Kamis, 06 Februari 2014

Contoh Judul Dan Sistematika Skripsi Kebidanan

DIHALAMAN PALING BAWAH TERDAPAT CONTOH PENULISAN SISTEMATIKA SKRIPSI DENGAN JUDUL DIBAWAH INI.

A. (khusus judul ini harganya 200rb-karena judul terbaru) : HUBUNGAN PERSEPSI IBU HAMIL TERHADAP KEPATUHAN PENGGUNA TABLET Fe(FERROUS) (S-1) - penelitian analitik cross sectional KURIKULUM 2010-2012 (untuk melihat penulisannya silahkan klikDisini)

B.    HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA DENGAN PERAWATAN PADA LANSIA YANG MENGALAMI DEPRESI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PLAKPAK PAMEKASAN (D-III) KURIKULUM 2010-2012 (untuk melihat penulisannya silahkan klik Disini)


1. STUDI FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KETIDAKPATUHAN DIET PADA LANSIA PENDERITA DIABETES MELLITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAKONG KABUPATEN PAMEKASAN (D-3)

2. TINGKAT PENGETAHUAN IBU PRIMIPARA TENTANG PERAWATAN PAYUDARA DI RUANG BERSALIN RSUD PAMEKASAN (D-3)

3. STUDI TINGKAT PEMENUHAN KEBUTUHAN ISTIRAHAT TIDUR PADA LANSIA PANTI WERDHA MOJOPAHIT MOJOKERTO (D-3)

4. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT DALAM (MEMASANG DAN MERAWAT INFUS) TERHADAP KEJADIAN PLEBILIS DI RUANG MAWAR BAPELKES RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. WAHIDIN S. H.(D-3)

5. (khusus ini harganya 200rb)HUBUNGAN TINGKAT NYERI DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN POST OPERASI DIRUANG IRNA A RSUD SYARIFAH AMBANI RATO EBU BANGKALAN.(S-1)

6. HUBUNGAN ANTARA JENJANG PENDIDIKAN DAN TINGKAT KECEMASAN KELUARGA YANG SALAH SATU ANAKNYA MENGALAMI AUTISME. (S-1)

7. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI DENGAN POLA LAKTASI PADA BAYI BARU LAHIR SAMPAI UMUR 4 BULAN DI PERUMAHAN TNI-AL KENJERAN SURABAYA.(S-1)

8. PENGARUH KONSELING KELUARGA TERHADAP PERBAIKAN PERAN KELUARGA DALAM PENGELOLAAN PASIEN DIABTES MELLITUS DI WILAYAH PUSKESMAS BANYU URIP SURABAYA.(S-1)

9. STUDI TENTANG GANGGUAN KONSEP DIRI PADA KLIEN GANGREN DIABETIK DI RSUD. DR. SOETOMO SURABAYA.(S-1)

10. PENGARUH KEPUASAN PASIEN ATAS ASUHAN KEPERAWATAN TERHADAP KESETIAAN PASIEN RAWAT INAP DI RUANG PENYAKIT DALAM DAN RUANG BEDAH KECELAKAAN RSUD BLAMBANGAN BANYUWANGI.(S-1)

11. ANALISA HUBUNGAN KOMUNIKASI VERBAL DAN NON VERBAL PERAWAT TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI RUANG PERAWATAN BEDAH RSUD PROF. DR. W. Z. JOHANNES KUPANG – NTT.(S-1)

12. HUBUNGAN PEMBERIAN INTERVENSI KEPERAWATAN DAN TINGKAT KECEMASAN PADA KLIEN ANGINA PEKTORIS.(S-1)

13. STUDI TENTANG GANGGUAN BODI IMAGE PADA KLIEN FRAKTUR FEMUR DENGAN PEMAKAIAN SKELETAL TRAKSI DI RUANG BEDAH RSUD DR SOETOMO SURABAYA.(S-1)

14. EFEKTIFITAS PERAN KELOMPOK PENDUKUNG DALAM PELAKSANAAN TERAPI AKTIFITAS KELOMPOK TERHADAP PENINGKATAN KONSEP DIRI PADA KLIEN MENOPAUSE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GAYAMAN, DS. KENANTEN, KEC. PURI, KAB. MOJOKERTO. (S-1)

15. STUDI TENTANG GANGGUAN HARGA DIRI PADA KLIEN GAGAL GINJAL KRONIS YANG DIRAWAT DI RUANG RAWAT INAP PENYAKIT DALAM RSUD DR. SOETOMO SURABAYA. (S-1)

16. PERAN SERTA KADER POSYANDU DALAM UPAYA PENINGKATAN STATUS GIZI BALITA MELALUI PENYULUHAN KESEHATAN DI POSYANDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN NGAWEN, KABUPATEN BLORA, JAWA TENGAH. (S-1)

17. HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA. (S-1)

18. FAKTOR-FAKTOR INTERNAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESULITAN BELAJAR MAHASISWA DI AKADEMI KEPERAWATAN DR. SOEDONO MADIUN. (S-1)

19. HUBUNGAN MOTIVASI MENJADI PERAWAT DENGAN PRESTASI BELAJAR MATA KULIAH KEBUTUHAN DASAR MANUSIA DAN PROSES KEPERAWATAN ( MA.105 ) PADA MAHASISWA TINGKAT I AKPER DEPKES BIMA. (S-1)

20. HUBUNGAN PENGETAHUAN DOKTER TENTANG ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN SIKAP DOKTER TERHADAP PROFESI KEPERAWATAN DI RSUD GAMBIRAN KEDIRI. (S-1)

21. ANALISA HUBUNGAN BEBAN KERJA DAN KONDISI KERJA TERHADAP STRES PERAWAT ICU RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. SOETOMO SURABAYA. (S-1)

22. ANALISA HUBUNGAN KARAKTERISTIK PERAWAT DAN TINGKAT KEPATUHAN PERAWAT DALAM PELAKSANAAN PROTAP PEMASANGAN INFUS (STUDI DI INSTALASI RAWAT DARURAT TRIAGE RSUP SANGLAH DENPASAR) . (S-1)

23. HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN SPIRITUAL KLIEN DENGAN KRISIS PENYAKIT/PENDERITAAN/KEMATIAN (PENELITIAN CROSS SECTIONAL DI RUANG BEDAH DAN INTERNA RSUD. PROF. DR. W. Z. JOHANNES KUPANG) . (S-1)

24. ANALISA PERBANDINGAN PELAKSANAAN PERAN PERAWAT SECARA INDEPENDEN DAN DEPENDEN PADA KASUS GASTROENTERITIS (PENELITIAN DESKRIPTIF ANALITIK DI RUANG ANAK RS. ISLAM SURABAYA) . (S-1)

25. HUBUNGAN PERAWATAN BATUK DARAH DENGAN TINGKAT KECEMASAN KLIEN TB PARU (PENELITIAN STUDI KORELASI DI IRNA PARU RSUD ULIN BANJARMASIN) . (S-1)

26. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN TERHADAP PENCEGAHAN PENYAKIT DHF DI MASYARAKAT (PENELITIAN CROSS SECTIONAL DI PERUMAHAN LOKOJOYO KECAMATAN LIMPUNG KABUPATEN BATANG JAWA TENGAH) . (S-1)

27. STUDI PERBANDINGAN PERSEPSI PASIEN JPS DAN NON JPS TERHADAP PELAYANAN KEPERAWATAN DI RUANG BEDAH B DAN D RSUD DR. SOETOMO SURABAYA. (S-1)

28. FAKTOR–FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN KLIEN DENGAN HEMOPTISIS (PENELITIAN CROSS SECTIONAL DI RUANG PARU-PARU RSUD DR. SOETOMO SURABAYA) . (S-1)

29. HUBUNGAN KOMUNIKASI PERAWAT DAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN YANG DILAKUKAN PEMBEDAHAN ( STUDI ANALITIK CROSS SECTIONAL DI RUANG BEDAH KELAS II RSU RATU ZALECHA MARTAPURA KALSEL) . (S-1)

30. STUDI TENTANG HUBUNGAN TINDAKAN KEPERAWATAN PREOPERATIF TERHADAP TINGKAT KECEMASAN KLIEN DENGAN FRAKTUR DI RUANG BEDAH B RSUD DR. SOETOMO SURABAYA. (S-1)

31. HUBUNGAN KOMUNIKASI PERAWAT TERHADAP TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PADA PASIEN YANG DIRAWAT DI UNIT PERAWATAN KRITIS RUMKITAL DR. RAMELAN SURABAYA. (S-1)

32. HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP PERAWAT DAN PENDOKUMENTASIAN KEPERAWATAN DI RUANGAN PENYAKIT DALAM RUMKITAL DR. RAMELAN (PENELITIAN CROSS SECTIONAL DI RUMAH SAKIT ANGKATAN LAUT DR. RAMELAN) . (S-1)

33. HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT DAN PERAN PERAWAT SEBAGAI PELAKSANA DALAM PENANGANAN PASIEN GAWAT DARURAT DENGAN GANGGUAN SISTEM KARDIOVASKULER (PENELITIAN CROSS SECTIONAL DI IRD LANTAI 1 RSUD DR. SOETOMO SURABAYA) . (S-1)

34. HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DAN KINERJA PERAWAT DI INSTALASI RAWAT INAP MEDICAL BEDAH RSUD DOKTER SOEBANDI JEMBER. (S-1)

35. HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT DALAM INTERVENSI KEPERAWATAN PADA BAYI RESIKO TINGGI HIPOTERMI (STUDI DESKRIPTIF ANALITIK DI RUANG NEONATOLOGI RSUD DR. SOETOMO SURABAYA) . (S-1)

36. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MOTIVASI PERAWAT UNTUK MELANJUTKAN PENDIDIKAN PADA JENJANG PENDIDIKAN TINGGI KEPERAWATAN (PENELITIAN CROSS SECTIONAL DI RSUD ULIN BANJARMASIN) . (S-1)

37. HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT TERHADAP PERAN PERAWAT DALAM PELAKSANAAN ORAL HYGIENE PADA PASIEN STROKE (PENELITIAN CROSS SECTIONAL DI RSUD DR. SOEROTO NGAWI) . (S-1)

38. STUDI TENTANG FAKTOR- FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERAN KOMITE KEPERAWATAN DALAM JAMINAN KUALITAS ASUHAN KEPERAWATAN DI RSUD SIDOARJO. (S-1)

39. PENGARUH PERAWATAN LUKA BERSIH MENGGUNAKAN SODIUM KLORIDA 0,9 % DAN POVIDINE IODINE 10 % TERHADAP PERCEPATAN PENYEMBUHAN LUKA PADA KLIEN PASCA SECSIO CAESAR (PENELITIAN QUASY- EKSPERIMENTAL (POST-TEST CONTROL GROUP DESIGN) DI RUANG BERSALIN RSUD DR. SOEBANDI JEMBER) . (S-1)

40. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG PENYAKIT DALAM RSUD.A.WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA. (S-1)

41. HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN PERAWAT DAN PELAKSANAAN PERAWATAN LUKA EPISIOTOMI PADA PERSALINAN NORMAL (PENELITIAN CROSS SECTIONAL DI RUANG OBSTETRI RSUD RATU ZALECHA MARTAPURA) . (S-1)

42. PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA RUANGAN TERHADAP KINERJA PERAWAT DI RSUD DR. SOETOMO SURABAYA. (S-1)


DIBAWAH INI TERDAPAT CONTOH PENULISAN SISTEMATIKA SKRIPSI DENGAN JUDUL DIATAS.

SKRIPSI S-1 AKPER
HUBUNGAN TINGKAT NYERI DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN POST OPERASI DIRUANG IRNA A RSUD SYARIFAH AMBANI RATO EBU



Contoh Sistematika Penulisan Skripsi Kebidanan
Abstrak

Suatu proses pembedahan setelah operasi atau post operasi akan menimbulkan respon nyeri dan cemas. Mengatasi masalah nyeri dan kecemasan pada pasien post operasi merupakan intervensi keperawatan yang independen yang memerlukan keterampilan perawat. Dalam memberikan intervensi keperawatan, perawat memfokuskan pada penurunan nyeri dan kecemasan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan tingkat nyeri dengan tingkat kecemasan pada pasien post operasi.

Desain penelitian yang digunakan adalah Analitik dengan populasi berjumlah 583 orang dan responden dalam penelitian ini adalah 45 orang yang dipilih dengan cara non probality sampling dengan tehnik concecutive sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah tingkat nyeri dan tingkat kecemasan Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan hasilnya dianalisa menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Setelah dilakukan pengumpulan dan tabulasi, data disajikan dalam bentuk tabel dan diagram.

Dari hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar (42,2%) atau sebanyak 19 responden mengalami nyeri sedang dan lebih dari setengahnya yaitu 26 responden atau 57,8% responden mengalami kecemasan sedang. Berdasarkan uji korelasi Spearman Rank didapatkan ρ = 0,000, α = 5% sehingga ρ ≤ 0,05 dengan r = 0,722 dengan demikian terdapat korelasi positif. Berarti Ho ditolak.

Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat nyeri dengan tingkat kecemasan pada pasien post operasi.


pembayaran melalui transfer antar BANK, pengriman via email.

Caranya berkas akan kirim duluan via email anda tetapi berpassword, setelah anda melakukan pembanyaran, maka password akan dikirim via sms ke no.hp anda.

Kata Kunci : Tingkat Nyeri, Tingkat Kecemasan.

DAFTAR ISI

Halaman Sampul

Halaman Sampul Dalam dan Prasarat.................................................................. i

Halaman Persetujuan.......................................................................................... ii

Halaman Pengesahan.......................................................................................... iii

Motto................................................................................................................ iv

Lembar Persembahan......................................................................................... v

Daftar Riwayat Hidup......................................................................................... vi

Abstrak.............................................................................................................. vii

Kata Pengantar.................................................................................................. viii

Halaman Daftar Isi ............................................................................................. ix

Halaman Daftar Tabel......................................................................................... xi

Halaman Daftar Gambar..................................................................................... xii

Halaman Daftar Diagram.................................................................................... xiii

Daftar Singkatan................................................................................................. xiv

Halaman Daftar Lampiran................................................................................... xv

BAB 1 PENDAHULUAN............................................................................. 1

1.1 Latar Belakang.......................................................................... 1

Nyeri adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan yang terjadi akibat dari kerusakan jaringan yang aktual dan potensial. Berkaitan dengan hal tersebut, nyeri yang dirasakan oleh individu yang mengalami post-operasi, bisa dari skala yang paling ringan hingga terberat. Kondisi ini dipengaruhi oleh bagaimana individu tersebut berespon terhadap nyeri, yang secara langsung berkaitan dengan kecemasan individu tentang nyeri yang dialaminya (Capernito,2001). Nyeri dapat timbul oleh berbagai stimuli (termasuk cemas/stress), tetapi reaksi terhadap nyeri tidak dapat diukur dengan objektif. Nyeri adalah pengalaman yang dipelajari oleh pengaruh dari situasi hidup masing-masing orang. (Long,2000).................................................

1.2 Batasan Masalah....................................................................... 4

Nyeri yang dirasakan oleh individu yang mengalami Post-operasi, bisa dari skala yang paling ringan hingga terberat. Kondisi ini dipengaruhi oleh bagaimana individu tersebut berespon terhadap nyeri, yang secara langsung berkaitan dengan kecemasan individu tentang nyeri yang dialaminya (Capernito,2001)...........................

1.3 Rumusan Masalah..................................................................... 4

1. Bagaimana tingkat nyeri pada pasien post operasi diruang Irna A RSUD Syarifah Ambani Rato Ebu Bangkalan?...


1.4 Tujuan Penelitian........................................................................ 5

1.1.1 Tujuan umum

Menganalisis hubungan tingkat kecemasan dengan tingkat nyeri pada pasien Post Operasi diruang Irna A RSUD Syarifah Ambani Rato Ebu Bangkalan.

1.1.2 Tujuan khusus

1. Mengidentifikasi tingkat…………………….


1.5 Manfaat Penelitian..................................................................... 5

1.4.1 Bagi peneliti


1.4.2 Bagi profesi keperawatan


1.4.3 Bagi pasien


1.4.4 Bagi institusi/RSUD Bangkalan



BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ................................................................... 7

2.1 Konsep Nyeri............................................................................ 7

2.1.1. Pengertian nyeri............................................................ 7

Nyeri adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat dari kerusakan jaringan yang aktual dan potensial (Brunner dan Suddarth,2002). …………………………………..

2.1.2. Fisiologis nyeri.............................................................. 8

Kulit dan jaringan tubuh lain mempunyai reseptor nyeri. Pada dasarnya terdapat 3 tipe nyeri ; reseptor mekanik ditimbulkan oleh rangsangan mekanik misalnya trauma, luka ; reseptor suhu ditimbulkan oleh……………………………………..

2.1.3. Patofisiologis nyeri....................................................... 9

Pada umumnya kita dilengkapi oleh ujung-ujung saraf di seluruh tubuh yang dapat mengenali rangsangan fisik yang mungkin berbahaya, seperti……………………………

2.1.4. Reaksi terhadap nyeri.................................................. 12

Reaksi fisiologis terhadap nyeri berbeda-beda sesuai dengan tingkat kecemasan yang menyertai rasa nyeri. Reaksi terhadap nyeri yang timbul secara tiba-tiba mengaktifkan system…………………………………………………………………………….

2.1.5. Klasifikasi nyeri............................................................ 15

Nyeri diupayakan menjadi terukur dengan skala. Termasuk disini skala numerik nyeri, visual analog scale yang berupa garis lurus , dan skala wajah. Skala dipergunakan untuk mendeskripsikan intensitas / beratnya rasa nyeri.

1. Skala numerik nyeri……….

2. Visual analog scale………….

3. Skala wajah……………

2.1.6. Skala nyeri.................................................................... 17

Tabel 2.1 Skala Nyeri

SKALA

KETERANGAN

0

Tidak ada nyeri

1-3

Nyeri ringan

4-5

Nyeri sedang

6-7

Nyeri berat

8-9

Nyeri sangat

10

Nyeri tidak tertahan

Dengan menggunakan parameter :

0 = tidak ada nyeri, tidak ada……………………………….

2.1.7. Manajemen nyeri.......................................................... 20

Manajemen nyeri menurut Brunner & Sudarth (2002), meliputi :

1) Terapi farmakologi

Menangani nyeri yang dialami pasien melalui intervensi farmakologis dilakukan dalam kolaborasi dengan dokter atau pemberi perawatan utama lainnya dan pasien…………………………..

2) Terapi non farmakologi, meliputi :………………………..

A. Stimulasi kulit…………..

B. Stimulasi kontralateral………..

2.2 Konsep Kecemasan.................................................................. 24

2.2.1. Pengertian kecemasan.................................................. 24

Kecemasan adalah respon emosional terhadap penilaian keadaan emosional yang tidak memiliki objek yang spesifik (Stuart & Sundeen, 2001).

Kecemasan adalah suatu keadaan yang ditandai oleh…………………………………..

2.2.2. Penyebab kecemasan.................................................... 25

Berdasarkan teori kecemasan :

1. Teori interpersonal ansietas :…………..

2. Teori psikoanalitik: ………….

3. Teori perilaku: …………………

2.2.3. Gejala kecemasan......................................................... 25

Menurut Hawari (2001) keluhan-keluhan yang sering dikemukakan oleh seseorang yang mengalami gangguan kecemasan adalah :

1. Cemas, khawatir, firasat buruk, takut……………

2. …………………………………………………..

2.2.4. Faktor – faktor yang mempengaruhi kecemasan........ 26

Berdasarkan tingkat kecemasan seseorang faktor-faktor yang mempengaruhi adalah :

1. Pendidikan :…………..

2. Umur: ……………

3. Jenis kelamin :…………..

4. Pekerjaan: ……………………

2.2.5. Stressor pencetus.......................................................... 27

Stressor pencetus mungkin berasal dari sumber internal atau eksternal. Stressor pencetus dapat dikelompokkan dalam dua katagori menurut Stuart & Sundeen (2001):

1. Ancaman terhadap integritas seseorang ………………

2. ………………………………………….

2.2.6. Tingkat kecemasan....................................................... 27

Menurut Stuart & Sundeen S.J (2001) kecemasan dibagi 4 :

1. ………2. ………….

3. ………….4. ……………….

2.2.7. Pengukuran kecemasan................................................ 29

Instrument yang dapat digunakan untuk mengukur skala kecemasan adalah Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) yaitu mengukur aspek kognitif dan afektif yang meliputi (Nursalam, 2001) :

1) Perasaan cemas, ditandai dengan :

(1) Firasat buruk

(2) Takut akan pikiran sendiri

(3) Mudah tersinggung

2) Ketegangan ditandai dengan :

(1) Merasa tegang

(2) Lesu

(3) Mudah terkejut

(4) Tidak dapat istirahat tenang

(5) Mudah menangis

(6) Gemetar

(7) Gelisah

2.3 Konsep Operasi......................................................................... 33

2.3.1. Konsep Pra-operasi......................................................... 33

2.3.2. Konsep Intra-operasi........................................................ 37

2.3.3. Konsep Post-operasi........................................................ 39

BAB 3 KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS ......................... 43

Kecemasan

Faktor yang mempengaruhi

1. Lingkungan

2. Usia

3. Jenis Kelamin

4. Kelelahan

5. Pengalaman masa lalu

6. Kultur atau kebudayaan

3. Post-Operasi

1. Pra-Operasi

2. Intra-Operasi

Nyeri :

1. Persepsi

2. Toleransi

3. Intensitas

3.1 Kerangka Konseptual Penelitian............................................. 43

3.2 Hipotesis Penelitian.................................................................. 44

Hipotesis adalah pernyataan sebagai jawaban sementara atas pernyataan peneliti yang harusdiuji……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

BAB 4 METODE PENELITIAN................................................................. 45

4.1 Desain Penelitian..................................................................... 45

Desain penelitian adalah sesuatu yang sangat penting dalam penelitian, yang memungkinkan pemaksimalan kontrol beberapa faktor yang bisa mempengaruhi akurasi suatu hasil. ......................................................................

4.2 Kerangka Kerja....................................................................... 46

KESIMPULAN DAN SARAN

Populasi

Semua pasien post operasi diruang Irna A RSUD Syarifah Ambani Rato Ebu Bangkalan pada bulan Januari – Desember 2007

N = 583 orang dan dengan rata – rata perbulannya sebanyak 49 orang.

PEMBAHASAN

PENYAJIAN HASIL

Pengolahan dan Analisa Data

Uji statistik Spearman Rank

Tingkat Kecemasan

Tingkat Nyeri

Pengumpulan Data

Kuesioner

Sampling

Non Probability Tipe Consecutive Sampling

Sampel

n = 45

4.3. Populasi dan Sampling............................................................. 47

Populasi adalah keseluruhan dari variabel yang menyangkut masalah yang akan diteliti. Variabel itu bisa berbentuk orang, binatang, kejadian perilaku atau suatu yang akan dilakukan penelitian (Nursalam dan Pariani, 2001). Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien post operasi diruang Irna A RSUD Syarifah Ambani Rato Ebu Bangkalan pada bulan Januari – Desember 2007 sebanyak 583 orang dengan rata – rata perbulannya sebanyak 49 orang.

Sampel adalah bagian dari populasi yang dipilih dengan sampling tertentu untuk bisa memenuhi atau mewakili populasi (Nursalam dan Pariani, 2001).

4.4. Identifikasi Variabel................................................................ 49

4.4.1. Variabel Independent................................................... 49

Variabel Independent adalah variabel yang mempengaruhi (Arikunto, 1998). Pada penelitian ini variabel independentnya adalah tingkat nyeri.

4.4.2. Variabel Dependent...................................................... 49

Variabel Dependent adalah variabel tergantung (Arikunto, 1998). Pada penelitian ini variabel dependentnya adalah tingkat kecemasan.

4.5. Definisi Operasional................................................................ 49

4.6. Pengumpulan dan Pengolahan Data........................................ 51

4.6.1. Pengumpulan data............................................................ 51

4.6.2. Pengolahan data.............................................................. 52

4.6.3. Analisa data..................................................................... 53

4.7. Masalah Etika Penelitian........................................................ 53

Penelitian yang menggunakan manusia sebagai objek tidak boleh bertentangan dengan etika. Tujuan penelitian ini harus etis dalam arti hak responden harus dilindungi.


4.8. Keterbatasan............................................................................ 54

Keterbatasan adalah kelemahan atau hambatan dalam penulisan keterbatasan dalam penelitian ini yang dilaksanakan diantaranya yaitu :

1. Keterbatasan pengetahuan dan pengalaman, karena peneliti baru pertama kali melakukan penelitian sehingga peneliti merasa masih banyak kekurangan dalam penyusunan proposal ini.

2. Sampel yang dijadikan subjek penelitian kemungkinan masih berada/dipengaruhi oleh obat analgetik sehingga penelitian ini kurang sempurna.

BAB 5 ANALISIS HASIL PENELITIAN................................................... 55

5.1. Gambaran Umum Tempat Penelitian........................................... 55

5.2. Data Umum Responden.............................................................. 57

5.2.1. Distribusi Umur Responden............................................ 57

5.2.2. Distribusi Jenis Kelamin Responden................................ 58

5.2.3. Distribusi Pendidikan Responden.................................... 59

5.2.4. Distribusi Status Perkawinan Responden......................... 60

5.2.5. Distribusi Pengalaman Masa Lalu Responden.................. 61

5.3. Data Khusus Responden............................................................ 62

5.3.1. Tingkat Nyeri................................................................. 62

5.3.2. Tingkat Kecemasan........................................................ 63

5.3.3. Hubungan Tingkat Nyeri Dengan Tingkat Kecemasan

yang Dirasakan Pasien Post Operasi di Ruang Irna A

RSUD Bangkalan.......................................................... 64

BAB 6 PEMBAHASAN................................................................................ 66

6.1. Tingkat Nyeri Pasien Post Operasi di Ruang Irna A

RSUD Bangkalan....................................................................... 66

6.2. Tingkat Kecemasan Pasien Post Operasi di Ruang Irna A

RSUD Bangkalan....................................................................... 68

6.3. Hubungan Tingkat Nyeri Dengan Tingkat Kecemasan yang

Dirasakan Pasien Post Operasi di Ruang Irna A

RSUD Bangkalan....................................................................... 70

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN......................................................... 75

7.1. Kesimpulan................................................................................ 75

7.2. Saran......................................................................................... 78

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1. Skala Nyeri..................................................................................... 17

Tabel 4.1. Definisi Operasional......................................................................... 49

Tabel 5.1. Tabulasi Silang Antara Tingkat Nyeri dengan Tingkat

Kecemasan Pada Pasien Post Operasi di Ruang Irna A

RSUD Bangkalan............................................................................ 64

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Skala Numerik Nyeri..................................................................... 18

Gambar 2.2 Visual Analog Scale....................................................................... 18

Gambar 2.3 Wajah Wong and Baker................................................................. 19

Gambar 2.4 Rentang Respon Kecemasan.......................................................... 27

Gambar 3.1 Kerangka Konseptual Penelitian..................................................... 42

Gambar 4.2 Kerangka Kerja............................................................................. 45

DAFTAR DIAGRAM

Diagram 5.1. Distribusi Responden Berdasarkan Umur Pasien Post

Operasi di Ruang Irna A RSUD Bangkalan................................. 57

Diagram 5.2. Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Pasien Post Operasi di Ruang Irna A RSUD Bangkalan.............. 57

Diagram 5.3. Distribusi Responden Berdasarkan Pendidikan Pasien

Post Operasi di Ruang Irna A RSUD Bangkalan......................... 59

Diagram 5.4. Distribusi Responden Berdasarkan Status Perkawinan

Pasien Post Operasi di Ruang Irna A RSUD Bangkalan.............. 60

Diagram 5.5. Distribusi Responden Berdasarkan Pengalaman Masa Lalu

Pasien Post Operasi di Ruang Irna A RSUD Bangkalan.............. 61

Diagram 5.6. Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Nyeri Pasien

Post Operasi di Ruang Irna A RSUD Bangkalan......................... 62

Diagram 5.7. Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Kecemasan

Pasien Post Operasi di Ruang Irna A RSUD Bangkalan.............. 63

DAFTAR SINGKATAN

Daftar Singkatan

SD : Sekolah Dasar

SMP : Sekolah Menengah Pertama

SMA : Sekolah Menengah Atas

PT : Perguruang Tinggi

RSUD : Rumah Sakit Umum Daerah

Daftar Lambang

% : Persen

- : Sampai

< : Kurang dari > : Lebih Dari

≤ : Kurang atau sama dengan dari

≥ : Lebih atau sama dengan dari

α : Alfa

ρ : Rho/taraf signifikan

DAFTAR LAMPIRAN

halaman

Lampiran 1 : Jadwal kegiatan............................................................................ 78

Lampiran 2 : Lembar permintaan menjadi responden......................................... 79

Lampiran 3 : Lembar persetujuan menjadi responden........................................ 80

Lampiran 4 : Lembar kuesioner......................................................................... 81

Lampiran 5 : Lembar konsultasi........................................................................ 87

Lampiran 6 : Hasil analisis uji statistik dengan SPSS.15 for windows................. 89

Lampiran 7 : Karakteristi pasien post operasi berdasarkan umur, jenis

kelamin, pendidikan, status perkawinan dan pengalaman

masa lalu.................................................................................... 92

Lampiran 8 : Hasil tabulasi tingkat nyeri............................................................ 93

Lampiran 9 : Hasil tabulasi tingkat kecemasan.................................................. 94

Lampiran 10 : Tabulasi silang tingkat nyeri dengan tingkat kecemasan

pasien post operasi di ruang Irna A RSUD Bangkalan................ 96

Lampiran 11 : Permohonan pengambilan data awal penelitian.............................. 97

Lampiran 12 : Permohonan meminjam buku....................................................... 98

Lampiran 13 : Permohonan ijin penelitian............................................................ 99

Lampiran 14 : Surat keterangan telah melakukan Survey..................................

0 komentar:

Posting Komentar

Akan bijak bila memberi komentar bukan spam

PONPES SHIDIQIIN WARA` PURWOJATI

Sholawat_Badar-Puput_Novel-TOPGAN

Blogger templates

href="http://www.yayasangurungajiindonesia.com" ' rel='canonical'/>>

Adsendiri

Pasang Iklan Disini

adsend

Pasang Iklan Disini

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls