Misalnya ada siswa yang menjadi sutradara, pemain, cameramen, tim produksi dan lain sebagainya sehingga siswa tersebut akan memiliki ilmu lebih serta wawasan yang lebih pula di bidang perfilman.
4
BAB III
BAB III
PENUTUP
- 1. Kesimpulan
Film pendek ialah film fiksi termasuk sebuah karya animasi yang memiliki durasi tayang tidak lebih dari 60 menit. Ada pula film dokumenter pendek adalah film non fiksi dengan muatan utama dokumentasi, informasi dan pengetahuan yang memiliki durasi tayang tidak lebih dari 60 menit. Tahap pembuatan secara garis besar dibagi 3 yaitu: Tahap pra produksi, Tahap Produksi, Tahap Pasca Prouksi.
Kegiatan pembelajaran melibatkan beberapa komponen antara lain: siswa, guru, tujuan, isi pelajaran, metode, media dan evaluasi. Berkaitan dengan media pembelajaran yang telah menjadi salah satu komponen penting pada sebuah pembelajaran, maka dari itu dengan media pembelajaran melalui “Film Pendek” diharapkan seorang guru mampu mengembangkan model pembelajaran yang tidak monoton dan inovatif pada siswa. Disisi lain siswa akan lebih tertarik dengan model pembelajaran yang tidak terpaku pada teori saja, melainkan praktek. Dengan begitu sisi afektif siswa akan lebih berkembang karena siswa akan berperan aktif pada pembelajaran tersebut. Misalnya ada siswa yang menjadi sutradara, pemain, cameramen, tim produksi dan lain sebagainya sehingga siswa tersebut akan memiliki ilmu lebih serta wawasan yang lebih pula di bidang perfilman.
- 2. Saran
Seperti pepatah mengatakan bahwa “Tak ada gading yang tak retak”, itulah gambaran makalah yang saya susun ini yang jauh dari kesempurnaan. Maka dari itu, dalam penyusunan makalah ini penulis menyadari masih banyak kekurangan. Untuk itu saya sebagai penulis sekaligus penyusun mengharapkan agar para pembaca memberikan kritik serta saran yang bersifat membangun. Dan mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat bagi semua,amien.
5
DAFTAR PUSTAKA
PONPES SHIDIQIIN WARA` PURWOJATI
Sholawat_Badar-Puput_Novel-TOPGAN
Blogger templates
href="http://www.yayasangurungajiindonesia.com" ' rel='canonical'/>>






6/15/2015 11:03:00 AM
simbah wuri


